Material Management: Planning and Procurement

To spend money is easy
To spend it well is hard” -Wesley C Michel

Introduction

  • Material management is a scientific technique, concerned with planning, organizing and controlling the flow of materials from their initial purchase through internal operations to the service point through distribution.
  • The material management in the health care system is concerned with providing the drugs, supplies and equipment needed by health personnel to deliver health services..
  • About 40 percent of the funds in the health care system are used up for providing materials.
  • It is of great importance that materials of right quality are supplied to the consumers

Material management integrates all materials functions

  • Planning for materials
  • Demand estimation
  • Purchasing
  • Inventory management
  • Inbound traffic
  • Warehousing and stores
  • Incoming quality control

Material Planning

  • “Material planning is the scientific way of determining the requirements that goes into meeting production needs within the economic investment policies”. – Gopalakrishnan & Sunderasan
  • It is done at all stages and all levels of management. Material planning is based on certain feedback information and reviews.

 Aim of material management planning
To get:

  • The Right quality
  • Right quantity of supplies
  • At the Right time
  • At the Right place
  • For the Right cost

Purpose of material management planning

  • To gain economy in purchasing
  • To satisfy the  demand during period of replenishment
  • To carry reserve stock to avoid stock out
  • To stabilize fluctuations in consumption
  • To provide  reasonable level of client services

Basic principles of material management Planning

  • Planning
  • Organizing
  • Staffing
  • Directing
  • Controlling
  • Reporting
  • Budgeting
  • Sound purchasing methods
  • Skillful and hard poised negotiations
  • Effective purchase system
  • Should be simple
  • Must not increase other costs
  • Simple inventory control programme

Elements of material management Planning

  • Demand estimation
  • Identify the needed items
  • Calculate from the trends in Consumption
  • Review with resource constraints

Procurement.

Objectives of procurement system

  • Acquire needed supplies as inexpensively as possible
  • Obtain high quality supplies
  • Assure prompt and dependable delivery
  • Distribute the procurement workload to avoid period of idleness and overwork
  • Optimize inventory management through scientific   procurement procedures

Procurement cycle

  • Review selection
  • Determine needed quantities
  • Reconcile needs and funds
  • Choose procurement method
  • Select suppliers
  • Specify contract terms
  • Monitor order status
  • Receipt and inspection

Methods in Procurement Process and Negotiation Strategies

  • Open tender
  • Restricted or limited tender
  • Negotiated procurement
  • Direct procurement
  • Rate contract
  • Spot purchase
  • Risk purchase
  • Many Suppliers Strategy
  • Few Suppliers Strategy

Points to remember while purchasing

  • Proper specification
  • Invite quotations from reputed firms
  • Comparison of offers based on basic price, freight and insurance, taxes and levies
  • Quantity and payment discounts
  • Payment terms
  • Delivery period, guarantee

Procurement of equipments

  • Latest technology
  • Availability of maintenance and repair facility, with minimum down time
  • Post warranty repair at reasonable cost
  • Upgradeability
  • Reputed manufacturer
  • Availability of consumables
  • Low operating costs
  • Installation
  • Proper installation as per guidelines

Storage

  • Store must be of adequate space
  • Materials must be stored in an appropriate place in a correct way
  • Group wise and alphabetical arrangement helps in identification and retrieval
  • First-in, first-out principle to be followed
  • Monitor expiry date
  • Follow two bin or double shelf system, to avoid stock outs
  • Reserve bin should contain stock that will cover lead time and a small safety stock

Conclusion

  • Material management is an important management tool which will be very useful in getting the right quality and right quantity of supplies at right time.
  • Having good inventory control and adopting sound methods of condemnation and disposal will improve the efficiency of the organization.
  • Principles of material management and procurement are applicable to every organization as well as individuals.

References

  1. Basavanthappa B T. Nursing administration. ( Ist edn). New Delhi: Jaypee brothers medical publishers (p) ltd; 2000.
  2. Gopalakrishnan & Sunderasan: Material Management, Prentice Hall of India Pvt Ltd. New Delhi, 1979.
  3. Kulkarni G R. Managerial accounting for hospitals. Mumbai: Ridhiraj enterprise; 2003.
  4. Kumar R& Goel SL. Hospital administration and management. Vol 1 ( first edn).New Delhi: Deep & deep publications;
  5. Gupta S& Kanth S. Hospital stores management, an integrated approach.( First edn). New Delhi: Jaypee brothers; 2004.

Mencari solusi di bisnis kontainer, Reposition USD 15 Miliyar

Dalam dunia per-Kontainer-an ada dua jenis perusahaan yang punya kontainer dan Vesselnya yang disebut Shipping Line, big playernya Maersk, MSC (Mediterranean Shg Co), CMA-CGM Group, OOCL, Evergreen, COSCO, Hamburg Sued dll dan yang punya kontainer saja tapi ga punya Vessel disebut Leasing Comp kayak TAL, Triton, SeaCube, DongFang dll. Saya hanya akan membahas tentang Shipping Line dan lebih jelasnya Market Share masing2 Shipping Line dapat dilihat di tabel di bawah ini.

  1. Perusahaan Shipping Line berdasarkan jumlah kontainer TEUS & Market share

maersktop-54085

Market Capitalisation semua perusahaan Shipping Line ini adalah sekitar USD 100 Miliyar (ca Rp 1400 Triliyun) dan mereka inilah yang memiliki dan mengontrol peredaran kontainer di seluruh dunia yang berjumlah sekitar 30 juta container pada tahun 2014 ( 20ft, 40ft dan 45ft).

