Daftar perusahaan EPCC (Engineering, Procurement, Construction and Commissioning) dan Service di Indonesia

54petroleum-engineering

Ketika saya ikut terlibat sebuah proyek di salah satu perusahaan Polimer dan Poliolefine di Cologne tahun 2012 dan 2013 saya baru tahu kalau Hochtief AG, perusahaan yang bermarkas di Essen, Jerman adalah salah satu perusahaan EPC dengan revenue terbesar di dunia yang juga ikut terlibat dalam proyek ini. Kalau di Asia Pasifik mereka punya anak perusahaan namanya Leighton dan Thiess, kedua perusahaan ini bermarkas di Australia.

Lalu saya jadi penasaran tentang EPC apa saja yang bermain dan memiliki proyek di Indonesia serta Asia Pasifik. Maklum, untuk Natural Gas sekarang ini lagi ada proyek gila-gilaan di Australia serta Indonesia.

Ada Proyek gas Gorgon senilai US $57 miliar yang dikelola oleh Chevron, Exxon dan Shell. Ditaksir kandungan gas di proyek ini sebesar 40 triliun kaki kubik. Kemudian ada proyek Ichthys senilai US $43 miliar antara INPEX dan Total. Untuk lebih jelasnya tentang proyek besar energy abad ini baca di sini.

Untuk menunjang pembangunan beberapa proyek tersebut perlu dan wajib perusahaan EPCC ikut serta di dalamnya. Beberapa perusahaan EPCC local/ Internasional yang memiliki proyek di Indonesia adalah sebagai berikut :

1. Aker Solution

Perusahaan asal Norwegia yang bermarkas di Oslo ini berdiri tahun 1841 dengan nama Aker Mechanical Workshop, kemudian gabung dengan Kvaerner Brug dan menjadi Aker Kvaerner di tahun 2004. Tahun 2008 namanya diubah menjadi Aker Solution, karena bagi Non-Norwegia susah sekali meng-eja-nya. Spesialisasinya di bidang produk dan service di Engineering, konstruksi, maintenance, modifikasi serta operasi dari ladang baru ataupun yang lama. Di Indonesia memiliki kantor di Batam;

Animasi Video dan Informasi dalam bentuk flas dapat dilihat di Discover Aker Solution. Karir Global, dan projek terbaru mereka di sini. September tahun lalu Aker Solution mambuat MoU dua tahunan dengan ITB, UGM dan Politeknik Batam untuk memberikan peluang internship bagi 12 mahasiswa di ketiga isntitusi tsb setiap tahunnya.

2. JGC Indonesia

Perusahaan EPC asal Jepang ini berdiri tahun 1928 dan telah exist di Indonesia sejak tahun 1974. JGC termasuk ke dalam top five EPC besar dunia dan bergerak di bidang Enegineering service, project manajemen, kelayakan studi, FEED, EPCC dan O&M (operation and maintenance). Beberapa pryek yang sudah selesai di Indonesia cek di sini . Dua bulan lalu JGC Global baru saja memenangkan kontrak proyek FEED untuk LNG di Kanada.

3. Gunanusa Utama Fabricator

Gunanusa merupakan salah satu EPC Indonesia yang sukses menyelesaikan lebih dari 100 struktur offshore. Jasa Gunanusa meliputi di Engineering, Procurement, Fabrikasi dan Konstruksi serta Hook-Up dan Instalasi. Saat ini Gunanusa terlibat dalam proyek Total E & P Myanmar – Yadana

4. AMEC Berca

Perusahaan ini adalah JV antara AMEC yang di UK dengan Berca group asal Indonesia. Perusahaan ini bergerak di bidang jasa Migas, Mineral tambang, Power plant dan industry servis. Projek yang ditangani Amec Berca saat ini adalah COP Baku di Azerbaijan, Enquest Knightbridge di Aberdeen UK, COPI South Belut dan COPI water re-injected di laut Natuna. Mereka sudah banyak juga mengerjakan proyek2 di Indonesia, dan luar Indonesia. Lihat di sini beberapa proyek yang telah komplit.

5. KBR (Kellog Brown and Root)

KBR ini adalah anak perusahaan dari Halliburton. Konon KBR Indonesia sekarang posisi strategisnya sudah dipegang orang2 Indonesia sendiri. KBR Saat ini sedang mengerjakan proyek BP Tangguh LNG di Papua, Indonesia. KBR telah menyelesaikan 14 LNG projek, 100an offshore platform dan 7 oil refineri Info tentang KBR Indonesia dan KBR Global

6. Bechtel

Bechtel merupakan EPC5 besar dunia dengan revenue 32,9 Miliyar dollar US. Bechtel adalah perusahaan pribadi dan bregerak di bidang Engineering, Kontruksi dan Projek management. Di Indonesia saat ini Bechtel focus di Batam kalau dilihat dari lowongan kerjanya. Overview Bechtel dapat dilihat di sini.

7. Inti Karya Persada Teknik (IKPT)

IKPT memang telah teruji dalam membangun train2 LNG di tanah air. Mulai dari proyek terbaru Ujung Pangkah Hess Amerada di Gresik dan South Sumatra Gas development II di Musi, Prabumulih dari kilen Pertamina. Baru2 ini projek yang On-going adalah pabrik PKT 5 Bontang, Banyu Urip pipeline system dari Mobil Cepu. Sampai saat ini IKPT masih EPC local yang terbesar di Indonesia. Karena memiliki masa depan yang cerah. Sebagian saham IKPT diakuisisi oleh Toyo Engineering, Japan. Petrofac asal UK juga sudah ada JV dengan IKPT.

8. Technip Indonesia

Technip punya HQ di Kuala Lumpur untuk regional Asia Pasifik. Di Indonesia kantor pusatnya di Jakarta dan Balikpapan. Aktifitas Technip meliputi bidang Subsea, Offshore dan Onshore. Di Asia Pasific Technip punya 6000 employees, 3200 dianataranya di Malaysia. Profil Technip Global. Sepertinya proyek FLNG (Floating Liquified Natural Gas) banyak yang akan dihandle oleh Tachnip. Apalagi ada proyek gila-gilaan di Australia saat ini. Technip Magazine, kalau ingin tahu banyak tentang what they are doing right now.

9. Rekayasa Industri

EPC local yang berdiri tahun 1981 ini memiliki core bisnis EPCC di bidang gas, geothermal, refinery, petrochemical, mineral dan infrastruktur serta kelayakan studi dan maintenance di plant.

10. Saipem

Di Indonesia bernama PT. Saipem Indonesia Karimun Yard. Saipem adalah anak perusahaan ENI Italia. Di pulau Krimun mereka melakukan fabrikasi platform untuk offshore. Saipem terbilang lengkap untuk wilayah Asia Pasifik.

11. WorleyParsons

Baru saja WorleyParsons masuk sebagai the best International design firm 2013. WP memang masih yang terbaik di bidang FEED. WP yang bermarkas di Sydney memiliki banyak anak perusahaan TWP yang bergerak di minning.

12. Tripatra

Tripatra adalah top three EPC Lokal di Indonesia. Bergerak di bidang design n engineering, project management, EPC, Construction management dan supervise serta operasi manajemen. Saat ini Tripatra adalah member dari Indika Energy Group dan Tripatra terbentuk tahun 1973.

Perusahaan yang memberikan service bagi client (Oil Company)

1. Weatherford

Salah satu perusahaan servise Migas asal Texas, US yang beroperasi di Indonesia dengan nama PT. Weatherford Indonesia. Didirikan tahun 1941 di kota Weatherford, Texas. Weatherford menyediakan produk dan servis untuk drilling, evaluation, pipe construction , commissioning, completion, production dan intervensi minyak dan gas.

2. Halliburton

Perusahaan asal Texas lagi yang beroperasi di lebih dari 80 negara di dunia dan memiliki 68.000 employees. Major bisnis Halliburton adalah di ESG (Energy Service Group) yang bergerak di bidang servis dan technical product untuk explorasi dan produksi minyak dan gas. Berita terbaru Halliburton dapat dilihat di sini . Di Indonesia Halliburton cukup punya nama besar seperti Schlumberger dan KBR. Info terbaru mengenai job di Halliburton Indonesia cek di sini.

3. Schlumberger

Schlumberger adalah perusahaan asal Prancis yang didirikan oleh kakak beradik Conrad and Marcel Schlumberger tahun 1926. Memiliki lebih dari 120.000 karyawan di seluruh dunia dan Headquarternya di Houston, Texas. Alamat Schlumberger di Asia Pasifik dapat di klik di sini. Bisnis core Schlumberger masih di service Migas. Berita terbaru Schlumberger dan segala sesuatu tentang perusahaan dapat ditemukan di sini dan sejarah panjang Schlumberger di Indonesia.

Kalau ada rekan-rekan yang mengetahui info2 lebih lanjut dan terbaru tentang EPCC di Indonesia saat ini akan sangat membantu sekali di artikel ini. Maklum saya belum pernah sama sekali terjun langsung di Migas.

Salam

BvA

Daftar link puluhan ribu perusahaan Jerman

ImageBagi siapa saja yang telah atau sedang kuliah Bachelor di Jerman mungkin tahu betapa sulitnya masuk Universitas atau Fachochschule di Jerman. Tak perlu saya jelaskan satu persatu, cukup senyam senyum saja kalau sekarang sudah terdaftar sebagai student di Uni atau FH.

Lohnt sich ga kuliah di Jerman?..

Sepanjang pengetahuan saya, bagi siapa saja yang kuliah Bachelor di Jerman, tujuan utamanya adalah untuk bekerja di perusahaan/institusi Jerman. Apakah di Engineering, Ekonomi, Sosial, Kedokteran atau Farmasi dan ilmu alam. Kalau tidak mau, mungkin ada sesuatu yang lebih penting dari itu seperti bosan di Eropa, mau menikah atau karena keluarga.

