Mau Kuliah Bachelor di Jerman…?

Alhamdulillah sampai saat ini saya masih menerima beberapa email tiap harinya. Pertanyaan tentang kuliah ke Jerman masih menjadi modus kalau dalam statistik. Yang paling fenomenal buat saya tentu saja artikel “Kuliah kedokteran di Jerman”. Dipublikasikan enam bulan yang lalu. Hanya dalam rentang waktu tersebut, artikel ini telah dibaca hampir 4000 kali. Saya juga tidak menyangka bahwa artikel dan informasi ini begitu dicari banyak orang. Ini kan cuma cerita iseng-iseng menjelang tidur malam karena seringkali insomnia.

Saya juga mohon maaf apabila beberapa email telat saya balas atau harus menunggu satu minggu sebelum dapat jawaban. Tapi InsyaAllah kalau saya ada waktu saya balas segera dan pasti saya balas kalau pertanyaan dapat dimengerti dengan jelas. Bukannya apa-apa, di Jerman harus melakukannya sendiri, memasak, mencuci, belanja makanan dan lauk pauk, mengurus surat ini itu dan tentunya tugas utama belajar dan juga bekerja supaya masih bisa hidup di Jerman. Jadi harus pintar membagi waktu supaya semuanya terselesaikan dengan baik dan harus memilih mana yang menjadi prioritas utama.

Sebelum masuk ke isi inti artikel ini. Beberapa link yang harus dikuasai sebelum sampai di Jerman adalah sebagai berikut:

1. Studienkolleg di Jerman (english and deutsch)

2. Studienkolleg di Indonesia

3. Semua info tentang bagaimana menjadi student di Jerman

4. Goethe Institute (tempat kursus bahasa Jerman)

5. Anda mau jadi Insyinyur Made in Germany…? Download, print di kertas dan baca ini…Engineer in Germany

6. Karier, Pendidikan dan Lifestyle dan Fashion di kalangan anak muda Jerman

7. Perkenalan tentang Jerman lewat video

8. Landskap Penelitian terbaru Jerman

9. Germany “Land of Ideas”

Dari semua pertanyaan yang masuk tentu saja dari mereka yang ingin melanjutkan Bachelor di Jerman, apakah di bidang Kedokteran , Engineering atau Bisnis. Umumnya masih duduk di SMA dan tentu saja pastinya masih bingung sana sini dan tidak tahu harus mulai dari mana. Tak jarang orang tua anak langsung yang menanyakan informasi ini kepada saya. Jangankan anak SMA, bahkan tamatan Teknik Informasi saja pernah masih bingung dan meminta informasi dari nol lagi😉. Saya maklum sifat beberapa anak Indonesia yang maunya disuapi setelah saya kupaskan kulit pisang untuk mereka. Yang sedang membaca artikel ini tentunya bukan termasuk kedalam bagian tersebut dan saya anggap sudah pintar menemukan informasi. Kalau tidak, tidak mungkin anda sampai di tulisan yang belum popular ini. Tantangan di era digital media saat ini bukan lagi menemukan informasi, tapi memilih informasi mana yang benar dan mana yang salah.

Saya bukanlah orang yang menyelesaikan Bachelor di Jerman, hanya melanjutkan Master di Jerman dan Bachelor saya selesaikan di Indonesia. Kalaupun ada beberapa informasi yang sedikit salah atau menyimpang tentang kuliah Bachelor di Jerman, tolong di perbaiki dengan memberikan alasan dan solusinya. Tulisan ini saya buat atas interview dari beberapa teman, mereka yang Bachelor di Jerman, Bachelor di Indonesia dan telah bekerja di Indonesia kemudian melanjutkan Master di Jerman.

###  Mengapa memilih kuliah Bachelor di Jerman?………

Saya yakin anak-anak yang masih duduk di SMA belum semuanya paham MENGAPA….Mungkin hanya melihat bahwa kuliah di luar negri itu keren, cool, hebat, main salju dan bisa menikmati sisa keindahan masa lalu Eropa. Padahal yang seramnya belum kebayang sama sekali.

Sekarang kita berpikir secara logis, jernih dan pakai logika. Pertanyaanya :

  1. Mungkinkan kuliah di Jerman dengan biaya sendiri mulai dari Bachelor tanpa support dari orang tua?.
  2. Mungkinkah bertahan hidup di  Jerman dengan hanya mengandalkan uang jaminan awal yang sebesar 8000 euro, kemudian menyelesaikan Studienkolleg dari sumber dana diatas dan mendapat 8000 euro lagi untuk hidup setahun berikutnya untuk kuliah di Uni/FH dan kemudian berjuang sendiri sampai tamat kuliah?.