Problemnya adalah dari jumlah Market Cap USD 100 miliyar tersebut, sekitar USD 15-20 Miliyar adalah biaya untuk Reposition (Repo dalam bahasa gaulnya di industri Logistic). Reposition ini juga menghasilkan 19 juta ton CO2 (Karbondioksida) secara global yang setara dengan 90 miliyar mil perjalanan dengan mobil standar (mobil 1.500 CC). Biaya Repo sangat berpengaruh terhadap keuangan Shipping Line karena tidak punya Value Added baik bagi Customer maupun Shipping Line sendiri serta mengganggu Supply Chain ekonomi suatu negara. Proses Repoisition ini hanya memindahkan kontainer kosong dari suatu negara ke negara lain karena expor impornya dalam kondisi imbalance. Idealnya jumlah kontainer impor full yang masuk suatu negara, maka harus dalam kondisi full juga untuk ekspor supaya tidak terjadi imbalance (ketidakseimbangan) flow container.

2. Jumlah kontainer ekspor, impor berikut empty kontainer di Australia.Australia port exim.jpg

Dari data di atas bisa dilihat bahwa Australia mengimpor 2,9 juta kontainer dan mengekspor 1,9 juta kontainer dalam kondisi full. Ada 1,2 juta kontainer yang diekspor dalam kondisi empty/kosong ke negara lain. Perpindahan kontainer kosong ini tidak membawa value dan memberatkan keuangan bagi shipping line dan menjadi beban biaya operasional, tetapi wajib dilakukan untuk mencapai keseimbagan supply dan demand. Biaya yang terjadi pada proses Repo ini adalah biaya LiftOn & LiftOff, biaya trailer untuk transportasi dari Depot ke Pelabuhan dan biaya driver.

3. Proses aliran kontainer di suatu negara

container flow

Secara umum proses aliran perpindahan kontainer adalah seperti gambar di atas. Proses ini melibatkan Shipping Line Company, Pelabuhan, Eksportir, Importir dan perusahaan kontainer depot. Setelah kapal yang membawa kontainer impor sampai di pelabuhan, kontainer di bongkar di pelabuhan dan di jemput oleh importer lalu importir membongkar barang mereka dan mengembalikan kontainer ke depot yang ditunjuk oleh shipping line company.  Sebelum mengembalikan kontainer ke depot yang di tunjuk, dilakukan survey oleh depot tsb apakah terjadi kerusakan yang perlu diperbaiki atau tidak. Di negara yang biaya labour cost nya tinggi seperti di US atau Australia, maka perbaikan dilakukan di negara yang berorientasi ekspor sekaligus biaya yang murah.

Seiring dengan meningkatnya perdagangan internasional, empty container menjadi ancaman yang serius bagi Shipping Line karena sekitar 27% biaya managemen container berada pada proses Reposition ini dan pastinya akan menurunkan profit dan competitive advantage dan harga yang akan diberikan ke customer. Pokoknya dimanapun kontainer berada pasti ujung-ujungnya biaya. Belum lagi kalau kontainer menginap di Container Yard milik perusahaan Depot untuk menunggu proses Reposition ke negara lain, maka akan dikenakan juga biaya inap kontainer di Depot ( Depot memiliki Container Yard ). Operasional cost untuk handling bongkar muat dari dan ke trailer juga lumayan besar ( ex: 20ft = Rp 260.000).

4. BCG meluncurkan web platform untuk meminimalisir efek reposition, bayangkan kalau punya solusi untuk bisnis USD 15 miliyar ini ( Rp 210 triliyun)

bcg repo.jpg

Biasanya umur kontainer 10-12 tahun dan dalam rentang waktu tsb harus dicapai jumlah revenue minimal  yang dihasilkan oleh kontainer tsb. Kontainer tidak bisa menghasilkan revenue jika dalam kondisi idle untuk waktu yang lama atau dalam kondisi reposition dan hal ini mengakibatkan Shipping Line Company harus invest lagi di container baru dan biaya maintenance nya yang berarti harus memiliki working capital yang lebih lagi.

Pengaruh terhadap customer adalah jika pada kondisi semakin lama kontainer berada di negara yang surplus kontainer sementara demand di negara yang defisit kontainer sementara demand di negara defisit kontainer banyak, maka kepercayaan customer thd Shipping Line Company semakin berkurang dan tertundanya proses ekspor atau ketidakpastian kapan kontainer kosong tersedia sesuai requirement eksportir.

5. Biaya pengiriman masing2 jalur kapal di dunia

cost

Karena imbalance kontainer jadi terjadi perbedaan harga pengiriman kontainer walaupun meewati rute yang sama seperti tabel di atas. Tantangannya jelas yaitu insufficient supply dan demand kontainer dan hal ini menjadi serius jika dalam peak season dan saat tsb demand meningkat. Jika Shipping Line tidak bisa mengisi Supply kontainer tsb maka akan berdampak pada revenue perusahaan dan customer akan mencoba booking di perusahaan Shipping Line yang lain. Atau kasus jika customer melakukan booking kontainer tetapi pihak shipping line belum bisa memberi kepastian kapan kontainer tersedia sesuai permintaan customer , maka customer melakukan bookingan di tempat lain akibatnya customer harus melakukan cancel pada salah satu Shipping Line pada last minute. Dalam kasus ini sulit bagi shipping line untuk mengetahui dan menganalisa tentang demand di masa datang.