Di Jerman belajar untuk masa depan adalah sebuah tradisi, untuk itu saya kuliah Engineering di sini. Bukannya di negara lain ga bagus atau di Indonesia ga bagus, tapi belajar, hidup dan bekerja (studieren, leben und arbeiten) adalah sebuah pengalaman yang hanya akan dirasakan di Jerman. Jika pernah tinggal di Jerman untuk waktu lumayan lama, saya jamin negara Eropa lain akan kelihatan jelek dibandingkan dengan Jerman. Tapi untuk urusan sosial dan hidup bertetangga Jerman memang kurang bagus dibanding negara lain. Bisa saja anda tidak kenal tetangga anda dengan baik.

Satu yang membuat saya salut dengan Jerman adalah sistem informasi yang sangat akurat, lengkap dan informatif. Untuk bidang IT dan cretaive Tech di sini memang jagonya. Jangan heran kalau orang-orang asing yang kuliah di bidang area IT sangat cepat mendapat kerja di perusahaan/institusi Jerman. Berikut list ribuan perusahaan Jerman, silahkan dicek satu persatu kalau punya waktu  ;-). Mudah2an semua bisa dapat kerja, jadi biaya kuliah di Jerman yang 5 tahun waktu proses Bachelor, bisa balik modal dengan gaji satu tahun saja di sini;-)

1. Automotive and Traffic Technology

2. Aviation Technologies

328 Support Services GmbH
3D CONTECH GmbH & Co. KG
A
AC&S Gesellschaft für Aerospace Consulting & Services mbH
Accenture GmbH
ACENTISS GmbH
Aero Placement GmbH
AeroAcademy Dresden GmbH
Aerodata AG
Aerotech Peissenberg GmbH & Co. KG
AID Technische Dokumentationen GmbH & Co. KG
AIDA Development GmbH
Airbus Operations GmbH
AirCert GmbH
Aircraft Philipp GmbH & Co. KG
Aleris Europe – Aleris Rolled Products Germany GmbH
AlixPartners GmbH
Allianz Versicherungs-AG – Generaldirektion
ALMECON Technologie GmbH & Co. KG
alpha-board gmbh
AOA apparatebau gauting gmbh
Arianespace
ASCO Deutschland GmbH
ASG Luftfahrttechnik und Sensorik GmbH
Assystem GmbH
Astrium GmbH
Astro- und Feinwerktechnik Adlershof GmbH
ASW Aero Systems Wedel GmbH
August Steinmeyer GmbH & Co. KG
Autoflug GmbH
Avitech GmbH
B
B/E Aerospace Systems GmbH
Becker Flugfunkwerk GmbH
Beechcraft Berlin Aviation GmbH
Berliner Glas KGaA Herbert Kubatz GmbH & Co.
Bodycote Wärmebehandlung GmbH
BÖHLER UDDEHOLM-Deutschland GmbH
Borries Markier-Systeme GmbH
BTG Messe-Spedition GmbH
Bureau Veritas Certification Germany GmbH
C
CADCON Ingenieurgesellschaft mbH & Co. KG
CADI-Luftfahrttechnik GmbH
CAE Elektronik GmbH
CASSIDAIN/ EADS
CASSIDIAN OPTRONICS GmbH
CIMPA GmbH
Clößner GmbH
Cotesa GmbH
CSC Deutschland Solution GmbH
D
DDLfasteners GmbH
Desoutter GmbH
Deutsches Zentrum für Luft- und Raumfahrt e.V. (DLR)
Diehl Aerospace GmbH
Diehl Aircabin GmbH
Diehl BGT Defence GmbH & Co. KG
Diehl Comfort Modules GmbH
Diehl Service Modules GmbH
DIN- Normenausschuss Luft- und Raumfahrt im DIN Deutsches Institut für Normung e.V.
DIS AG
DQS GmbH – Deutsche Gesellschaft zur Zertifizierung von Managementsystemen
E
E.I.S. ELECTRONICS GmbH
EADS Elbe Flugzeugwerke
EADS European Aeronautic Defence and Space Company
Eaton Germany GmbH Aerospace Group
Edgar Hausmann GmbH
EDUARD WILLE GmbH & Co. KG
ELAN Elektronische- und Anzeiger-Gesellschaft mbH
Elettronica GmbH
EME Elektro-Metall Export GmbH
ENTRAK Energie- und Antriebstechnik GmbH & Co. KG
EPI Europrop International GmbH
ESG Elektroniksystem- und Logistik-GmbH
ESW GmbH
ETW – European Transsonic Windtunnel GmbH
Eurocopter Deutschland GmbH
EUROJET Turbo GmbH
F
Ferchau Engineering GmbH
Fraunhofer-Einrichtung Polymermaterialien und Composite (PYCO)
G
Garner CAD Technic GmbH
Gebrüder Krose GmbH & Co. KG
Germanischer Lloyd SE
GEVA – Gesellschaft für Entwicklung und Versuch Adlershof mbH
GKN Aerospace Deutschland GmbH
Grässlin Präzisionstechnik GmbH
Günter Apelt GmbH
H
H3 Aerospace GmbH & Co. KG
HEGGEMANN AG
Heinkel Engineering GmbH & Co. KG
Hexcel Composites GmbH
Hoffmann Alloys GmbH & Co. KG
HOFMANN Innovation Group GmbH
Holmberg GmbH & Co. KG
Hünefeld NDT-TECHNOLOGIE
Hutchinson Aerospace GmbH
HYDRO Systems KG
I
IABG Industrieanlagen-Betriebsgesellschaft mbH
IMA Materialforschung und Anwendungstechnik GmbH
IndustrieHansa Consulting & Engineering GmbH
Industrio GmbH
J
JAHR TOP SPECIAL VERLAG GmbH & Co. KG
Jena-Optronik GmbH
Jeppesen GmbH
Jet Aviation Flugzeugwartung GmbH
JK Defence & Security Products GmbH
K
Kayser-Threde GmbH
KID-Systeme GmbH
Klingelnberg GmbH
KPMG Deutsche Treuhand Gesellschaft Aktiengesellschaft Wirtschaftsprüfungsgesellschaft
L
Labinal GmbH
Lamprecht Leadership Consultants AG
LATelec GmbH
Leistritz Turbinenkomponenten Remscheid GmbH
Leistritz Turbomaschinen Technik GmbH
Liebherr-Aerospace Lindenberg GmbH
Linde AG – Geschäftsbereich Engineering
Lockheed Martin GmbH
Luftfahrt ohne Grenzen e.V.
Lufthansa Flight Training GmbH
Lufthansa Technik AG
M
MAHLE Behr Industry GmbH & Co. KG
Matchtech GmbH
MBDA Deutschland GmbH
MBtech Group GmbH & Co. KGaA
MCS Management Consulting Schmitt
MHR Vertrieb und Service GmbH
Motor Presse Stuttgart GmbH & Co. KG
MPS Electronic Vertriebs GmbH
MR Plan GmbH
MST Aerospace GmbH
MT Aerospace AG
MTU Aero Engines GmbH
N
N3 Engine Overhaul Services GmbH und Co. KG
Nord-Micro AG & Co. OHG
Northrop Grumman LITEF GmbH
O
OHB System AG
Otto Fuchs KG
P
P+Z Engineering GmbH
PACE Aerospace Engineering and Information Technology GmbH
Panavia Aircraft GmbH
Parker Hannifin GmbH
PFW Aerospace AG
Philotech Systementwicklung und Software GmbH
Plath EFT GmbH
Premium AEROTEC GmbH
R
Raytheon Deutschland GmbH
RECARO Aircraft Seating GmbH & Co. KG
RHe Microsystems GmbH cicor micro electronics
Rheinmetall Defence Electronics GmbH
Rheinmetall Technical Publications GmbH
robemetall GmbH, Titan & Metallhandelsgesellschaft
Robert Zapp Werkstofftechnik GmbH
Rockwell Colllins Deutschland GmbH
Röder Präzision GmbH
Rohde & Schwarz GmbH & Co. KG
Rolls-Royce Deutschland Ltd & Co KG
RST Radar Systemtechnik GmbH
RUAG Deutschland GmbH
S
SACS GmbH
Sagem Navigation GmbH
Schätzl Druck & Medien e.K.
Schenker Deutschland AG
SCHOTT AG
SCISYS Deutschland GmbH
Sell GmbH
SHZ Softwarehaus Zuleger
Siemens AG
Siemens Industry Software GmbH & Co. KG
Sitec Aerospace GmbH
SKF GmbH
SOGECLAIR Aerospace GmbH
Space Robots GmbH
Stahlkontor GmbH & Co. KG
Stegmann Aircraft Maintenance GmbH
SYSGO AG
T
T-Systems Enterprise Services GmbH, Aerospace Department
TechConnect GmbH
TELAIR International GmbH
Telespazio VEGA Deutschland GmbH
TENNANT Metall & Technologie GmbH
Tesat-Spacecom GmbH & Co. KG
TEST-FUCHS, Ing. Fritz Fuchs GmbH
Thales Air Systems & Electron Devices GmbH
Thales Alenia Space Deutschland GmbH
ThyssenKrupp Aerospace Germany GmbH
ThyssenKrupp VDM GmbH
Timet Germany GmbH
TITAL GmbH
Turbomeca Germany GmbH
TÜV NORD AG, Geschäftsfeld Aviation
TÜV SÜD Managementservice GmbH
U
UNITY AG
usb GmbH
UTC Aerospace Systems (NEW) Goodrich Aerospace Europe GmbH
UTC Aerospace Systems (NEW) Goodrich Control Systems GmbH
UTC Aerospace Systems (NEW) Goodrich Lighting Systems GmbH
UTC Aerospace Systems (NEW) Goodrich Rosemount Aerospace GmbH
V
Voith Engineering Services GmbH
von Hoerner & Sulger GmbH
W
W. L. Gore & Associates GmbH
WITTENSTEIN aerospace & simulation GmbH
Z
Zentrum für Angewandte Luftfahrtforschung (ZAL) GmbH
ZF Luftfahrttechnik GmbH
ZIM Flugsitz GmbH
Zodiac Cabin Controls GmbH
Zollern Aluminium-Feinguss Soest GmbH & Co. KG
Zollner Elektronik AG

Kalau saya copy paste semua website bisa2 mouse jadi rusak karena keseringan men-scroll. Seperti yang ditulis di website, ada lebih dari 37.000 perusahaan kecil sampai perusahaan besar yang ada di Jerman.

untuk tahap awal cek di sini http://www.sachon-exportadressbuch.de/cl/sid.php?PHPSESSID=d7a7e40a9bd68a95ea3185a836f02922&f_lang=eng

untuk masterpiece semua perusaahaan Jerman lihat di bawah ini..

http://www.research-in-germany.de/dachportal/en/Research-Areas-A-Z/Automotive-and-Traffic-Technology.html

 

Muelheim ad Ruhr, 21.07.2013

BvA

European Scientists Pedigree

Image

I have been being confused by mathematics’ formula which are not so familiar with me before. Reading a mathematics’  book is not like reading  such kind of comics of Naruto or novel of Sidney Sheldon. I decided to sort it and copied paste into my blog therefore i can always remember although  it is not often used regularly. Might be it would be useful for someone outside there, who are studying and dealing with Engineerings’ area.