Jawabannya Mungkin…

Kalau anda tipe pekerja keras, tahan banting, tidak manja, pintar bagi waktu dan melek informasi. Kalau masih ada sifat-sifat jelek seperti lawan sifat yang  saya sebutkan di atas, mungkin dan lambat laun akan mengalami beberapa masalah kemudian hari di Jerman.  Sifat-sifat baik tersebut bisa saja muncul dengan sendirinya setelah di Jerman karena sudah mengalami yang namanya keterpaksaan,  tapi memang butuh waktu. Ga tau apakah butuh waktu lama atau cepat tergantung diri masing-masing. Mungkin bisa setahun, dua tahun atau tiga tahun baru muncul semangat seperti itu.

###  Kerugian kuliah Bachelor di Jerman.

Sebenarnya tidak ada kerugian yang terlalu fatal. Kalau rugi ngapain juga kuliah ke Jerman.  Di Jerman jarang sekali beasiswa untuk anak Bachelor, karena uang kuliah sudah hampir gratis dan dibeberapa negara bagian Bundesland hanya perlu membayar 250-750 euro  persemestar (termasuk Semester Tiket untuk transportasi) berarti  hanya perlu memikirkan biaya hidup saja sebesar 500 euro perbulan. Kalaupun ada beasiswa, barangkali dari pemerintah Indonesia sendiri seperti Debt Swap dari Dikti yang memang dikhususkan untuk beasiswa anak Indonesia ke Jerman. Cara itu lebih baik dan tentunya lebih mudah. Di beberapa Univ/FH atau Institusi pendidikan atau Yayasan juga ada beasiswa yang lebih spesifik klik di sini.

Jika ingin kuliah atas biaya sendiri harus benar-benar memperhatikan sumber finansial untuk biaya hidup di Jerman. Jika tetap ingin kuliah di Jerman tanpa full support dari orang tua dan hanya mengandalkan kerja part time begitu terdaftar di Uni/Fh di Jerman siap-siap saja waktu studi akan molor beberapa semester. Jangan takut, di Jerman hal itu sudah biasa ketika waktu studi lebih lama dua semester atau lebih dari yang direncakan.

Prosesnya seperti ini : Sebelum mulai kuliah di Univ/FH kita harus mengikuti Studienkolleg dulu selama dua semester di Jerman, sebagai penyetaraan bagi lulusan SMA  luar Jerman untuk dapat masuk ke tingkat Univ. Karena di Indonesia sampai SMA cuma butuh 12 tahun, sedangkan di Jerman butuh 13 tahun, oleh karena itu anda wajib ikut Studienkolleg.  Studienkolleg butuh waktu setahun, berarti uang yang 8000 euro itu akan habis dalam 15 bulan kalau belanja maksimalnya 500 euro perbulan. Kenyataanya mungkin tidak seperti itu. Itu cuma kalkulasi kasar diatas kertas. Pada saat awal kedatangan akan menghabiskan banyak biaya.

Lalu setelah anda lulus Studienkolleg dan mengirimkan applikasi ke beberapa Univ atau FH yang anda dambakan. Setelah menunggu applikasi diterima oleh Univ/FH. Kemudian baru bisa mulai kuliah dan selama perkuliahan kita juga butuh biaya hidup lagi perbulan 500 euro. Artinya mau ga mau kita harus memiliki uang lagi sebesar nominal tsb. Apakah sumbernya  dari orang tua atau bekerja sendiri di Jerman. Untuk bekerja part time pada awal perkuliahan tidak lah mudah. Alasannya, anda baru saja mulai kuliah, dan belajar dengan bahasa baru otomatis harus beradaptasi dengan lingkungan kampus, teman dan system perkuliahan. Kalau dalam bahasa Indonesia saja masih malu-malu, jangan harap dalam bahasa Jerman mudah mendapatkan pekerjaan. Prioritas di Jerman jika kuliah dengan biaya sendiri itu ada empat  dan masing masing harus bisa membagi waktu yang seimbang antara Belajar, Bekerja, Bersosialisasi dan Istirahat. Jika mendapat full support dari orang tua atau beasiswa hanya ada tiga ; Belajar, Bersosialiasi dan Istirahat.

Untuk kuliah di Jerman tingkat Bachelor tanpa full support financial yang cukup memang agak sulit dan sulit, tapi bukannya tidak mungkin. Tapi anda harus menerima konsekuensinya apakah ga cukup tidur, jarang sosialisasi dengan teman atau berantakan dalam perkuliahan atau sibuk bekerja demi menutupi biaya hidup. Semuanya bagai lingkaran yang saling berkaitan satu sama lain dan tak dapat dipisahkan. Kuliah Bachelor pada tahun pertama tidaklah sulit, hanya pengetahuan dasar seperti halnya di Indonesia. Tahun kedua mulai kepada kuliah spesifik jurusan yang diambil dan ditahun-tahun ini merupakan tahun yang krusial karena kuliah sudah mulai susah. Apalagi bahasa baru, yang biasanya membuat shock dalam istilah-istilah dalam bahasa Jerman yang tidak dimengerti. Celakanya pada tahun ketiga ini keuangan sudah mulai menipis alias harus bekerja minimal 50 jam perbulan agar bisa memenuhi biaya hidup sekalian kuliah juga. Kenyataanya, tak mudah..