Pengaruhnya terhadap pelabuhan adalah mengurangi efisiensi pelabuhan karena inventry level Container Yard di pelabuhan terbatas hanya 60.000 kontainer (Pelabuhan Sydney) dan jika sekian persen diisi oleh kontainer kosong yang akan Repo maka akan menghambat proses bongkar muat kontainer full dan mengurangi effisiensi Container Yard di pelabuhan. Saat ini Pelabuhan Sydney hanya diisi 41.312 TEUS kontainer yang berarti 2.17% dari total 1,9 juta TEUS kontainer ekspor.

Proses Repo ini mengganggu Supply Chain kargo karena biaya yang tidak perlu untuk  memindahkan kontainer yang kosong, jadi biaya operasional bertambah tanpa menghasilkan revenue dan berdampak pada customer karena harga transportasi  menjadi lebih mahal. Dalam dunia logistik beberapa kampus dan peneliti telah membuat mathematical modeling dan hal ini selalu menjadi is yang besar untuk diselesaikan.

Solusi untuk Shipping Line untuk proses Repo ini bisa dua hal yaitu dari eksternal dan internal. Dari Internal bisa memperbaiki manajemen kontainer secara strategi dan operasional level seperti menentuka jalur pelayaran dan vessel yang paling tepat dan optimal secara revenue, waktu dan cost dalam operasional. Untuk eksternal Shipping Line bisa berkolaborasi dengan Shipping Line yang lain yang membentuk Aliansi untuk menghemat operasional cost, pengembangan di teknologi kontainer yang foldable dan melakukan riset pasar tentang jalur baru yang lebih effisien dan bisa generate revenue. Untuk aliansi kontainer seperti di bawah ini:

  • The G6 (APL, Hapag-Lloyd, Hyundai Merchant Marine Company, Mitsui O.S.K. Lines, Orient Overseas Container Line, and NYK Line)
  • CKYHE (China Ocean Shipping (Group) Company, Evergreen Marine Corporation, Hanjin Shipping Company, “K” Line Ship Management Company, and Yang Ming Group)
  • Ocean Three (China Shipping Container Lines Company, CMA CGM, and United Arab Shipping Company)
  • 2M (Maersk Group and MSC).

6. Grafik profit & jumlah kapasitas angkut TEUS masing2 Shipping Line tahun 2014

profit.jpg

Strategic planning : Shiping Line harus membuat kebijakan di strategy dan manajemen tentang business direction perusahaan, kemudian membuat decision berdarakan resource yang dimiliki. Untuk jalur pelayaran  harus melakukan riset berdasarkan data-data tentang pelabuhan mana yang potensial  secara demand, supply dan cost nya. Shipping Line juga harus fokus kepada perencanaan ukuran kapal, jumlah kapal yang dibutuhkan untuk membawa kontainer2 tsb dari suatu negara ke nagara lain. Proses ini mirim dengan trayek angkot cuma ada variabel2 yang lebih dan harus mempertimbangkan segala sesuatunya dengan biaya. Sebagai info sebuah Vessel Maerks dengan kapasitas 15.000 TUES akan menghabiskan 240 gallon (900 liter )BBM per jam nya, kebayang biaya operasional per jam berapa sedangkan kapal berlayar bisa dalam hitungan hari atau bulan di tengah lautan.

BCG bulan November 2015 yang lalu meluncurkan web platform xChange, a Web-based marketplace untuk mengefisiensikan perpindahan kontainer, mengurangi biaya operasional dan emisi yang dihasilkan oleh vessel.

Jakarta, 27.01.2016

Van Adam

Sumber info grafik dan data:

  • McKinsey report : Lanside operations : The next frontier for container – shipping alliances (Martin Joerss, John Murnane, Steve Saxon, and Ronald Widdows), April 2015.
  • Maritime Logistic : Contemporary Issues (Container flows and empty containe repositioning), Ada Suk Fung Ng
  • http://www.bcg.com/news/press/17november2015-bcg-launches-xchange.aspx

 