Gottfried Wilhelm Leibniz http://en.wikipedia.org/wiki/Gottfried_Wilhelm_Leibniz

Infinitesimal calculus
Monads
Best of all possible worlds
Leibniz formula for π
Leibniz harmonic triangle
Leibniz formula for determinants
Leibniz integral rule
Principle of sufficient reason
Diagrammatic reasoning
Notation for differentiation
Proof of Fermat’s little theorem
Kinetic energy
Entscheidungsproblem
AST

Jacob Bernoulli  http://en.wikipedia.org/wiki/Jacob_Bernoulli

Bernoulli differential equation
Bernoulli numbers
(Bernoulli’s formula
Bernoulli polynomials
Bernoulli map)
Bernoulli trial
(Bernoulli process
Bernoulli scheme
Bernoulli operator
Hidden Bernoulli model
Bernoulli sampling
Bernoulli distribution
Bernoulli random variable
Bernoulli’s Golden Theorem)
Bernoulli’s inequality
Lemniscate of Bernoulli

Johann Bernoulli http://en.wikipedia.org/wiki/Johann_Bernoulli

Development of infinitesimal calculus
Catenary solution
Bernoulli’s rule
Bernoulli’s identity

Leonhard Euler http://en.wikipedia.org/wiki/Leonhard_Euler

 http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_topics_named_after_Leonhard_Euler#Euler.E2.80.94conjectures

Euler angles defining a rotation in space.

Euler approximation – (see Euler method)

Euler brick

Euler characteristic in algebraic topology and topological graph theory, and the corresponding Euler’s formula

Euler circle

Eulerian circuit – (see Eulerian path)

Euler class

Euler’s constant – (see Euler–Mascheroni constant) (not to be confused with Euler’s number)

Euler cycle – (see Eulerian path)

Euler’s criterion – quadratic residues modulo primes

Euler derivative (as opposed to Lagrangian derivative)

Euler diagram – likely more widely (though incorrectly) known as Venn diagram (which has more restrictions)

Euler’s disk – a circular disk that spins, without slipping, on a surface

Eulerian graph – (see Eulerian path)

The Euler integrals of the first and second kind, namely the beta function and gamma function.

Euler’s line – relation between triangle centers

Euler–Mascheroni constant or Euler’s constant γ ≈ 0.577216

Euler’s number, e, the base of the natural logarithm.

Euler operator – set of functions to create polygon meshes

Euler parameters – (see Euler–Rodrigues parameters)

Eulerian path, a path through a graph that takes each edge once.

Euler polynomials

Euler pseudoprime

Euler–Rodrigues parameters – concerns Lie groups and quaternions

Euler’s rule – finding amicable numbers

Euler spline – composed of classical Euler polynomial arcs (cred. to Schoenberg, 1973 – PDF)

Euler squares, usually called Graeco-Latin squares.

Euler substitution

Euler summation

Euler system, a collection of cohomology classes.

Euler’s three-body problem

[edit]Euler—conjectures

Euler’s conjecture (Waring’s problem)

Euler’s sum of powers conjecture

(Also see Euler’s conjecture.)

[edit]Euler—equations

Euler’s equation – usually refers to Euler’s equations (rigid body dynamics)Euler’s formulaEuler’s homogeneous function theorem, or Euler’s identity

Euler equations (fluid dynamics) in fluid dynamics.

Euler’s equations (rigid body dynamics), concerning the rotations of a rigid body.

Euler–Bernoulli beam equation, concerning the elasticity of structural beams.

Euler–Cauchy equation (or Euler equation), a second-order linear differential equation

Euler–Lagrange equation (in regard to minimization problems in calculus of variations)

Euler–Lotka equation (mathematical demography)

Euler–Poisson–Darboux equation

Euler’s pump and turbine equation

Euler–Tricomi equation – concerns transonic flow

Euler transform used to accelerate the convergence of an alternating series and is also frequently applied to the hypergeometric series

[edit]Euler—formulas

Euler’s formula e ix = cos x + i sin x in complex analysis.

Euler’s formula for planar graphs or polyhedra: v − e + f = 2

Euler’s formula for the critical load of a column:

Euler’s continued fraction formula

Euler product formula – for the Riemann zeta function.

Euler–Maclaurin formula (Euler’s summation formula) – relation between integrals and sums

Euler–Rodrigues formulas – concerns Euler–Rodrigues parameters and 3D rotation matrices

[edit]Euler—functions

The Euler function, a modular form that is a prototypical q-series.

Euler’s homogeneous function theorem

Euler’s totient function (or Euler phi (φ) function) in number theory, counting the number of coprime integers less than an integer.

Euler hypergeometric integral

[edit]Euler—identities

Euler’s identity e  + 1 = 0.

Euler’s four-square identity, which shows that the product of two sums of four squares can itself be expressed as the sum of four squares.

Euler’s identity may also refer to the pentagonal number theorem.

[edit]Euler—numbers

Euler’s numbere ≈ 2.71828, the base of the natural logarithm, also known as Napier’s constant.

Euler’s idoneal numbers

Euler numbers are an integer sequence.

Eulerian numbers are another integer sequence.

Euler number (physics), the cavitation number in fluid dynamics.

Euler number (topology) – now, Euler characteristic

Lucky numbers of Euler

Euler–Mascheroni constant

Eulerian integers are the numbers of form a+bω where ω is a complex cube root of 1.

[edit]Euler—theorems

Euler’s homogeneous function theorem, a theorem about homogeneous polynomials.

Euler’s infinite tetration theorem

Euler’s rotation theorem

Euler’s theorem (differential geometry) on the existence of the principal curvatures of a surface and orthogonality of the associated principal directions.

Euler’s theorem in geometry, relating the circumcircle and incircle of a triangle.

Euclid–Euler theorem

Euler–Fermat theorem, that aφ(m) ≡ 1 (mod m) whenever a is coprime to m, and φ is the totient function.

Euler’s theorem equating the number of partitions with odd parts and the number of partitions with distinct parts. See Glaisher’s theorem.

Euler’s adding-up theorem in economics

[edit]Euler—laws

Euler’s first law, the linear momentum of a body is equal to the product of the mass of the body and the velocity of its center of mass.

Euler’s second law, the sum of the external moments about a point is equal to the rate of change of angular momentum about that point.

[edit]Other things named after Euler

2002 Euler (a minor planet)

AMS Euler typeface

Euler (software)

Euler acceleration or force

Euler Book Prize

Euler Medal, a prize for research in combinatorics

Euler programming language

Euler–Fokker genus

Project Euler

Joseph Louis Lagrange http://en.wikipedia.org/wiki/Joseph_Louis_Lagrange

See list
Analytical mechanics
Celestial mechanics
Mathematical analysis
Number theory

Joseph Fourier http://en.wikipedia.org/wiki/Joseph_Fourier

Fourier series
Fourier transform
Fourier’s law of conduction

Johann Peter Gustav Lejeune Dirichlet http://en.wikipedia.org/wiki/Dirichlet

See full list

Claude Louis Navier http://en.wikipedia.org/wiki/Claude-Louis_Navier

Navier–Stokes equations

Muelheim ad Ruhr, 10.07.2013

vanAdam

Mau Kuliah Bachelor di Jerman…?

Alhamdulillah sampai saat ini saya masih menerima beberapa email tiap harinya. Pertanyaan tentang kuliah ke Jerman masih menjadi modus kalau dalam statistik. Yang paling fenomenal buat saya tentu saja artikel “Kuliah kedokteran di Jerman”. Dipublikasikan enam bulan yang lalu. Hanya dalam rentang waktu tersebut, artikel ini telah dibaca hampir 4000 kali. Saya juga tidak menyangka bahwa artikel dan informasi ini begitu dicari banyak orang. Ini kan cuma cerita iseng-iseng menjelang tidur malam karena seringkali insomnia.

Saya juga mohon maaf apabila beberapa email telat saya balas atau harus menunggu satu minggu sebelum dapat jawaban. Tapi InsyaAllah kalau saya ada waktu saya balas segera dan pasti saya balas kalau pertanyaan dapat dimengerti dengan jelas. Bukannya apa-apa, di Jerman harus melakukannya sendiri, memasak, mencuci, belanja makanan dan lauk pauk, mengurus surat ini itu dan tentunya tugas utama belajar dan juga bekerja supaya masih bisa hidup di Jerman. Jadi harus pintar membagi waktu supaya semuanya terselesaikan dengan baik dan harus memilih mana yang menjadi prioritas utama.