Seperti yang sudah saya paparkan diatas bahwa telat beberapa semester itu sudah biasa di Jerman terutama bagi yang kuliah dengan biaya sendiri.  Bisa jadi standar tiap orang berbeda beda dalam menghadapi masalah  ini. Kuliah bachelor di beberapa Univ/FH di Jerman lebih padat dari pada perkuliahan di Indonesia. Jika memang masalah keuangan menjadi masalah ketika mau ujian, siap-siap pikiran mulai bercabang selama masa ujian. Apalagi kalau memiliki pacar dan sedang LDRan, siap-siap saja pikiran bercabang tiga..hehehe.

Dalam opini saya dan bisa saja sangat berbeda dengan yang lain. Bagi yang ingin kuliah Bachelor di Jerman tapi modal pas-pasan dalam artian orang tua tidak mampu membiayai full sampai selesai  program Bachelor (biasanya 7 semester) sebaiknya berpikir dua kali dan masak-masak dulu. Bukan mematahkan semangat, tapi bukankah menyingkat masa perkuliahan lebih bagus dan tidak membuang umur hanya demi selembar ijazah Bachelor.

Saran saya, ambil dulu kuliah Bachelor di Indonesia, kalau pintar dan memiliki performance dan IPK yang bagus, apply beasiswa di Univ tempat kuliah atau apply Summer School ke negara mana saja selama kuliah, biar tahu dan sebagai pemanasan untuk siap terjun ke dunia global nantinya. Lalu kalau masih mempunyai spirit untuk melanjutkan ke tingkat Master baru melanjutkan ke Jerman. Selain mematangkan mental, membangun koneksi, memiliki masa bahagia menjadi mahasiswa dan juga lebih mudah mendapatkan beasiswa untuk tingkat Master jika apply dari Indonesia.

Di Jerman juga ada dua tipe pendidikan tinggi yang dapat dipilih oleh anak  yang mau kuliah Bachelor

1. Universitas

Kuliah di Univ lebih diarahkan untuk menjadi peneliti karena beberapa mata kuliah yang diajarkan sangat detail, menekankan pada teori dan formulasi rumus jika kuliah di bidang eksakta sementara itu anda harus dipaksa berpikir kritis dalam sesi perkuliahan. Beberapa jurusan Engineering di Jerman terkenal sulit dan memang kenyataanya sulit apalagi kalau kuliah dalam bahasa Jerman. Sayangnya tidak banyak jurusan yang diajarkan dalam bahasa Inggris, oleh karena itu bahasa Jerman di Jerman sangat penting. Kerja part time pun harus mengerti bahasa Jerman, artinya kemampuan bahasa Jerman mutlak diperlukan di Jerman. Menurut data BCG (Boston Consulting Group) dan McKinsey pada awal graduation memang lulusan FH lebih cepat mendapat pekerjaan dari pada lulusan Uni, tetapi setelah lima tahun kemudian jarang sekali puncak level managemen diduduki oleh tamatan FH, melainkan tamatan Uni. Beberapa CEO di Jerman adalah tamatan Diplom di Univ dan bahkan PhD di University.

2. Fachochschule

Sebagian besar pendapat di Internet, bahwa kuliah di Fachochschule pada kenyataanya lebih mudah dari pada di Universitas. Di FH lebih ditekankan kepada menjadi praktisi bukan menjadi peneliti atau di bidang manajerial nantinya. Jadi anda akan mendapatkan ilmu praktis yang siap digunakan dalam industri. Jika tamatan FH menyelesaikan Bachelor dan ingin masuk Master di Univ maka beberapa dari mereka harus mengambil beberapa mata kuliah tambahan sebelum mulai kuliah di Univ dan apabila tamatan Master FH ingin mengambil PhD di Jerman maka mereka juga disuruh mengambil beberapa mata kuliah satu semester terlebih dahulu. Di FH, absen menjadi penting karena biasanya mahasiwa tidak terlalu banyak dalam satu mata kuliah. Perbedaan yang paling jelas juga terlihat bahwa di Uni memiliki jaringan penelitian dan kerja sama Internasional dengan Univ di US, Canada, Asia, Amerika selatan dan Timur tengah, sementara di FH jarang sekali ada kerja sama penelitian seperti Uni lakukan. Tamatan Fachhochschule memang lebih dekat kepada perusahaan, jadi tergantung niat kuliah di Jerman apakah mau berkarir sebagai peneliti atau praktisi di Industri. Jika ingin mendapatkan kerja dan berkarir di industri sebagai praktisi maka kuliah di FH atau sebagai peneliti dan nantinya akan menduduki level manajerial atau ahli di suatu bidang maka kuliah di Univ atau TU.