Story at/of Ethylene Plant

The process to produce ethylene is one of the most complex processes in industry. Due to the huge amount of components which are produced by thermal cracking of the feedstock various separation steps are required to produce the desired quality of ethylene and of other possible byproducts.
Crude oil and natural gas liquids are most often regarded as “energy” products substances that fuel cars, homes, factories and offices. However, they are basically mixtures of thousands of different hydrocarbons that can be rearranged to make petrochemical products one of which is ethylene.
Ethylene is used in the production of a variety of everyday articles that are used around the home, such as plastics, textiles, toiletries, detergents, paints, antifreeze, lightweight car  components and medical supplies. It can also be used to help seedlings, vegetables and fruit  trees ripen and grow faster
process analysis
These are the step Ethylene production
Step 1: Preparation and storage
When the ethane arrives at FEP it still contains carbon dioxide, which must be removed before the feedstock can be used in the production of ethylene. This part of the process – which is known as feed treatment – uses an amine-based solution to wash the ethane and remove the carbon dioxide. Once treated, the ethane can be processed immediately or temporarily stored in the ethane tank. Propane can be used to supplement the ethane if supplies are low
Step 2: Steam cracking
The next part of the process is the actual cracking, where the ethylene is produced. The ethane feedstock is fed into seven furnaces, where it is mixed with steam and heated until it reaches temperatures above 800ºC. Under these conditions, the ethane breaks down into ethylene and small amounts of other gases, including hydrogen. When the maximum amount of ethylene  as been produced, the cracking reaction is stopped by quickly cooling the furnace process stream. Steam generated as the furnace process stream is cooled is used to power machinery at the plant.
Step 3: cooling
The ethylene mix is then cooled to 25ºC in a series of heat exchangers and a piece of equipment called a quench tower, where cold water is cascaded down over the gas. During this process some of the by-products, such as tar, condense and are removed. Once it has been through the tower, the water is cooled again, cleaned and returned to the top of the tower to be re-used.
Step 4: Compression
Next, the gas is fed into a process compressor, driven by a powerful combination of gas and steam turbines. Once compressed, it is cooled again in what is known as the “cold box”, using a series of heat exchangers.
Step 5: Separation
When it reaches very low temperatures, the gas mixture becomes a liquid. The different components making up the gas are then separated by carefully boiling them off in a process known as distillation (or fractionation). This takes place in a series of three tall towers. In the first tower, known as the “de-methaniser”, hydrogen and methane are removed from the top. What is left is then fed into the second tower, the “de-ethaniser”. From the bottom of the de-ethaniser, a mixture called C5+ is drawn off. This is a valuable hydrocarbon, which is  hipped to plant for processing aromatics plant, and ultimately used to make products like synthetic fibres, packaging and insulation materials. The ethylene, acetylene and any remaining ethane are removed from the top of the de-ethaniser and they are routed to the acetylene converters where hydrogen is added to convert acetylene to ethylene over a catalyst. The ethane and ethylene mix then enters the final tower – the “ethylene splitter”. Here the gases separate and any ethane that hasn’t been cracked is recycled back to the furnaces to be processed again.
Thanks to

Daftar perusahaan EPCC (Engineering, Procurement, Construction and Commissioning) dan Service di Indonesia

54petroleum-engineering

Ketika saya ikut terlibat sebuah proyek di salah satu perusahaan Polimer dan Poliolefine di Cologne tahun 2012 dan 2013 saya baru tahu kalau Hochtief AG, perusahaan yang bermarkas di Essen, Jerman adalah salah satu perusahaan EPC dengan revenue terbesar di dunia yang juga ikut terlibat dalam proyek ini. Kalau di Asia Pasifik mereka punya anak perusahaan namanya Leighton dan Thiess, kedua perusahaan ini bermarkas di Australia.

Lalu saya jadi penasaran tentang EPC apa saja yang bermain dan memiliki proyek di Indonesia serta Asia Pasifik. Maklum, untuk Natural Gas sekarang ini lagi ada proyek gila-gilaan di Australia serta Indonesia.

Ada Proyek gas Gorgon senilai US $57 miliar yang dikelola oleh Chevron, Exxon dan Shell. Ditaksir kandungan gas di proyek ini sebesar 40 triliun kaki kubik. Kemudian ada proyek Ichthys senilai US $43 miliar antara INPEX dan Total. Untuk lebih jelasnya tentang proyek besar energy abad ini baca di sini.

Untuk menunjang pembangunan beberapa proyek tersebut perlu dan wajib perusahaan EPCC ikut serta di dalamnya. Beberapa perusahaan EPCC local/ Internasional yang memiliki proyek di Indonesia adalah sebagai berikut :

1. Aker Solution

Perusahaan asal Norwegia yang bermarkas di Oslo ini berdiri tahun 1841 dengan nama Aker Mechanical Workshop, kemudian gabung dengan Kvaerner Brug dan menjadi Aker Kvaerner di tahun 2004. Tahun 2008 namanya diubah menjadi Aker Solution, karena bagi Non-Norwegia susah sekali meng-eja-nya. Spesialisasinya di bidang produk dan service di Engineering, konstruksi, maintenance, modifikasi serta operasi dari ladang baru ataupun yang lama. Di Indonesia memiliki kantor di Batam;

Animasi Video dan Informasi dalam bentuk flas dapat dilihat di Discover Aker Solution. Karir Global, dan projek terbaru mereka di sini. September tahun lalu Aker Solution mambuat MoU dua tahunan dengan ITB, UGM dan Politeknik Batam untuk memberikan peluang internship bagi 12 mahasiswa di ketiga isntitusi tsb setiap tahunnya.

2. JGC Indonesia

Perusahaan EPC asal Jepang ini berdiri tahun 1928 dan telah exist di Indonesia sejak tahun 1974. JGC termasuk ke dalam top five EPC besar dunia dan bergerak di bidang Enegineering service, project manajemen, kelayakan studi, FEED, EPCC dan O&M (operation and maintenance). Beberapa pryek yang sudah selesai di Indonesia cek di sini . Dua bulan lalu JGC Global baru saja memenangkan kontrak proyek FEED untuk LNG di Kanada.

3. Gunanusa Utama Fabricator

Gunanusa merupakan salah satu EPC Indonesia yang sukses menyelesaikan lebih dari 100 struktur offshore. Jasa Gunanusa meliputi di Engineering, Procurement, Fabrikasi dan Konstruksi serta Hook-Up dan Instalasi. Saat ini Gunanusa terlibat dalam proyek Total E & P Myanmar – Yadana

4. AMEC Berca

Perusahaan ini adalah JV antara AMEC yang di UK dengan Berca group asal Indonesia. Perusahaan ini bergerak di bidang jasa Migas, Mineral tambang, Power plant dan industry servis. Projek yang ditangani Amec Berca saat ini adalah COP Baku di Azerbaijan, Enquest Knightbridge di Aberdeen UK, COPI South Belut dan COPI water re-injected di laut Natuna. Mereka sudah banyak juga mengerjakan proyek2 di Indonesia, dan luar Indonesia. Lihat di sini beberapa proyek yang telah komplit.