Sebelum masuk ke isi inti artikel ini. Beberapa link yang harus dikuasai sebelum sampai di Jerman adalah sebagai berikut:

1. Studienkolleg di Jerman (english and deutsch)

2. Studienkolleg di Indonesia

3. Semua info tentang bagaimana menjadi student di Jerman

4. Goethe Institute (tempat kursus bahasa Jerman)

5. Anda mau jadi Insyinyur Made in Germany…? Download, print di kertas dan baca ini…Engineer in Germany

6. Karier, Pendidikan dan Lifestyle dan Fashion di kalangan anak muda Jerman

7. Perkenalan tentang Jerman lewat video

8. Landskap Penelitian terbaru Jerman

9. Germany “Land of Ideas”

Dari semua pertanyaan yang masuk tentu saja dari mereka yang ingin melanjutkan Bachelor di Jerman, apakah di bidang Kedokteran , Engineering atau Bisnis. Umumnya masih duduk di SMA dan tentu saja pastinya masih bingung sana sini dan tidak tahu harus mulai dari mana. Tak jarang orang tua anak langsung yang menanyakan informasi ini kepada saya. Jangankan anak SMA, bahkan tamatan Teknik Informasi saja pernah masih bingung dan meminta informasi dari nol lagi ;-). Saya maklum sifat beberapa anak Indonesia yang maunya disuapi setelah saya kupaskan kulit pisang untuk mereka. Yang sedang membaca artikel ini tentunya bukan termasuk kedalam bagian tersebut dan saya anggap sudah pintar menemukan informasi. Kalau tidak, tidak mungkin anda sampai di tulisan yang belum popular ini. Tantangan di era digital media saat ini bukan lagi menemukan informasi, tapi memilih informasi mana yang benar dan mana yang salah.

Saya bukanlah orang yang menyelesaikan Bachelor di Jerman, hanya melanjutkan Master di Jerman dan Bachelor saya selesaikan di Indonesia. Kalaupun ada beberapa informasi yang sedikit salah atau menyimpang tentang kuliah Bachelor di Jerman, tolong di perbaiki dengan memberikan alasan dan solusinya. Tulisan ini saya buat atas interview dari beberapa teman, mereka yang Bachelor di Jerman, Bachelor di Indonesia dan telah bekerja di Indonesia kemudian melanjutkan Master di Jerman.

###  Mengapa memilih kuliah Bachelor di Jerman?………

Saya yakin anak-anak yang masih duduk di SMA belum semuanya paham MENGAPA….Mungkin hanya melihat bahwa kuliah di luar negri itu keren, cool, hebat, main salju dan bisa menikmati sisa keindahan masa lalu Eropa. Padahal yang seramnya belum kebayang sama sekali.

Sekarang kita berpikir secara logis, jernih dan pakai logika. Pertanyaanya :

  1. Mungkinkan kuliah di Jerman dengan biaya sendiri mulai dari Bachelor tanpa support dari orang tua?.
  2. Mungkinkah bertahan hidup di  Jerman dengan hanya mengandalkan uang jaminan awal yang sebesar 8000 euro, kemudian menyelesaikan Studienkolleg dari sumber dana diatas dan mendapat 8000 euro lagi untuk hidup setahun berikutnya untuk kuliah di Uni/FH dan kemudian berjuang sendiri sampai tamat kuliah?.

Jawabannya Mungkin…

Kalau anda tipe pekerja keras, tahan banting, tidak manja, pintar bagi waktu dan melek informasi. Kalau masih ada sifat-sifat jelek seperti lawan sifat yang  saya sebutkan di atas, mungkin dan lambat laun akan mengalami beberapa masalah kemudian hari di Jerman.  Sifat-sifat baik tersebut bisa saja muncul dengan sendirinya setelah di Jerman karena sudah mengalami yang namanya keterpaksaan,  tapi memang butuh waktu. Ga tau apakah butuh waktu lama atau cepat tergantung diri masing-masing. Mungkin bisa setahun, dua tahun atau tiga tahun baru muncul semangat seperti itu.

###  Kerugian kuliah Bachelor di Jerman.

Sebenarnya tidak ada kerugian yang terlalu fatal. Kalau rugi ngapain juga kuliah ke Jerman.  Di Jerman jarang sekali beasiswa untuk anak Bachelor, karena uang kuliah sudah hampir gratis dan dibeberapa negara bagian Bundesland hanya perlu membayar 250-750 euro  persemestar (termasuk Semester Tiket untuk transportasi) berarti  hanya perlu memikirkan biaya hidup saja sebesar 500 euro perbulan. Kalaupun ada beasiswa, barangkali dari pemerintah Indonesia sendiri seperti Debt Swap dari Dikti yang memang dikhususkan untuk beasiswa anak Indonesia ke Jerman. Cara itu lebih baik dan tentunya lebih mudah. Di beberapa Univ/FH atau Institusi pendidikan atau Yayasan juga ada beasiswa yang lebih spesifik klik di sini.

Jika ingin kuliah atas biaya sendiri harus benar-benar memperhatikan sumber finansial untuk biaya hidup di Jerman. Jika tetap ingin kuliah di Jerman tanpa full support dari orang tua dan hanya mengandalkan kerja part time begitu terdaftar di Uni/Fh di Jerman siap-siap saja waktu studi akan molor beberapa semester. Jangan takut, di Jerman hal itu sudah biasa ketika waktu studi lebih lama dua semester atau lebih dari yang direncakan.

Prosesnya seperti ini : Sebelum mulai kuliah di Univ/FH kita harus mengikuti Studienkolleg dulu selama dua semester di Jerman, sebagai penyetaraan bagi lulusan SMA  luar Jerman untuk dapat masuk ke tingkat Univ. Karena di Indonesia sampai SMA cuma butuh 12 tahun, sedangkan di Jerman butuh 13 tahun, oleh karena itu anda wajib ikut Studienkolleg.  Studienkolleg butuh waktu setahun, berarti uang yang 8000 euro itu akan habis dalam 15 bulan kalau belanja maksimalnya 500 euro perbulan. Kenyataanya mungkin tidak seperti itu. Itu cuma kalkulasi kasar diatas kertas. Pada saat awal kedatangan akan menghabiskan banyak biaya.

Lalu setelah anda lulus Studienkolleg dan mengirimkan applikasi ke beberapa Univ atau FH yang anda dambakan. Setelah menunggu applikasi diterima oleh Univ/FH. Kemudian baru bisa mulai kuliah dan selama perkuliahan kita juga butuh biaya hidup lagi perbulan 500 euro. Artinya mau ga mau kita harus memiliki uang lagi sebesar nominal tsb. Apakah sumbernya  dari orang tua atau bekerja sendiri di Jerman. Untuk bekerja part time pada awal perkuliahan tidak lah mudah. Alasannya, anda baru saja mulai kuliah, dan belajar dengan bahasa baru otomatis harus beradaptasi dengan lingkungan kampus, teman dan system perkuliahan. Kalau dalam bahasa Indonesia saja masih malu-malu, jangan harap dalam bahasa Jerman mudah mendapatkan pekerjaan. Prioritas di Jerman jika kuliah dengan biaya sendiri itu ada empat  dan masing masing harus bisa membagi waktu yang seimbang antara Belajar, Bekerja, Bersosialisasi dan Istirahat. Jika mendapat full support dari orang tua atau beasiswa hanya ada tiga ; Belajar, Bersosialiasi dan Istirahat.

Untuk kuliah di Jerman tingkat Bachelor tanpa full support financial yang cukup memang agak sulit dan sulit, tapi bukannya tidak mungkin. Tapi anda harus menerima konsekuensinya apakah ga cukup tidur, jarang sosialisasi dengan teman atau berantakan dalam perkuliahan atau sibuk bekerja demi menutupi biaya hidup. Semuanya bagai lingkaran yang saling berkaitan satu sama lain dan tak dapat dipisahkan. Kuliah Bachelor pada tahun pertama tidaklah sulit, hanya pengetahuan dasar seperti halnya di Indonesia. Tahun kedua mulai kepada kuliah spesifik jurusan yang diambil dan ditahun-tahun ini merupakan tahun yang krusial karena kuliah sudah mulai susah. Apalagi bahasa baru, yang biasanya membuat shock dalam istilah-istilah dalam bahasa Jerman yang tidak dimengerti. Celakanya pada tahun ketiga ini keuangan sudah mulai menipis alias harus bekerja minimal 50 jam perbulan agar bisa memenuhi biaya hidup sekalian kuliah juga. Kenyataanya, tak mudah..

Seperti yang sudah saya paparkan diatas bahwa telat beberapa semester itu sudah biasa di Jerman terutama bagi yang kuliah dengan biaya sendiri.  Bisa jadi standar tiap orang berbeda beda dalam menghadapi masalah  ini. Kuliah bachelor di beberapa Univ/FH di Jerman lebih padat dari pada perkuliahan di Indonesia. Jika memang masalah keuangan menjadi masalah ketika mau ujian, siap-siap pikiran mulai bercabang selama masa ujian. Apalagi kalau memiliki pacar dan sedang LDRan, siap-siap saja pikiran bercabang tiga..hehehe.

Dalam opini saya dan bisa saja sangat berbeda dengan yang lain. Bagi yang ingin kuliah Bachelor di Jerman tapi modal pas-pasan dalam artian orang tua tidak mampu membiayai full sampai selesai  program Bachelor (biasanya 7 semester) sebaiknya berpikir dua kali dan masak-masak dulu. Bukan mematahkan semangat, tapi bukankah menyingkat masa perkuliahan lebih bagus dan tidak membuang umur hanya demi selembar ijazah Bachelor.