### Keuntungan kuliah di Jerman

Tak dapat dipungkiri bahwa belajar di bidang Engineering, Ilmu Alam, Matematik applikasi dan Bisnis di Jerman merupakan sebuah pilihan yang sangat tepat. Jerman merupakan salah satu negara maju yang unggul di bidang riset teknologi dan ekonomi.  Research and Development di Jerman dan kemudian menghasilkan paten menduduki peringkat tiga setelah US dan Jepang. Oleh karena itu mereka yang senang menjadi peneliti , Jerman merupakan pilihan yang cocok. Status sebagai student di Jerman merupakan pilihan yang harus diambil banyak orang, tak jarang banyak juga anak-anak muda Jerman yang hanya kuliah asal-asalan di jurusan sosial demi mendapat Semester Tiket dan beberapa kemudahan sebagai student di sini. Beberapa anak Indonesia juga menunda masa tamat mereka meskipun kuliah sudah selesai karena ketika tamat kuliah dan mendapat ijazah dan hilangnya status student membuat biaya  hidup akan jauh meningkat lebih mahal. Jangan bertanya lebih lanjut kenapa, karena jawaban ini akan diketahui setelah sampai di Jerman nantinya.

Kejujuran bukanlah hal langka di Jerman. Pada waktu ujian semester di Univ/FH hampir tidak ada yang berbuat curang, karena bisa berakibat fatal dan hanya membuat malu negara asal student sendiri. Jadi, sebelum ujian harus benar-benar belajar dan ingat luar kepala karena waktu ujian yang relatif sangat singkat dengan banyak soal yang harus dijawab. Oke, pernyataan terakhir mungkin saja berbeda dengan orang lain, karena itu adalah standar saya. Bisa saja anda lebin pintar dari pada saya.

Saya pernah telat datang satu menit ketika naik kereta menuju kota di negara bagian lain. Hasilnya saya terlambat satu jam sampai di kota tujuan. Artinya, satu menit saja terlambat bisa berakibat fatal dengan tujuan akhir. Orang Jerman sangat disiplin dalam bermacam macam hal. Lambat laun akan mempengaruhi diri sendiri apakah cara membuang sampah, cara berkendaraan di jalan dan cara menghargai waktu.

### Jadi dimanakah sebaiknya kuliah Bachelor? di Indonesia atau di Jerman?

Menurut pendapat saya kuliah Bachelor di Indonesia memiliki banyak keuntungan dan manfaatnya. Di Indonesia akan mengalami masa perkuliahan yang mengasyikan,  karena memiliki teman-teman yang satu budaya yang akan mengerti kamu secara baik. Kalau di Jerman sangat individualis, apalagi kalau susah berintegrasi dengan teman-teman karena tidak punya cukup waktu untuk bersosialisasi.

Dengan kursus bahasa selama enam bulan plus Studienkolleg belum menjamin akan mengerti full di sesi perkuliahan. Bukan masalah pintar atau tidaknya, tapi masalah bahasa yang harus benar-benar diperhatikan. Akibatnya harus bekerja dan belajar  lebih keras dari orang Jerman sendiri atau yang telah lancar berbahasa Jerman.

Dalam penguasaan ilmu basic dalam suatu bidang atau mata kuliah, di Indonesia lebih cepat mengerti karena diajarkan dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris di beberapa mata kuliah. Secara kedua bahasa tersebut sangat  familiar dengan kita sejak SD sekalipun. Dalam bahasa Jerman ga tau deh, „Eng-Ing-Eng“  saya dulu katakan waktu ikut pertama kali perkuliahan  bahasa Jerman, karena dalam membaca boleh mengerti, tapi ketika Professor menjelaskan topik di depan kelas itu yang bikin ngantuk karena ga ngerti Prof bilang apa..hehehe

Jika ingin mengabiskan sisa hidup di Jerman atau ingin tinggal lama di Jerman sah sah saja tidak peduli dengan networking yang dibangun di Indonesia. Pada kenyataanya di dunia kerja atau pendidikan membangun relasi yang bagus dan networking itu sangat-sangat penting apalagi di tanah air sendiri.  Boleh saja saya tebak bahwa banyak yang ingin bekerja dan hidup lama di Jerman, tapi setelah sampai di sini anda akan bisa memutuskan dimana seharusnya anda berada dalam 10 atau 15 tahun mendatang setelah menyelesaikan studi di Jerman. Nah, jaringan relasi di dunia kerja atau networking itu dibangun sangat sempurna ketika berada di tingkat Bachelor di Indonesia. Anda bisa ketemu orang-orang hebat di Indonesia yang nantinya mungkin saja anda menggantikan  salah satu dari mereka.  Sebagai orang asing di Jerman tentunya tidak bisa mendapatkan kesempatan seperti itu seperti di tanah air sendiri.