5. KBR (Kellog Brown and Root)

KBR ini adalah anak perusahaan dari Halliburton. Konon KBR Indonesia sekarang posisi strategisnya sudah dipegang orang2 Indonesia sendiri. KBR Saat ini sedang mengerjakan proyek BP Tangguh LNG di Papua, Indonesia. KBR telah menyelesaikan 14 LNG projek, 100an offshore platform dan 7 oil refineri Info tentang KBR Indonesia dan KBR Global

6. Bechtel

Bechtel merupakan EPC5 besar dunia dengan revenue 32,9 Miliyar dollar US. Bechtel adalah perusahaan pribadi dan bregerak di bidang Engineering, Kontruksi dan Projek management. Di Indonesia saat ini Bechtel focus di Batam kalau dilihat dari lowongan kerjanya. Overview Bechtel dapat dilihat di sini.

7. Inti Karya Persada Teknik (IKPT)

IKPT memang telah teruji dalam membangun train2 LNG di tanah air. Mulai dari proyek terbaru Ujung Pangkah Hess Amerada di Gresik dan South Sumatra Gas development II di Musi, Prabumulih dari kilen Pertamina. Baru2 ini projek yang On-going adalah pabrik PKT 5 Bontang, Banyu Urip pipeline system dari Mobil Cepu. Sampai saat ini IKPT masih EPC local yang terbesar di Indonesia. Karena memiliki masa depan yang cerah. Sebagian saham IKPT diakuisisi oleh Toyo Engineering, Japan. Petrofac asal UK juga sudah ada JV dengan IKPT.

8. Technip Indonesia

Technip punya HQ di Kuala Lumpur untuk regional Asia Pasifik. Di Indonesia kantor pusatnya di Jakarta dan Balikpapan. Aktifitas Technip meliputi bidang Subsea, Offshore dan Onshore. Di Asia Pasific Technip punya 6000 employees, 3200 dianataranya di Malaysia. Profil Technip Global. Sepertinya proyek FLNG (Floating Liquified Natural Gas) banyak yang akan dihandle oleh Tachnip. Apalagi ada proyek gila-gilaan di Australia saat ini. Technip Magazine, kalau ingin tahu banyak tentang what they are doing right now.

9. Rekayasa Industri

EPC local yang berdiri tahun 1981 ini memiliki core bisnis EPCC di bidang gas, geothermal, refinery, petrochemical, mineral dan infrastruktur serta kelayakan studi dan maintenance di plant.

10. Saipem

Di Indonesia bernama PT. Saipem Indonesia Karimun Yard. Saipem adalah anak perusahaan ENI Italia. Di pulau Krimun mereka melakukan fabrikasi platform untuk offshore. Saipem terbilang lengkap untuk wilayah Asia Pasifik.

11. WorleyParsons

Baru saja WorleyParsons masuk sebagai the best International design firm 2013. WP memang masih yang terbaik di bidang FEED. WP yang bermarkas di Sydney memiliki banyak anak perusahaan TWP yang bergerak di minning.

12. Tripatra

Tripatra adalah top three EPC Lokal di Indonesia. Bergerak di bidang design n engineering, project management, EPC, Construction management dan supervise serta operasi manajemen. Saat ini Tripatra adalah member dari Indika Energy Group dan Tripatra terbentuk tahun 1973.

Perusahaan yang memberikan service bagi client (Oil Company)

1. Weatherford

Salah satu perusahaan servise Migas asal Texas, US yang beroperasi di Indonesia dengan nama PT. Weatherford Indonesia. Didirikan tahun 1941 di kota Weatherford, Texas. Weatherford menyediakan produk dan servis untuk drilling, evaluation, pipe construction , commissioning, completion, production dan intervensi minyak dan gas.

2. Halliburton

Perusahaan asal Texas lagi yang beroperasi di lebih dari 80 negara di dunia dan memiliki 68.000 employees. Major bisnis Halliburton adalah di ESG (Energy Service Group) yang bergerak di bidang servis dan technical product untuk explorasi dan produksi minyak dan gas. Berita terbaru Halliburton dapat dilihat di sini . Di Indonesia Halliburton cukup punya nama besar seperti Schlumberger dan KBR. Info terbaru mengenai job di Halliburton Indonesia cek di sini.

3. Schlumberger

Schlumberger adalah perusahaan asal Prancis yang didirikan oleh kakak beradik Conrad and Marcel Schlumberger tahun 1926. Memiliki lebih dari 120.000 karyawan di seluruh dunia dan Headquarternya di Houston, Texas. Alamat Schlumberger di Asia Pasifik dapat di klik di sini. Bisnis core Schlumberger masih di service Migas. Berita terbaru Schlumberger dan segala sesuatu tentang perusahaan dapat ditemukan di sini dan sejarah panjang Schlumberger di Indonesia.

Kalau ada rekan-rekan yang mengetahui info2 lebih lanjut dan terbaru tentang EPCC di Indonesia saat ini akan sangat membantu sekali di artikel ini. Maklum saya belum pernah sama sekali terjun langsung di Migas.