Saran saya, ambil dulu kuliah Bachelor di Indonesia, kalau pintar dan memiliki performance dan IPK yang bagus, apply beasiswa di Univ tempat kuliah atau apply Summer School ke negara mana saja selama kuliah, biar tahu dan sebagai pemanasan untuk siap terjun ke dunia global nantinya. Lalu kalau masih mempunyai spirit untuk melanjutkan ke tingkat Master baru melanjutkan ke Jerman. Selain mematangkan mental, membangun koneksi, memiliki masa bahagia menjadi mahasiswa dan juga lebih mudah mendapatkan beasiswa untuk tingkat Master jika apply dari Indonesia.

Di Jerman juga ada dua tipe pendidikan tinggi yang dapat dipilih oleh anak  yang mau kuliah Bachelor

1. Universitas

Kuliah di Univ lebih diarahkan untuk menjadi peneliti karena beberapa mata kuliah yang diajarkan sangat detail, menekankan pada teori dan formulasi rumus jika kuliah di bidang eksakta sementara itu anda harus dipaksa berpikir kritis dalam sesi perkuliahan. Beberapa jurusan Engineering di Jerman terkenal sulit dan memang kenyataanya sulit apalagi kalau kuliah dalam bahasa Jerman. Sayangnya tidak banyak jurusan yang diajarkan dalam bahasa Inggris, oleh karena itu bahasa Jerman di Jerman sangat penting. Kerja part time pun harus mengerti bahasa Jerman, artinya kemampuan bahasa Jerman mutlak diperlukan di Jerman. Menurut data BCG (Boston Consulting Group) dan McKinsey pada awal graduation memang lulusan FH lebih cepat mendapat pekerjaan dari pada lulusan Uni, tetapi setelah lima tahun kemudian jarang sekali puncak level managemen diduduki oleh tamatan FH, melainkan tamatan Uni. Beberapa CEO di Jerman adalah tamatan Diplom di Univ dan bahkan PhD di University.

2. Fachochschule

Sebagian besar pendapat di Internet, bahwa kuliah di Fachochschule pada kenyataanya lebih mudah dari pada di Universitas. Di FH lebih ditekankan kepada menjadi praktisi bukan menjadi peneliti atau di bidang manajerial nantinya. Jadi anda akan mendapatkan ilmu praktis yang siap digunakan dalam industri. Jika tamatan FH menyelesaikan Bachelor dan ingin masuk Master di Univ maka beberapa dari mereka harus mengambil beberapa mata kuliah tambahan sebelum mulai kuliah di Univ dan apabila tamatan Master FH ingin mengambil PhD di Jerman maka mereka juga disuruh mengambil beberapa mata kuliah satu semester terlebih dahulu. Di FH, absen menjadi penting karena biasanya mahasiwa tidak terlalu banyak dalam satu mata kuliah. Perbedaan yang paling jelas juga terlihat bahwa di Uni memiliki jaringan penelitian dan kerja sama Internasional dengan Univ di US, Canada, Asia, Amerika selatan dan Timur tengah, sementara di FH jarang sekali ada kerja sama penelitian seperti Uni lakukan. Tamatan Fachhochschule memang lebih dekat kepada perusahaan, jadi tergantung niat kuliah di Jerman apakah mau berkarir sebagai peneliti atau praktisi di Industri. Jika ingin mendapatkan kerja dan berkarir di industri sebagai praktisi maka kuliah di FH atau sebagai peneliti dan nantinya akan menduduki level manajerial atau ahli di suatu bidang maka kuliah di Univ atau TU.

### Keuntungan kuliah di Jerman

Tak dapat dipungkiri bahwa belajar di bidang Engineering, Ilmu Alam, Matematik applikasi dan Bisnis di Jerman merupakan sebuah pilihan yang sangat tepat. Jerman merupakan salah satu negara maju yang unggul di bidang riset teknologi dan ekonomi.  Research and Development di Jerman dan kemudian menghasilkan paten menduduki peringkat tiga setelah US dan Jepang. Oleh karena itu mereka yang senang menjadi peneliti , Jerman merupakan pilihan yang cocok. Status sebagai student di Jerman merupakan pilihan yang harus diambil banyak orang, tak jarang banyak juga anak-anak muda Jerman yang hanya kuliah asal-asalan di jurusan sosial demi mendapat Semester Tiket dan beberapa kemudahan sebagai student di sini. Beberapa anak Indonesia juga menunda masa tamat mereka meskipun kuliah sudah selesai karena ketika tamat kuliah dan mendapat ijazah dan hilangnya status student membuat biaya  hidup akan jauh meningkat lebih mahal. Jangan bertanya lebih lanjut kenapa, karena jawaban ini akan diketahui setelah sampai di Jerman nantinya.

Kejujuran bukanlah hal langka di Jerman. Pada waktu ujian semester di Univ/FH hampir tidak ada yang berbuat curang, karena bisa berakibat fatal dan hanya membuat malu negara asal student sendiri. Jadi, sebelum ujian harus benar-benar belajar dan ingat luar kepala karena waktu ujian yang relatif sangat singkat dengan banyak soal yang harus dijawab. Oke, pernyataan terakhir mungkin saja berbeda dengan orang lain, karena itu adalah standar saya. Bisa saja anda lebin pintar dari pada saya.

Saya pernah telat datang satu menit ketika naik kereta menuju kota di negara bagian lain. Hasilnya saya terlambat satu jam sampai di kota tujuan. Artinya, satu menit saja terlambat bisa berakibat fatal dengan tujuan akhir. Orang Jerman sangat disiplin dalam bermacam macam hal. Lambat laun akan mempengaruhi diri sendiri apakah cara membuang sampah, cara berkendaraan di jalan dan cara menghargai waktu.

### Jadi dimanakah sebaiknya kuliah Bachelor? di Indonesia atau di Jerman?

Menurut pendapat saya kuliah Bachelor di Indonesia memiliki banyak keuntungan dan manfaatnya. Di Indonesia akan mengalami masa perkuliahan yang mengasyikan,  karena memiliki teman-teman yang satu budaya yang akan mengerti kamu secara baik. Kalau di Jerman sangat individualis, apalagi kalau susah berintegrasi dengan teman-teman karena tidak punya cukup waktu untuk bersosialisasi.

Dengan kursus bahasa selama enam bulan plus Studienkolleg belum menjamin akan mengerti full di sesi perkuliahan. Bukan masalah pintar atau tidaknya, tapi masalah bahasa yang harus benar-benar diperhatikan. Akibatnya harus bekerja dan belajar  lebih keras dari orang Jerman sendiri atau yang telah lancar berbahasa Jerman.

Dalam penguasaan ilmu basic dalam suatu bidang atau mata kuliah, di Indonesia lebih cepat mengerti karena diajarkan dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris di beberapa mata kuliah. Secara kedua bahasa tersebut sangat  familiar dengan kita sejak SD sekalipun. Dalam bahasa Jerman ga tau deh, „Eng-Ing-Eng“  saya dulu katakan waktu ikut pertama kali perkuliahan  bahasa Jerman, karena dalam membaca boleh mengerti, tapi ketika Professor menjelaskan topik di depan kelas itu yang bikin ngantuk karena ga ngerti Prof bilang apa..hehehe

Jika ingin mengabiskan sisa hidup di Jerman atau ingin tinggal lama di Jerman sah sah saja tidak peduli dengan networking yang dibangun di Indonesia. Pada kenyataanya di dunia kerja atau pendidikan membangun relasi yang bagus dan networking itu sangat-sangat penting apalagi di tanah air sendiri.  Boleh saja saya tebak bahwa banyak yang ingin bekerja dan hidup lama di Jerman, tapi setelah sampai di sini anda akan bisa memutuskan dimana seharusnya anda berada dalam 10 atau 15 tahun mendatang setelah menyelesaikan studi di Jerman. Nah, jaringan relasi di dunia kerja atau networking itu dibangun sangat sempurna ketika berada di tingkat Bachelor di Indonesia. Anda bisa ketemu orang-orang hebat di Indonesia yang nantinya mungkin saja anda menggantikan  salah satu dari mereka.  Sebagai orang asing di Jerman tentunya tidak bisa mendapatkan kesempatan seperti itu seperti di tanah air sendiri.

Kenapa kuliah di Jerman bisa molor beberapa semester dan mungkin bisa dibilang lama tamatnya. Pesan saya, jangan samakan tingkat kesulitan Bachelor di Indonesia dengan di  Jerman. Itu dua hal yang sangat berbeda. Di Jerman perkuliahan tidak diwajibkan absen, terserah mau datang atau tidak. Di beberapa FH, absen menjadi faktor yang sangat penting karena jumlah mahasiswa di FH tidak terlalu banyak dan biasanya masuk penilaian. Hanya kesadaran akan ilmu yang membuat orang memiliki passion untuk hadir selalu di kelas. Di beberapa Univ memberlakukan peraturan bahwa gagal tiga kali ujian langsung DO (Drop Out). Jadi harus benar-benar siap untuk melakukan ujian kalau tidak akan terbuang sia-sia tiga peluru yang dikasih. Di Jerman jangan harap ada Semester Pendek di setiap liburan antara semester. Harus menunggu semester berikutnya atau tahun berikutnya untuk mengambil mata kuliah tersebut.

Percaya tidak?….Kalau untuk mencapai Univ/FH di Jerman bisa mancapai tiga semester waktu tunggu sebelum benar-benar mulai kuliah. Dua semester di Studienkolleg dan satu semester biasanya menjadi Wartesemester (semester tunggu) karena tidak tepatnya waktu kirim applikasi dengan mulai semester di Univ/FH di Jerman. Jadi jika anda tamat SMA di Indonesia dan berharap telah menyelesaikan ZD juga di Indonesia. Berarti umur 19,5 baru mulai masuk kuliah Bachelor, sementara kuliah Bachelor di Jerman programnya 7 semester (3,5 tahun). Untuk menyelesaikan Bachelor di Jerman dengan sesuai program, lancar-lancar dan tepat waktu butuh 5 tahun. Hitungan-hitungan tsb cuma diatas kertas, kenyataanya lebih dari itu karena ada beberapa problem yang nantinya ada di tengah perjalanan studi. Jika kuliah di Indonesia dan anda cukup pintar dan cerdas, saya yakin 3,5 tahun bisa menyelesaikan kuliah di Indonesia.  Apalagi memiliki pengalaman Organisasi dan IPK yang bagus, maka bisa dengan gampang mengajukan beasiswa nantinya. „Membuang umur“ merupakan kata yang sebenarnya tidak tepat untuk menggambarkan Bachelor di Jerman, tapi tidak ada kata lain yang padanannya lebih tepat.