Kenapa kuliah di Jerman bisa molor beberapa semester dan mungkin bisa dibilang lama tamatnya. Pesan saya, jangan samakan tingkat kesulitan Bachelor di Indonesia dengan di  Jerman. Itu dua hal yang sangat berbeda. Di Jerman perkuliahan tidak diwajibkan absen, terserah mau datang atau tidak. Di beberapa FH, absen menjadi faktor yang sangat penting karena jumlah mahasiswa di FH tidak terlalu banyak dan biasanya masuk penilaian. Hanya kesadaran akan ilmu yang membuat orang memiliki passion untuk hadir selalu di kelas. Di beberapa Univ memberlakukan peraturan bahwa gagal tiga kali ujian langsung DO (Drop Out). Jadi harus benar-benar siap untuk melakukan ujian kalau tidak akan terbuang sia-sia tiga peluru yang dikasih. Di Jerman jangan harap ada Semester Pendek di setiap liburan antara semester. Harus menunggu semester berikutnya atau tahun berikutnya untuk mengambil mata kuliah tersebut.

Percaya tidak?….Kalau untuk mencapai Univ/FH di Jerman bisa mancapai tiga semester waktu tunggu sebelum benar-benar mulai kuliah. Dua semester di Studienkolleg dan satu semester biasanya menjadi Wartesemester (semester tunggu) karena tidak tepatnya waktu kirim applikasi dengan mulai semester di Univ/FH di Jerman. Jadi jika anda tamat SMA di Indonesia dan berharap telah menyelesaikan ZD juga di Indonesia. Berarti umur 19,5 baru mulai masuk kuliah Bachelor, sementara kuliah Bachelor di Jerman programnya 7 semester (3,5 tahun). Untuk menyelesaikan Bachelor di Jerman dengan sesuai program, lancar-lancar dan tepat waktu butuh 5 tahun. Hitungan-hitungan tsb cuma diatas kertas, kenyataanya lebih dari itu karena ada beberapa problem yang nantinya ada di tengah perjalanan studi. Jika kuliah di Indonesia dan anda cukup pintar dan cerdas, saya yakin 3,5 tahun bisa menyelesaikan kuliah di Indonesia.  Apalagi memiliki pengalaman Organisasi dan IPK yang bagus, maka bisa dengan gampang mengajukan beasiswa nantinya. „Membuang umur“ merupakan kata yang sebenarnya tidak tepat untuk menggambarkan Bachelor di Jerman, tapi tidak ada kata lain yang padanannya lebih tepat.

So, tulisan ini kembali kepada diri masing-masing. Saya memakai standar dan logika saya. Saya berharap anda lebih segalanya dari pada saya dalam hal kepintaran dan kerajinan, finansial, kekuatan mental, pengalaman dan juga pengetahuan tentang seluk beluk informasi yang ada di Jerman.

Tak ada gunung yang terlalu tinggi untuk didaki, tak ada lautan yang terlalu dalam untuk diselami. Berpikir logis karena yang tahu kemampuan diri adalah diri sendiri. Mengukur bayang-bayang setiggi badan adalah pepatah klasik yang harus anda ingat yang artinya „mempunyai cita-cita tinggi harus sesuai dengan kemampuan kita“

Professor kuliah Continuum Mechanic saya pernah bilang suatu kali di depan kelas.

„No Wonder how good u are in Mathematic, but for  this Lecture you have to attend the class“. 

“Di sini belajar untuk masa depan adalah sebuah tradisi – untuk itulah saya studi Engineering di Jerman” …….WAJIB DOWNLOAD..

 

13.09.2012, Wesseling – Deutschland

Bayu van Adam

63 thoughts on “Mau Kuliah Bachelor di Jerman…?

  1. Terima kasih mas informasinya. Inspiratif dan sangat membantu sekali. Doakan saya bisa ambil Master di Jerman. Sukses juga buat kuliahnya ya Mas🙂

  2. Assalamualaikum bang, numpang nanya bagaimana menurut anda ketika kita ingin sekolah keluar negeri dan loncatan yang kami lakukan adfalah menjadi aupair? Terima kasih

    salam,

    fenny

  3. Assalaamu’alaikum Mas Adam, sehat-sehat saja bukan? Sekarang lagi Kerja sambil Kuliah Master? Insay Alloh anak saya mau kursrs di Geothe Institute di Mannheim sekita tgl 1 Oktober kedatangan, apa dekat dengan posisi Mas Adam? Disana kalo mo sholat gimana Mas, apa ada semacam musholla di institute apa kemasjid atau gimana? Thanks informasinya, oh ya nanti dating dari Jakarta ke Frankfurt Airport, untuk ke Geothe Institue di anjurkan naik kereta dengan ICE, ke Pusat kota Mannheim, lalu naek trem, ICE ini apa ya Mas,

    Danke

    Arif W.