Salam

BvA

Daftar link puluhan ribu perusahaan Jerman

ImageBagi siapa saja yang telah atau sedang kuliah Bachelor di Jerman mungkin tahu betapa sulitnya masuk Universitas atau Fachochschule di Jerman. Tak perlu saya jelaskan satu persatu, cukup senyam senyum saja kalau sekarang sudah terdaftar sebagai student di Uni atau FH.

Lohnt sich ga kuliah di Jerman?..

Sepanjang pengetahuan saya, bagi siapa saja yang kuliah Bachelor di Jerman, tujuan utamanya adalah untuk bekerja di perusahaan/institusi Jerman. Apakah di Engineering, Ekonomi, Sosial, Kedokteran atau Farmasi dan ilmu alam. Kalau tidak mau, mungkin ada sesuatu yang lebih penting dari itu seperti bosan di Eropa, mau menikah atau karena keluarga.

Di Jerman belajar untuk masa depan adalah sebuah tradisi, untuk itu saya kuliah Engineering di sini. Bukannya di negara lain ga bagus atau di Indonesia ga bagus, tapi belajar, hidup dan bekerja (studieren, leben und arbeiten) adalah sebuah pengalaman yang hanya akan dirasakan di Jerman. Jika pernah tinggal di Jerman untuk waktu lumayan lama, saya jamin negara Eropa lain akan kelihatan jelek dibandingkan dengan Jerman. Tapi untuk urusan sosial dan hidup bertetangga Jerman memang kurang bagus dibanding negara lain. Bisa saja anda tidak kenal tetangga anda dengan baik.

Satu yang membuat saya salut dengan Jerman adalah sistem informasi yang sangat akurat, lengkap dan informatif. Untuk bidang IT dan cretaive Tech di sini memang jagonya. Jangan heran kalau orang-orang asing yang kuliah di bidang area IT sangat cepat mendapat kerja di perusahaan/institusi Jerman. Berikut list ribuan perusahaan Jerman, silahkan dicek satu persatu kalau punya waktu 😉. Mudah2an semua bisa dapat kerja, jadi biaya kuliah di Jerman yang 5 tahun waktu proses Bachelor, bisa balik modal dengan gaji satu tahun saja di sini;-)