So, tulisan ini kembali kepada diri masing-masing. Saya memakai standar dan logika saya. Saya berharap anda lebih segalanya dari pada saya dalam hal kepintaran dan kerajinan, finansial, kekuatan mental, pengalaman dan juga pengetahuan tentang seluk beluk informasi yang ada di Jerman.

Tak ada gunung yang terlalu tinggi untuk didaki, tak ada lautan yang terlalu dalam untuk diselami. Berpikir logis karena yang tahu kemampuan diri adalah diri sendiri. Mengukur bayang-bayang setiggi badan adalah pepatah klasik yang harus anda ingat yang artinya „mempunyai cita-cita tinggi harus sesuai dengan kemampuan kita“

Professor kuliah Continuum Mechanic saya pernah bilang suatu kali di depan kelas.

„No Wonder how good u are in Mathematic, but for  this Lecture you have to attend the class“. 

“Di sini belajar untuk masa depan adalah sebuah tradisi – untuk itulah saya studi Engineering di Jerman” …….WAJIB DOWNLOAD..

 

13.09.2012, Wesseling – Deutschland

Bayu van Adam

Hidup hanya sekali, maka hiduplah yang berarti at UGD

Holstee manifesto

Pada tahun 2005 ketika berat saya masih 59 kg. Saya tinggal di sebuah rumah setengah tua, namun bahagia sepenuh hati. Bukan saja karena ibu kost dan anak-anak beliau yang begitu baik terhadap kami, namun juga suasana rumah yang begitu damai dan bahagia. Tak jarang setiap sore kami mendapat makanan gratis dari kedai nasi sebelah kepunyaan mereka. Sebuah rumah makan padang tak jauh dari rumah tempat kami tinggal. Hanya beberapa langkah ke arah perempatan jalan. Rumah kos kami bertingkat dua, kami tinggal di lantai bawah dan ibuk kos dan anaknya di lantai atas.

Sebelumnya selama beberapa bulan saya tinggal di lantai atas, sebelum pindah ke lantai bawah. Kamar bawah memang lebih luas tetapi sedikit kurang ceria karena cat dinding yang sudah mulai memudar dan sudah sekian lama tidak dicat ulang. Mungkin sudah sewindu. Maklum, kamar kos dibawah memang sering bermasalah. Apalagi kalau datang hujan lebat. nasib kami seperti penghuni kota Jakarta, was was jika terjadi banjir di kamar. Banjirnya memang tak seberapa, cuma sepuluh centimiter saja, tetapi cukuplah untuk membuta kami kerja malam itu. Kamar kami memang menjorok sedikit ke bawah dan langsung berbatasan dengan sungai di belakangnya. Tak heran pondasi rumah turun sedikit demi sedikit dan menyebabkan adanya gap antara dinding dengan pondasi, akibatnya terbentuk celah yang bisa dilewati air ketika permukaan sungai kecil dibelakang rumah meningkat.

Sudah setahun kami menghuni kamar tersebut dan sepertinya banjir memang konsisten datang sekali dua bulan. Setahun sudah berlalu tanpa ada inisiatif untuk berubah menjadi lebih baik. Permasalahannya sederhana tapi berat melakukannya. Cuma menutup gap antara dinding dan pondasi dan merubah warna kamar. Perkara jadi beres. Karena tak ada inisiatif dari rekan lain dan dari pada menunggu-nunggu atau melempar pekerjaan yang memang seharusnya kita lakukan karena manfaatnya untuk kita sendiri. Saya kerjakan saja sendiri beberapa perubahan di ruangan tersebut. Mulai dari mengecat ruangan, menambal dinding yang bocor. Setelah saya memiliki inisiatif sendiri baru teman-teman yang lain menolong setelah mereka pulang dari kuliah. Dari sini saya sadari ketika tidak ada kepedulian dari masing-masing orang terhadap sistem, kalau bukan kita yang peduli trus siapa lagi?. Atau tenggelam saja bersama-sama sistem yang rusak.

Pekerjaanya memang memang sederhana, tapi kalau tidak ada niat, bertahun-tahunpun keadaan kamar akan masih seperti itu. Tanpa ada perubahan kecil untuk manfaat yang besar, siap siap saja menerima banjir sekali dua bulan. Siap siap saja mengepel lantai berlumpur setelah pulang kuliah. Atau siap siap saja buku ikutan berenang di dalam air. Atau siap siap saja menjadi hilang mood ketika berada di kamar. Life is simple. If u don’t like your job, Quit. If u don’t have enough time, stop playing facebook. If u don’ like your room, modify it.
s
Empat tahun kemudian. Dari uang kos Rp 60.000 perbulan tahun 2006 di Padang sampai uang kos 185 Euro perbulan tahun 2010 di Essen, nyaris tak ada perubahan di kamar tersebut. Adik kos penghuni rumah sudah nyaman dengan ruangan baru yang masih bersih. Yang berubaha hanya misi masa depan dari kami para penghuni rumah tersebut.

Dari rumah tersebut saya mempunyai seorang sahabat, dia baru bekerja di sebuah perusahaan dalam negri, bukan di MNC (Multi National Company). Dia tidak/belum kaya, hanya kaya hati. Baru saja bekerja beberapa bulan, karir sudah meningkat pesat, mungkin ibarat kutu loncat. Baru saja setahun tak ketemu, dia telah berhasil mendahului cita-citanya dahulu. Banyak yang saya temui orang seperti itu, tapi tak banyak yang membuat menjadi nyata. Ketika dia belum memiliki apa-apa, dia hanya memiliki segudang rencana. Rencana mulia tapi tak semua orang sanggup walaupun punya harta. Ketika orang-orang sukses memiliki sebuah foundation seperti Bill Gates, Sandiaga Uno, Bakrie ataupun Konrad Adenauer dia juga ingin punya dan mudah-mudahan ini langkah awal untuk berada di sana. Alhasil beberapa waktu lalu keinginan itu terwujud. Memberikan bantuan kepada dua orang almamaternya yang berprestasi dan sejumlah bantuan juga untuk cita-cita mulia rekannya yang lain. Saya mengapresiasi ini sangat, alasannya sederhana, karena kami tahu rasanya belajar dalam keadaan sederhana. Saya pun teringat kata-kata Holstee Manifesto :

Open your mind, arms, and heart to new things and people, we are united in our differences.

Ask the next person you see what their passion is, and share your inspiring dream with them.

Life is about the people you meet and the things you create with them, so go out and start creating.

Live your dream, and wear your passion. Life is short.

Keep your eyes fixed on the sun.

Jaman sekarang memang tidak cukup dengan kata-kata butuh tindakan nyata. Oleh karena itu saya percaya “Hidup itu perlu bukti dan hidup hanya sekali, maka hiduplah yang berarti. Jika perbuatan tersebut menjadi faktor pembeda dimata Sang Pencipta, bolehlah saya ikut serta di dalamnya…

16.07.2012 at UGD (Unit Galau Deutschland)

BvA

Cintaku berlabuh di Zürich

Musim panas 2014 di Zurich memang indah. Siapapun yang pernah ke Zurich mungkin tidak akan pernah melupakan bahwa mereka pernah di sana. Kota dimana ketika musim panas langit menjadi biru terang dan dari kejauhan tampak pegunungan Alpen yang diduduki oleh putih salju yang menempel di atas puncaknya. Udara khas eropa barat yang bersih dan segar menambah puji syukur atas anugrahNya. apalagi yang kurang?. Yang kurang cuma pagi ini aku harus membeli beberapa peralatan kamar tanpa guide di kota baru ini alias kemana mana ngacir sendiri. Memang, aku baru saja pindah dua hari yang lalu dari kota kecil di wilayah Jerman. Tentu saja pindah ke kota besar menjadi sesuatu yang baru dan sangat spesial bagiku.

Seperti biasa pagi ini aku cuma sarapan Baguette (roti khas Perancis) saja. Aku memang tidak suka makan besar di pagi hari. Alasanya bikin mengantuk kalau kuliah apalagi sekitar jam 10.00an. Oleh karena itu aku lebih suka sarapan dengan segelas the panas dan baguette di lapisi dua telur dadar. Ya, masakan gabungan Perancis ala mahasiswa telur dadar. Hehehe. Ah…masa bodoh yang penting giziku cukup pagi itu.

Pagi itu aku bangun memang lebih awal dari biasanya. Satu satunya alasan hanya aku ingin melihat matahari menyinari wajahku sambil jogging di pinggiran danau Zurichsee . Kata orang Jerman  „der Morgen macht den Tag“ oleh karena itu aku harus bangun pagi-pagi jika ingin hari ini bermanfaat. Kalau tidak, mungkin sama saja dengan sifat lamaku di Jerman dulu yang berakibat berlalunya  beberapa musim sebelum studiku selesai.Pagi ini aku cuma ingin melihat apakah memang benar Zurich pada musim panas secantik dan anginnya yang lembut keibuan seperti bayanganku  Catherine Zeta Jones dalam parasnya yang padat bergaun merah panjang. Aku bayangkan kalau Catherine dikasih baju adat Minang dengan sanggul diatas kepalanya, dan juga dibalut baju merah yang terang benderang plus perhiasan yang mengkilat keemasan mungkin semua laki-laki akan iri kepadaku.