  4. Terima kasih infonya, saya mau tanya kalau business school di jerman yg bagus dan tidak terlalu mahal untuk bachelor programs apa? dari td googling rata2 sekitar 4000€ – 5000€ per semester. Apa memang semahal itu untuk sekolah bisnis?

    kind regards

    • wah, udah dicari di Internet?. Kuliah bisnis apakah S1 atau S2 memang mahal, karena tujuannya untuk cari duit. Ga di jerman di US, di Belanda. Semuanya memang bayar. Yang pakai bahasa Jermanpun tetap harus bayar diatas rata2 uang kuliah jurusan biasa.

      coba dicari secara spesifik jurusan bisnis yang tidak harus bayar ribuan euro. Misalnya BWL (betriebwwirtschaftlehre)..jurusan favorit buat anak2 Jerman.

      • terima kasih mas balesannya. ngomong2 kalau untuk kuliah bachelor minimal harus level berapa di goethe? German saya minim sekali soalnya, anw selain bwl di mannheim uni. Universitas apa lagi yg menawarkan program BWL? Kalau boleh tau sekitar berapa tuition fee untk persemester? Terima kasih..

      • kalau untuk bachelor harus Studienkolleg dulu sehingga memiliki kemampuan bahasa Jerman yang baik. Kalau bahasa Jerman pas-pasan, susah lulus dari Studienkolleg.
        Saya ga tau pasti uni apa aja yang menawarkan BWL di Jerman, tapi coba kamu cari di Google dan ketik ini “BWL in germany”. Mudah2an ketemu ratusan kampus yang menawarkan kuliah BWL.
        Tuition fee juga tergantung Uni/FH. Jadi sebaiknya banyak2 membaca dari website kampus atau flyer2 kampus yang dengan mudah ditemukan di Google.

    • Bukannya saya ga mau menulis dalam bahasa Jerman. Dalam bahasa Indonesia saja tulisan saya susah dimengerti dan masih banyak pertanyaan yang sebenarnya sudah terjawab dalam isi artikel tsb. Yang jelas artikel ini ini untuk anak Indonesia.

  5. Utk pertama kalinya saya membaca mengenai kuliah di Jerman (selama ini tidak tertarik, karena keinginan putri saya adalah ke kuliah ke Jepang). Dan sangat surprise bertemu dengan “urang awak” yg sdh malang melintang di Jerman… Piaman nyo dima Da?… Awak Piaman juo, tapeknyo Sungai Sirah-Jati…. Salam kenal yo…

    • Hallo Uni..
      Makasih banyak alah mambaco blog sederhana iko..
      Ambo Piamannyo dakek SMEA Pariaman di kampung baru dakek rumah sakik umum pariaman.
      salam kenal pulo ni..

  6. ini tulisannya bermanfaat banget om🙂 Jadi ngerubah pikiran saya yg rencananya lulus SMA nanti, mau kuliah ke jerman, kalo di pikir2 bner juga ambil bachelor di Indonesia dulu, sekalian cari bekal dulu buat kesananya…
    jadi, kalo mau nglanjutin S2 di jerman gag pake ikut studienkolleg kan? menurut om, biaya hidup paling murah di jerman itu di kota mana?
    thank’s for the answers.

    • Iya, selain tidak membuang waktu. Kesempatan untuk mencari networking dan tingkat understanding ilmu dasr itu dibangun ketika masih Bachelor. Nah, di Indonesia itu sangat banyak kesempatannya, karena dalam bahasa dan budaya sendiri.

      kalau mau Master nanti ke propinsi Nord Rhein Westfalen saja. Saya tinggal di sini dan kota besarnya banyak serta biaya hidup yang murah..

  7. biaya hidupnya itu kalo dibandingin sama berlin lebih murah dimana? yang katanya sih denger2 aja berlin itu biaya hidupnya paling murah.

    universitas2 di jerman itu ada kelas internasionalnya nggak ya? kan biar nggak perlu kursus bahasa jerman.

  8. mas, klo mo ambil study S3 apa ada rekomendasi kota yang sebaik na dituju untuk berkuliah na? klo misal di uni stuttgart ok kah kira2 ? yang berhubungan dengan IT. kira2 brpa biaya hidup di stuttgart? ya bwt ancang2 ukuran lah. danke

    • Nah, kalau S3 jangan liat kotanya. tapi liat Istitute atau Professornya. Apakah sesuai dengan bidang yang kita inginkan.
      Saya ga tau Uni apa yang bagus buat S3, kecuali mbak Galuh sendiri yang tau arah risetnya mau ke mana.
      Di Stuttgart 600 cukuplah, agak sedikit mahal dan biasanya perempuan butuh lebih banyak barang2 dari pada pria🙂

  9. assalamualaikum mas.

    sangat bermanfaat sekali informasinya mas, saya jadi tambah semangat untuk kuliah master di jerman.😀 . saat ini saya lagi perjuangan menuntaskan S1 saya mas, setelah itu baru apply program master ke jerman,, ingin tanya mas mengenai TU freiberg, apakah biaya perkuliahannya gratis ato gak?. kalau ingin program master mining selain TU freiberg dimana ya mas? mohon bimbingannya ya mas. 😀