1. Automotive and Traffic Technology

2. Aviation Technologies

328 Support Services GmbH
3D CONTECH GmbH & Co. KG
A
AC&S Gesellschaft für Aerospace Consulting & Services mbH
Accenture GmbH
ACENTISS GmbH
Aero Placement GmbH
AeroAcademy Dresden GmbH
Aerodata AG
Aerotech Peissenberg GmbH & Co. KG
AID Technische Dokumentationen GmbH & Co. KG
AIDA Development GmbH
Airbus Operations GmbH
AirCert GmbH
Aircraft Philipp GmbH & Co. KG
Aleris Europe – Aleris Rolled Products Germany GmbH
AlixPartners GmbH
Allianz Versicherungs-AG – Generaldirektion
ALMECON Technologie GmbH & Co. KG
alpha-board gmbh
AOA apparatebau gauting gmbh
Arianespace
ASCO Deutschland GmbH
ASG Luftfahrttechnik und Sensorik GmbH
Assystem GmbH
Astrium GmbH
Astro- und Feinwerktechnik Adlershof GmbH
ASW Aero Systems Wedel GmbH
August Steinmeyer GmbH & Co. KG
Autoflug GmbH
Avitech GmbH
B
B/E Aerospace Systems GmbH
Becker Flugfunkwerk GmbH
Beechcraft Berlin Aviation GmbH
Berliner Glas KGaA Herbert Kubatz GmbH & Co.
Bodycote Wärmebehandlung GmbH
BÖHLER UDDEHOLM-Deutschland GmbH
Borries Markier-Systeme GmbH
BTG Messe-Spedition GmbH
Bureau Veritas Certification Germany GmbH
C
CADCON Ingenieurgesellschaft mbH & Co. KG
CADI-Luftfahrttechnik GmbH
CAE Elektronik GmbH
CASSIDAIN/ EADS
CASSIDIAN OPTRONICS GmbH
CIMPA GmbH
Clößner GmbH
Cotesa GmbH
CSC Deutschland Solution GmbH
D
DDLfasteners GmbH
Desoutter GmbH
Deutsches Zentrum für Luft- und Raumfahrt e.V. (DLR)
Diehl Aerospace GmbH
Diehl Aircabin GmbH
Diehl BGT Defence GmbH & Co. KG
Diehl Comfort Modules GmbH
Diehl Service Modules GmbH
DIN- Normenausschuss Luft- und Raumfahrt im DIN Deutsches Institut für Normung e.V.
DIS AG
DQS GmbH – Deutsche Gesellschaft zur Zertifizierung von Managementsystemen
E
E.I.S. ELECTRONICS GmbH
EADS Elbe Flugzeugwerke
EADS European Aeronautic Defence and Space Company
Eaton Germany GmbH Aerospace Group
Edgar Hausmann GmbH
EDUARD WILLE GmbH & Co. KG
ELAN Elektronische- und Anzeiger-Gesellschaft mbH
Elettronica GmbH
EME Elektro-Metall Export GmbH
ENTRAK Energie- und Antriebstechnik GmbH & Co. KG
EPI Europrop International GmbH
ESG Elektroniksystem- und Logistik-GmbH
ESW GmbH
ETW – European Transsonic Windtunnel GmbH
Eurocopter Deutschland GmbH
EUROJET Turbo GmbH
F
Ferchau Engineering GmbH
Fraunhofer-Einrichtung Polymermaterialien und Composite (PYCO)
G
Garner CAD Technic GmbH
Gebrüder Krose GmbH & Co. KG
Germanischer Lloyd SE
GEVA – Gesellschaft für Entwicklung und Versuch Adlershof mbH
GKN Aerospace Deutschland GmbH
Grässlin Präzisionstechnik GmbH
Günter Apelt GmbH
H
H3 Aerospace GmbH & Co. KG
HEGGEMANN AG
Heinkel Engineering GmbH & Co. KG
Hexcel Composites GmbH
Hoffmann Alloys GmbH & Co. KG
HOFMANN Innovation Group GmbH
Holmberg GmbH & Co. KG
Hünefeld NDT-TECHNOLOGIE
Hutchinson Aerospace GmbH
HYDRO Systems KG
I
IABG Industrieanlagen-Betriebsgesellschaft mbH
IMA Materialforschung und Anwendungstechnik GmbH
IndustrieHansa Consulting & Engineering GmbH
Industrio GmbH
J
JAHR TOP SPECIAL VERLAG GmbH & Co. KG
Jena-Optronik GmbH
Jeppesen GmbH
Jet Aviation Flugzeugwartung GmbH
JK Defence & Security Products GmbH
K
Kayser-Threde GmbH
KID-Systeme GmbH
Klingelnberg GmbH
KPMG Deutsche Treuhand Gesellschaft Aktiengesellschaft Wirtschaftsprüfungsgesellschaft
L
Labinal GmbH
Lamprecht Leadership Consultants AG
LATelec GmbH
Leistritz Turbinenkomponenten Remscheid GmbH
Leistritz Turbomaschinen Technik GmbH
Liebherr-Aerospace Lindenberg GmbH
Linde AG – Geschäftsbereich Engineering
Lockheed Martin GmbH
Luftfahrt ohne Grenzen e.V.
Lufthansa Flight Training GmbH
Lufthansa Technik AG
M
MAHLE Behr Industry GmbH & Co. KG
Matchtech GmbH
MBDA Deutschland GmbH
MBtech Group GmbH & Co. KGaA
MCS Management Consulting Schmitt
MHR Vertrieb und Service GmbH
Motor Presse Stuttgart GmbH & Co. KG
MPS Electronic Vertriebs GmbH
MR Plan GmbH
MST Aerospace GmbH
MT Aerospace AG
MTU Aero Engines GmbH
N
N3 Engine Overhaul Services GmbH und Co. KG
Nord-Micro AG & Co. OHG
Northrop Grumman LITEF GmbH
O
OHB System AG
Otto Fuchs KG
P
P+Z Engineering GmbH
PACE Aerospace Engineering and Information Technology GmbH
Panavia Aircraft GmbH
Parker Hannifin GmbH
PFW Aerospace AG
Philotech Systementwicklung und Software GmbH
Plath EFT GmbH
Premium AEROTEC GmbH
R
Raytheon Deutschland GmbH
RECARO Aircraft Seating GmbH & Co. KG
RHe Microsystems GmbH cicor micro electronics
Rheinmetall Defence Electronics GmbH
Rheinmetall Technical Publications GmbH
robemetall GmbH, Titan & Metallhandelsgesellschaft
Robert Zapp Werkstofftechnik GmbH
Rockwell Colllins Deutschland GmbH
Röder Präzision GmbH
Rohde & Schwarz GmbH & Co. KG
Rolls-Royce Deutschland Ltd & Co KG
RST Radar Systemtechnik GmbH
RUAG Deutschland GmbH
S
SACS GmbH
Sagem Navigation GmbH
Schätzl Druck & Medien e.K.
Schenker Deutschland AG
SCHOTT AG
SCISYS Deutschland GmbH
Sell GmbH
SHZ Softwarehaus Zuleger
Siemens AG
Siemens Industry Software GmbH & Co. KG
Sitec Aerospace GmbH
SKF GmbH
SOGECLAIR Aerospace GmbH
Space Robots GmbH
Stahlkontor GmbH & Co. KG
Stegmann Aircraft Maintenance GmbH
SYSGO AG
T
T-Systems Enterprise Services GmbH, Aerospace Department
TechConnect GmbH
TELAIR International GmbH
Telespazio VEGA Deutschland GmbH
TENNANT Metall & Technologie GmbH
Tesat-Spacecom GmbH & Co. KG
TEST-FUCHS, Ing. Fritz Fuchs GmbH
Thales Air Systems & Electron Devices GmbH
Thales Alenia Space Deutschland GmbH
ThyssenKrupp Aerospace Germany GmbH
ThyssenKrupp VDM GmbH
Timet Germany GmbH
TITAL GmbH
Turbomeca Germany GmbH
TÜV NORD AG, Geschäftsfeld Aviation
TÜV SÜD Managementservice GmbH
U
UNITY AG
usb GmbH
UTC Aerospace Systems (NEW) Goodrich Aerospace Europe GmbH
UTC Aerospace Systems (NEW) Goodrich Control Systems GmbH
UTC Aerospace Systems (NEW) Goodrich Lighting Systems GmbH
UTC Aerospace Systems (NEW) Goodrich Rosemount Aerospace GmbH
V
Voith Engineering Services GmbH
von Hoerner & Sulger GmbH
W
W. L. Gore & Associates GmbH
WITTENSTEIN aerospace & simulation GmbH
Z
Zentrum für Angewandte Luftfahrtforschung (ZAL) GmbH
ZF Luftfahrttechnik GmbH
ZIM Flugsitz GmbH
Zodiac Cabin Controls GmbH
Zollern Aluminium-Feinguss Soest GmbH & Co. KG
Zollner Elektronik AG