Setelah selesai joging disekitar danau pagi itu aku langsung pulang ke rumah. Tapi kali ini aku pulang mengunnakan Strassen bahn, walaupun sebenarnya jarak antara lokasi jogging dengan Apartemenku hanya 20 menit jalan kaki. ” Untuk menyimpan tenaga buat angkat-angkat barang nanti” pikirku.

Ternyata aku bukan hanya menyimpan tenaga tetapi juga telah menyimpan harapan di dalam Strassen Bahn ini. Secara tak sengaja aku dipertemukan oleh ikatan atom-atom yang masih mengalirkan arus listrik dari hati ke hati dan dari hari ke hari. Benar saja, gadis hidung mancung tinggi semampai, bermata coklat tetapi berambut hitam agak kecoklatan seperti ekor kuda melihat kearahku dengan serius dan sedikit mengerinyitkan dahinya. Aku yang terbiasa super cuek, tanpa sadar juga melihat kearah gadis ini. Tak pelak lagi senyum paling indah hari itu muncul di wajahku. Lalu Irina juga membalas senyumku sambil berdiri. Aku menghampiri Irina “Irina ,ada keperluan apa kamu ke Zuerich…?” tanyaku dengan suara berat. “iya Yuda, ada beberapa keperluan” balas Irina dengan lembut dengan logat Indonesia Britishnya. Benar saja, pagi itu jantungku berdebar lebih keras walaupun aku tidak dalam berlari atau jogging. Peluhku semakin banyak bercurun walaupun hari masih pagi jam 9.00 dan juga belum terlalu panas.

Irina adalah gadis keturunan Swiss-Indonesia.  Lahir di Marseille kota di selatan Perancis karena ayahnya bekerja di sana pad waktu itu, tetapi kemudian umur enam tahun pindah ke Manchester di Inggris juga karena ayahnya dipindahtugaskan.  Aku secara tak sengaja ketemu Irina ketika aku menonton bola di Old Trafford setahun yang lalu. Ketika masuk ke dalam stadion aku menemukan ID atau KTP yang tercecer di dekat loket pembelian tiket. Dari nama yang aku baca “Irina Aisyah Berner”, aku kira ini adalah wanita muslim keturunan Pakistan –Inggris, karena dari foto wajahnya di ID khas sekali seperti aktris film India Katrina Kaif.

Aku sebenarnya mau memberikan ID ini secepatnya ke meja Informasi, tetapi karna pertandingan antara Manchester United vs Chelsea segara dimulai. Lalu aku mundurkan niat ini untuk nanti pada waktu break di babak kedua saja aku menyerahkan ID ini. Maklum, pertandingan ini adalah pertandingan big match. Aku tidak mau dong melewatkan line-up susunan pemain sampai pertandingan dimulai. Ini memang pertama kali aku ke Inggris, makanya aku tidak ingin melewatkan apa saja di Old Trafford.

Pertandingan babak pertama baru saja dimulai dan pertandingan begitu seru sampai menghasilkan 3 kartu kuning sore itu. Babak pertama hampir habis dan wasit memberikan 3 menit Stoppage Time dan sekarang tiba kewajibanku untuk memberikan ID ini ke meja informasi di lantai bawah. Aku sempat juga kebingungan mengingat Old Trafford begitu besar dan harus berjalan sana sini. Untungnya di Eropa secara umum semua petunjuk pasti ada, akan malu sekali kalau bertanya arah ini itu dan ternyata papan infonya ada di depan kita. Mencari tahu sendiri dulu mungkin adalah option paling utama dan paling cerdas.

Ternyata di depan kantor informasi ada seorang gadis yang berbicara dengan petugas informasi tersebut. Akhirnya aku harus menunggu 5 menit sebelum aku juga mulai bicara juga. Di meja Informasi saat itu memang cuma ada satu petugas. Otomatis aku mendapat kesempatan bicara setelah selesai  urusan gadis ini.

Gadis ini terlihat sedikit bingung entah karena apa dan duduk di kursi di depan kantor. Setelah aku bicara dengan petugas informasinya dan memberikan kembali ID ini gadis ini juga masih bingung. Lalu petugas informasi ini memanggil gadis tersebut dan menanyakan„ This guy has found an ID card. Is this yours?. “  Tanya petugas tersebut kepada gadis tersebut. Setalah gadis tersebut bangkit dari duduknya dan melihat bahwa ini memang ID miliknya. “yes, this is my ID card”. Lalu gadis ini bilang terima kasih kepadaku “Thanks so much”.. “Yuda, Yuda is name” potongku. Ohh..”Thanks so much Yuda, I am Irina” balas Irina dengan logat Britishnya.

Lalu setelah berbicara sekitar 7 menit tentang dimana aku menemukan IDnya dan berbicara tentang apa tujuanku ke Manchester dan lainya secara singkat. Baru tahu aku bahwa dia ada darah Indonesianya dari ibunya. Lalu sambil jalan kami kembali duduk ke tribun. Arahnya memang sama, cuma beda nomor kursi saja. Irini duduk sekitar 30 meter arah kiriku dan 5 tingkat bangku dibawahku. Berarti Irina tepat sekali mengambil tempat duduk yang paling strategis dan aku hanya bisa membeli tiket standar saja di dekat sudut lapangan. Yang penting bisa menonton bola disana pikirku.

Dalam perjalanan tadi kami memang memiliki janji untuk bertemu kembalii di kantor Informasi. Tapi kali ini bukan untuk menyerahkan ID card lagi tetapi untuk menyerahkan pengetahuan Irina tentang Manchester kepadaku. Irina menawari dirinya untuk menjadi guide di Manchester setelah pertandingan itu. Berhubung waktu musim panas masih panjang dan pertandingan biasanya jam 17.00 sudah berakhir.

Pertandingan 45 menit berlalu lebih lama dari biasanya. Apakah perasaanku saja atau memang pertandingan tak menarik lagi setelah aku ketemu yang lebih menarik tadi di Information Centre, jadi seolah terasa lebih lama waktu berputar. Setelah selesai pertandingan aku bergegas menuju Informasi, bukan apa-apa, sebelumnya aku harus ke toilet dulu supaya nantinya selama diguide tidak pergi lagi ke toilet, jadi bisa menghemat waktu. Ternyata karena serentak fans keluar dari stadion dan sangat banyak, akhirnya waktu di toilet antri juga. Butuh sekitar 15 menit juga untuk sampai ke Information Centra, dan di sana ternyata telah menunggu dengan sabar Cetherine Zeta Jones waktu mudanya. Lalu aku minta maaf karena telat sekitar 10 menit dan membuat dia menunggu lebih lama. Irina bilang kalau dia lebih suka bicara bahasa Indonesia dengan ku. Memang Irina termasuk lancar berbahasa Indonesia, walaupun masih ada beberapa kosa kata yang dia tidak tahu namanya. Aku maklum, dia besar bukan di budaya dan negara Indonesia. Terlalu banyak kultur yang mempengaruhi kehidupannya. Mulai dari sifat kerja keras bangsa Jerman dan Swiss dari ayahnya, ayu dan lembutnya nya sebagai perempuan dari Ibunya yang Indonesia, sifat romantis khas Perancis yang mungkin sedikit banyak menular ketika dia di sekolah taman kanak kanak di Marseille dan kemudian melebur menjadi satu dengan budaya Inggris.

Setelah selama hampir 45 menit kami berbicara panjang lebar sambil berjalan mengitari daerah kota Manchester. Aku melihat Irina mulai kelelahan berjalan. Lalu aku minta maaf, maaf karena telah membuat dia lelah berjalan 45 menitan. „Kamu capek Irina?..maaf ya, aku ga sengaja meminta kamu jadi guide ku di sini“. Karena aku telah membuatmu berdiri selama 45 menit. Bagaimana kalau permintaan maaf ku  ditebus dengan duduk makan es krim 45  menit juga“ tanyaku. „Impas kan?“ tambahku… Irina menyetuji dan menunjukan tempat makan es krim paling enak dan juga tidak terlalu mahal di pusat kota Manchester.

Empat puluh lima menit duduk makan es krim juga telah berlalu dan Irina juga ada janji setelah itu sekitar jam 19.30. Lalu aku meminta apakah aku boleh mengetahui alamat Facebooknya dan emailnya. Tanpa ragu Irina mengabulkan  kedua permintaan ini. Lalu setelah mengantar Irina ke jalan London Road tepat persis di depan Hotel International yang berwarna merah tua bata. Aku pun balik mengitari kota Manchester dan sekitarnya.

Setelah hampir setahun tidak bertemu dan hubungan via FB atau Email pun jarang kulakukan dengan Irina. Akhir tahun itu memang aku sangat sibuk dengan tesisku di Universitas dan perusahaan tempat aku praktikum juga.  Ya, wajar saja Facebook bukan lagi menjadi social network nomor wahid di dunia saat itu. Paling aku tanya kabar dan say hello sesekali saja dengan Irina. Pertemuan yang cuma 2×45 menit tersebut serasa sangat singkat. Bagai sebuah pertandingan bola tanpa jeda istrirahat. Sayangnya aku juga harus mengistirahatkan tulisanku disini dulu. Mungkin besok disambung lagi..mau mandi dulu setelah jogging tadi pagi..

Cerita ringan di hari Minggu..

 

Yuda..

Ketika berpartner dengan Pertamina

Salah satu mobil tanki Pertamina 8000 liter

Semakin hari semakin banyak saja berita menarik dan positif tentang Indonesia. Baru saja membaca berita di sebuah surat kabar online sudah muncul kiranya mobil listrik hasil dalam negeri. Saya memang selalu ingin berpikiran positif. Terserah apakah nanti mobil listrik ini akan diproduksi massal atau terkubur bersama ambisi politik. Menumbuhkan dan menyebarkan sikap pesimis memang sangat mudah, semudah angin menerbangkan serbuk sari bunga yang menyebar kemana mana, tetapi menumbuhkan sikap optimis perlu kerja keras dan kerja cerdas.