  10. Assalamualaikum Om, saya Tera, skrg kelas 12. Saya mau tanya beberapa pertanyaan karena kesulitan waktu cari di internet, mohon dijawab ya🙂
    1. Di Jerman, bidang biologi (seperti oseanografi/kehutanan/bioresource) unggul atau tidak? Karena selama ini, image yg saya tangkep hanya teknik dan kedokterannya yang unggul.
    2. Studienkolleg masih bagian dari universitas atau lembaga tersendiri? Semisal saya STK di uni Heidelberg, apakah akan kuliah juga di uni Heidelberg?
    3. Persyaratan berkas-berkas untuk mendaftar di STK bisa dilihat dimana? Saya cari di website-nya tapi nggak ketemu (bingung juga karena nyampur sama yang universitas)
    Terima kasih atas waktunya🙂

  11. Selmat siang, perkenalkan nama saya Afriani. Saya lulusan S1 Matematika dengan konsentrasi di bidang statistik. sekarang bekerja di stasiun tv swasta indonesia dan beRencana ingin mencari Beasiswa utk memperdalam ilmu matematika dan ingin mengajar di kemudian harinya. sekarang ini saya bingung bagaimana memulai untuk mencari2 scholarship yg pas dan mantap utk memperdalam matematika. Minta wejangan baik kata2 atau bagaimana langkah2 awak utk mwmulainya pak. Mohon info2nya yaa, Thanks

  12. Asslamualaikum Bayu,, wie geht dir ? Masih ingat sama saya kaan,, udah lama juga ya saya ga email mas Bayu,, seneng baca ulasan diatas,,okey,, sukses selalu yaaa,, wassalam

  13. Permisi mas,mau tanya.selama ini saya lulus SMA langsung kerja.sampai lupa klo usia saya skrg udah 26thn.saya lulus SMA 2005.nah saya pingin kuliah nih mas.rencana mau di universitas swasta di jakarta.karena usia/thn kelulusan saya sulit untuk masuk negeri.dengan pertimbangan by kuliah universitas swasta (UPH,TRISAKTI,dan sekelasnya) juga mahal.saya kepikiran kuliah ke luar negeri sekalian gitu.ada rencana ke jerman.tp kok harus kursus bahasa 6bln,stk 1thn.apa gak ketuaan ntar?ada saran gak mas?

    • iya mas Chievo. Kalau mau masuk bachelor di Jerman dan cuma tamatan SMA di Indonesia harus ikut Studkol dulu minimal setahun. Sebagai penyetaraan bagi lulusan asing di Jerman. Di Jerman butuh 13 tahun untuk bisa sampai kuliah, di Indonesia cuma 12 tahun untuk bisa masuk Univ. Ga ada cara lain kalau mau masuk Bachelor di Jerman kalau tamatan SMA di Indonesia. Ya, kalau ga sayang umur sih ga apa2..

  14. Terima kasih atas infonya yang sangat berharga mas Bayu,
    Saya mau bertanya, umur saya skrg 19th dan sedang mengambil program sarjana teknik dan sudah sampai di semester 4, tp saya tidak merasa cocok dengan tmpt saya belajar skrg dan ingin pindah kuliah ke jerman, saya sudah les bahasa jerman sampai tingkat A2 dan sampai sekarang masih berlanjut, dari segi finansial alhamdulilah bisa membiayai saya kuliah disana, Nah pertanyaan saya :

    1. Apakah saya membuang umur saya mas? karena saya sudah hampir 2 tahun kuliah
    2. Lebih baik diplom(S1) atau master(S2) kalau ingin berkuliah diluar negri? karena dari pengalaman guru saya S1 itu relatif lebih lama jadi bisa membangun relasi dan mempunyai banyak teman dari mancanegara dibandingkan S2 yang (katanya) lebih cepat masa perkuliahannya
    3. Berapa banyak siswa dari Indonesia yang gagal kuliah di jerman? (gagal masuk studkol, gagal ujian studkol, tidak lulus2, DO dsb)

    thanks
    best regards
    reza

    • Hallo Reza..

      1. Ya benar sekali membuang umur. Nanti di sini bakalan disuruh ulang lagi dengan mengikuti Studienkolleg. Berarti butuh sekitar 1 tahun tambahan juga. Karena beban bachelor di Indonesia lebih tingggi dari Indonesia. Kalau memang pintar dan rajin bisa tamat empat tahun. Kalau nggak, bisa molor satu semester atau lebih.

      2. Lebih baik selesaikan S1 di Indonesia dan nanti lanjut master ke Jerman. Tidak selalu benar kecuali memang gurunya kuliah S1 di US. Kalau di Jermasn beda, di sini orang cenderung individualis. Membangun relasi tidak selalu berdasarkan kuantitas waktu, tapu kualitas waktu yang dihabiskan.