Diharapkan nantinya mobi listrik ini akan mengurangi subsidi minyak kita tahun 2012 yang telah mencapai 137 Triliun (137.000.000.000.000). Cukup untuk membuat beberapa kolam renang duit standar Olimpiade dengan uang sebanyak itu atau membeli satu juta unit mobil Avanza. Uang sebanyak 137 Triliun itu hanya untuk dibakar dan dijadikan asap. Begitulah standar kekayaan Indonesia. Walaupun kita nantinya berhutang lagi untuk menutupi subsidi, masa bodoh, yang penting BBM harus ada “desak rakyat.

Dengan konsumsi minyak kita yang mencapai 1,3 juta barel (1 US barel = 117,347 liter) perhari dan produksi minyak kita hanya 900.000 barel otomastis kita mengalami defisit 400.000 barel perhari. Sekarang tinggal kalikansaja dengan 365 hari. Itulah jumlah defisit minyak kita dalam setahun. Harga minyak dunia dapat dilihat di sini http://www.oil-price.net/ . Kekurangan 400.000 barel perhari tersebut harus ditutupi pemerintah dengan cara mengimpor dari negara atau perusahaan lain dan tentunya dengan harga beli yang lebih mahal daripada harga jual yang rendah di dalam negri.

Kalaupun banyak diantara tamatan perguruan tinggi yang berlomba lomba bekerja di daerah yang berminyak itu wajar. Itu adalah lahan basah dan enak. Jika seseorang bekerja di sebuah perusahaan MNC Oil dan Gas, otomatis akan merubah nasib keluarga menjadi lebih baik walaupun belum tentu bisa merubah perusahaan menjadi jauh lebih baik.

Kalau bicara tentang bisnis minyak dan perusahaan minyak. Jauh sebelum teman-teman saya bekerja di perusahaan tersebut saya sedikit banyak sudah mengetahui setidaknya sedikit ilmu kalkulasi di bidang ini. Kebetulan kakek saya adalah agen pangkalan dan penyalur minyak tanah dulunya, sejak ibu saya masih kecil. Keluarga besar kami telah menjalankan bisnis ini dengan bermitra dengan Pertamina dan anak perusahaannya.

Dari kecil saya sudah diajak oleh kakek pergi kesana kemari dengan mobil tankinya yang berkapasitas 3000 liter pada waktu itu. Jangan heran pada waktu usia 3 tahun saya sudah lancar membaca dan berhitung karena terlalu sering melewati papan reklame dan semua yang dilewati di jalan saya baca. Saya memang dari kecil sudah diajak jalan kesana kemari. Maklum sebagai Cicit, Cucu dan Anak pertama semuanya memberikan perhatian yang penuh kepada saya. Baru pada umur 9 tahun lah saya resmi menjadi kernet mobil tanki minyak kakek saya. Tugasnya sederhana, hanya mengambil uang dari pembeli minyak tanah sampai uang tersebut rapi dan siap untuk membeli minyak barang satu atau dua tangki lagi.

Mendistribusikan minyak tanah ke kota kota lain bahkan sampai ke desa desa adalah agenda setiap hari. Kakek saya bertugas mengisi minyak ke Drum sedangkan saya mengambil dan menghitung uang dari pembeli minyak tersebut. Menghitung uang apakah pas, kurang atau berlebih. Kemudian menyusun uang sesuai nominalnya agar nanti mudah menghitung jumlahnya. Kemudian membuat pembukuan dan mencatat daerah mana saja yang telah diisi berdasarkan list hari ini. Membagi tugas supaya kerjaan cepat selesai dan langsung berangkat ke tujuan pengisian drum selanjutnya. Memegang uang dengan nominal banyak ketika anda baru saja berusia 9 tahun memang sangat membanggakan. U are boss at that time. Lalu Alm kakek bertanya ” Berapa penjualan hari ini yu? Pas ga? atau ada yang kurang..”. Diberi kepercayaan penuh untuk anak seusia itu memang merasa sangat dipercayai dan dihargai.

Pada waktu itu harga minyak tanah masih sekitar Rp 40.000 per drum (1 drum = 200 liter). Dalam sehari bisa menyalurkan dua tangki atau sekitar 30 drum. Ketika itu minyak tanah masih menjadi primadona. Tak jarang hanya bisa mengunjungi dan mengisi drum daerah yang telah memiliki janji satu minggu sebelumnya. Berangkat dari Pariaman kemudian menjemput minyak di Padang, kemudian mendistribusikannya di daerah sekitar Pariaman sampai ke Lubuk Basung.

Dalam hati saya berpikir berapa ya untung jualan minyak ini..?. Anggaplah pada waktu itu harga eceran minya tanah dipenjual Rp 250 perliter dan saya hanya menjual dengan harga Rp 200 perliternya kepada mereka. Mereka mendapat untung Rp 10.000 setiap satu drum. Kalau saya ambil untung Rp 30 saja perliternya, dengan 6000 liter setiap hari berarti saya memperoleh laba kotor Rp 180.000 perhari di tahun 1994. Saya tidak terlalu memperdulikan soal laba ruginya. Yang penting saya telah mendapat apa yang teman teman lain tidak dapatkan.

Sayang minyak tanah saat ini tidak menjadi primadona lagi. Memang semuanya harus segera berubah menjadi lebih baik. Tak terkecuali Indonesia, konsumsi minyak kita yang hanya kalah boros dari US dan China. Alih bahan bakar Minyak tanah ke Gas merupakan salah satu solusi yang sangat baik, hanya tidak ditunjang oleh tabung gas yang bagus akibat salah satu pihak gagal menjadi rantai keberhasilan atau salah satu pihak sengaja memutus rantai ini.

Alangkah bagusnya juga kalau 137 T ini juga nanti dialihkan kepada keperluan lain yang lebih bermanfaat selain membakar menjadi asap. Hanya dengan menyisihkan 5 Triliun setiap tahunnya untuk beasiswa, minimal ada 8000 anak Indonesia yang belajar teknologi abad 21 di negara maju seperti Jerman, Rusia, US, Swedia, Jepang atau Korea Selatan. Dalam 10 tahun kita mungkin akan menghasilkan 80.000 Engineer terampil dan menginspirasi di bidangnya yang siap membangun Indonesia dari masing masing sisi mereka. Atau katakanlah uang yang 32 T itu kita habiskan kepada riset dan penelitian dalam negeri, membangun infrastruktur transportasi dan logistik yang cerdas, membangun ruang hijau dalam kota, membangun sistem drainasi kota besar agar tidak lagi banjir. Memang 32 T terlihat sangat kecil untuk infrastruktur, tapi kalau tidak dicicil tak akan jadi jadi . Mungkin tahun depan cukup 100 T saja yang dijadikan asap. Itupun sudah cukup membuat nafas kita sesak.

Memang semuanya dalam kalkulasi kelihatan mudah, semudah mengedipkan mata. Tapi kalau bukan berhitung dari sekarang, kapan lagi kita mulai berhitung. Tak ada alasan untuk telat mengkalkulasikan kapan seharusnya kita berada di depan. Di Jerman saja ketika anda mengandarai mobil dan melihat lampu kuning, anda harus menghitung jarak mobil terhadap lampu kuning dan kecepatannya. Menghitung di luar kepala secara cepat dan tepat. Apakah anda harus menginjak rem atau menginjak pedal gas. Semua ada rumus matematiknya. Kalau hitung hitungan anda salah maka bisa jadi kecelakan. Disaat anda terus melaju terhadap lampu kuning dari arah yang berlawanan ternyata lampu hijau telah menyala.

Bukan zamannya lagi kita meminta belas kasihan dari negara lain atau menunggu pemerintah negara lain memberi beasiswa buat anak kita. Anak kita, kita yang mengurus, kita yang menyekolahkan dan tanggung jawab kita. Kalau tidak mampu menyekolahkan anak, tidak usah buat anak banyak. Kalau orang tua saya tidak peduli dengan pendidikan, tak mungkin mereka menyekolahkan saya sampai ke Jerman. Di Minangkabau pendidikan itu mulai dari zaman M Hatta, Tan Malaka, Sutan Syahrir sampai sekarang tetaplah nomor satu setelah nomor utama Agama. Jangan heran kalau di desa desa Minangkabau orang tua rela menggadaikan harta mereka hanya untuk melihat anak mereka menjadi seorang Sarjana. Terlepas apakah nantinya dapat pekerjaan atau tidak itu tergantung semangat anaknya masing-masing. Uang bisa dicari dan tidak dibawa mati, orang tua hanya cukup meninggalkan bekal ilmu yang bermanfaat dan agama kepada anak mereka.

Tak heran saya dengan keberhasilan teman-teman kuliah saya yang bisa mengangkat kehidupan sosial keluarga mereka satu tingkat setelah mereka menyelesaikan kuliah. Ketika sahabat saya memberitahu saya bahwa klien di perusahaan dia adalah beberapa MNC dan BUMN besar di Indonesia semakin menumbuhkan rasa optimis saya bahwa suat saat saya harus/mungkin berada satu tingkat diatas kakek saya dalam soal partner dengan beberapa perusahaan tersebut. Passion saya ketika umur 9 tahun masih ada sampai sekarang . Wallahu alam…Allah knows the best..

Tugas dan persoalan yang rumit mungkin sudah menunggu kita sebelum dilahirkan. Semuanya memang tidak bisa diselesaikan hanya dengan tulisan ini, kritikan dan hanya bicara saja, tetapi butuh ide kreatif, solusi, tindakan dan bekerja, bekerja dan terus bekerja..

Muelheim ad Ruhr, 27.06.2012

Bayu van Adam