      3. Data yang DO lumayan banyak, apalagi kasus orang asing di Jerman yang bakal banyak mengalami beberapa masalah setelah sampai di sini. Saya tidak punya data akurat, tapi saya pernah jadi saksi DO beberapa teman.

      salam

      bayu

  15. salam kenal mas. Nice share and inspirative one.
    saya tertarik dengan kata-kata “membuang umur”.
    yet so true, but it’s worthed i think.😀

    • Ga ada sekolah kejuruan di Jerman macam SMK di Indonesia. Kalau mau kuliah sebaiknya di tahap bachelor saja atau Master. Karena ribet urusannya kalau mau masuk SMA di Jerman bagi orang Indonesia

      • Saya mau menambahkan informasi untuk Diana,tentu saja di Jerman ada sekolah kejuruan (Berufschule yang di Indonesia setara dengan SMK)

  16. Mas van adam pengen tanya nih. Gimana kalo yang udah S1 Indonesia tetapi ingin mengulang S1 lagi di jerman dengan jurusan berbeda. Apakah harus ikut studienkollege lagi?
    Terima Kasih

  17. Assalamualaikum,, mas Bayu apa kabar ? Smg sehat n sukses selalu,,dan semoga juga msh ingat saya ya,,mas Bayu mohon link untuk kuliah ambil jurusan design grafis,, kebetulan anak ku berminat ambil jurusan tsb,, nah studkoll nya ambil Kurs apa ya ? W atau M dan itu ada di stk mana,, krn sy cari2 agak sulit ya kalau ambil design grafis,, makasi mas Adam,, ohya boleh saya minta email mas Bayu ?

  18. Assalamualaikum mas Bayu,, alhamdulillah anak ku sdh lulus UN april thn ini,, sesuai dg email2 saya dg mas bayu tahun lalu, serta blog mas bayu ƳϞƍ selalu saya baca juga saran serta advice mas bayu pun saya jalani,, skrg anak ku sejak april ini mulai superintensif di Goethe dan bila lancar semua, kira2 sept ujian B1,, nah krn pengalaman sy dg agent2 di indo, maka semua coba sy jalani sendiri utk kepengurusan di indo,, skrg sy lagi nyicil2 terjemahan utk akte, juga raport ƳϞƍ sdh sy terima, hanya ada ƳϞƍ agak membingungkan saya,, andai dia sept selesai, anak sy rencana mau berangkat nov tahun ini, sementara utk aufnahme test studkol kan sekitar feb ya,, nah utk menunggu waktu,, apakah sy sprachkurs kan dia dulu utk 3 bln (nov,des,jan) utk melanjutkan B2 ? Atau sy coba daftarkan on line di studkoll ? Jadi dia berangkat awal tahu ? Mohon saran mas Bayu,, terima kasih

    • Wah, email mbak emily banyak yang belum saya balas ya. Iya, dia bisa sprachkurs dulu sebelum aufnahme test untuk studkol. Lebih baik ikut sprachkurs dulu biar anak mbak bisa adaptasi di jerman dan supaya tidak shock.🙂

  19. Yg mirip kejuruan kalau d jerman namanya ausbildung, tp untuk pendatang susah dpt tempat biasanya hanya untuk org jerman. Coba aja cari info SMK Kolese Mikael Solo, itu di indonesia tp pake standar jerman.

    • Saya mau menambahkan Informasi untuk jawaban Mas Willy tentang Ausbildung dan sekolah kejuruan di Jerman.
      Ausbildung merupakan pendidikan lanjutan yang bisa diikuti setelah wajib belajar selesai ditempuh (Ausbildung tidak setara dengan SMK dan jumlah tahun untuk wajib belajar yang harus di tempuh untuk setiap Ausbildung berbeda) sedangkan sekolah kejuruan itu sendiri merupakan tingkat pendidikan yang lebih rendah dari Ausbildung(contoh Berufsschule).Sedangkan chance untuk dapat Ausbildungplatz itu sendiri tergantung dari jenis Ausbildungnya sendiri,apakah itu Betrieblicheausbildung atau Schulischeausbildung.Ausbildung tidak hanya untuk warga negara Jerman saja,orang asingpun bisa mengikuti ausbildung di Jerman (terutama Schulischeausbildung) selama orang asing yang ingin mengikuti Ausbildung memenuhi persyaratan yang di tentukan.

  20. Bravo!!
    Blog & penulis yg super🙂

    Just sharing, jarang lho ada yg spt Mr.Adam, membantu jawab setiap pertanyaan2 pembaca disela-sela waktu luang.

    Jujur saya ada bbrp tmn yg pindah ke Jerman, hrsnya sesama tmn Lbh enk dimintain info tp… Kenyataan berbeda😦

    Keep sharing, Adam.. Many thanks for your kindness & usefull information about Germany.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s