Kalau saya copy paste semua website bisa2 mouse jadi rusak karena keseringan men-scroll. Seperti yang ditulis di website, ada lebih dari 37.000 perusahaan kecil sampai perusahaan besar yang ada di Jerman.

untuk tahap awal cek di sini http://www.sachon-exportadressbuch.de/cl/sid.php?PHPSESSID=d7a7e40a9bd68a95ea3185a836f02922&f_lang=eng

untuk masterpiece semua perusaahaan Jerman lihat di bawah ini..

http://www.research-in-germany.de/dachportal/en/Research-Areas-A-Z/Automotive-and-Traffic-Technology.html

 

Muelheim ad Ruhr, 21.07.2013

BvA

European Scientists Pedigree

Image

I have been being confused by mathematics’ formula which are not so familiar with me before. Reading a mathematics’  book is not like reading  such kind of comics of Naruto or novel of Sidney Sheldon. I decided to sort it and copied paste into my blog therefore i can always remember although  it is not often used regularly. Might be it would be useful for someone outside there, who are studying and dealing with Engineerings’ area.

Gottfried Wilhelm Leibniz http://en.wikipedia.org/wiki/Gottfried_Wilhelm_Leibniz

Infinitesimal calculus
Monads
Best of all possible worlds
Leibniz formula for π
Leibniz harmonic triangle
Leibniz formula for determinants
Leibniz integral rule
Principle of sufficient reason
Diagrammatic reasoning
Notation for differentiation
Proof of Fermat’s little theorem
Kinetic energy
Entscheidungsproblem
AST

Jacob Bernoulli  http://en.wikipedia.org/wiki/Jacob_Bernoulli

Bernoulli differential equation
Bernoulli numbers
(Bernoulli’s formula
Bernoulli polynomials
Bernoulli map)
Bernoulli trial
(Bernoulli process
Bernoulli scheme
Bernoulli operator
Hidden Bernoulli model
Bernoulli sampling
Bernoulli distribution
Bernoulli random variable
Bernoulli’s Golden Theorem)
Bernoulli’s inequality
Lemniscate of Bernoulli

Johann Bernoulli http://en.wikipedia.org/wiki/Johann_Bernoulli

Development of infinitesimal calculus
Catenary solution
Bernoulli’s rule
Bernoulli’s identity

Leonhard Euler http://en.wikipedia.org/wiki/Leonhard_Euler

 http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_topics_named_after_Leonhard_Euler#Euler.E2.80.94conjectures

Euler angles defining a rotation in space.

Euler approximation – (see Euler method)

Euler brick

Euler characteristic in algebraic topology and topological graph theory, and the corresponding Euler’s formula

Euler circle

Eulerian circuit – (see Eulerian path)

Euler class

Euler’s constant – (see Euler–Mascheroni constant) (not to be confused with Euler’s number)

Euler cycle – (see Eulerian path)

Euler’s criterion – quadratic residues modulo primes

Euler derivative (as opposed to Lagrangian derivative)

Euler diagram – likely more widely (though incorrectly) known as Venn diagram (which has more restrictions)

Euler’s disk – a circular disk that spins, without slipping, on a surface

Eulerian graph – (see Eulerian path)

The Euler integrals of the first and second kind, namely the beta function and gamma function.

Euler’s line – relation between triangle centers

Euler–Mascheroni constant or Euler’s constant γ ≈ 0.577216

Euler’s number, e, the base of the natural logarithm.

Euler operator – set of functions to create polygon meshes

Euler parameters – (see Euler–Rodrigues parameters)

Eulerian path, a path through a graph that takes each edge once.

Euler polynomials

Euler pseudoprime

Euler–Rodrigues parameters – concerns Lie groups and quaternions

Euler’s rule – finding amicable numbers

Euler spline – composed of classical Euler polynomial arcs (cred. to Schoenberg, 1973 – PDF)

Euler squares, usually called Graeco-Latin squares.

Euler substitution

Euler summation

Euler system, a collection of cohomology classes.

Euler’s three-body problem

[edit]Euler—conjectures

Euler’s conjecture (Waring’s problem)

Euler’s sum of powers conjecture

(Also see Euler’s conjecture.)

[edit]Euler—equations

Euler’s equation – usually refers to Euler’s equations (rigid body dynamics)Euler’s formulaEuler’s homogeneous function theorem, or Euler’s identity

Euler equations (fluid dynamics) in fluid dynamics.

Euler’s equations (rigid body dynamics), concerning the rotations of a rigid body.

Euler–Bernoulli beam equation, concerning the elasticity of structural beams.

Euler–Cauchy equation (or Euler equation), a second-order linear differential equation

Euler–Lagrange equation (in regard to minimization problems in calculus of variations)

Euler–Lotka equation (mathematical demography)

Euler–Poisson–Darboux equation

Euler’s pump and turbine equation

Euler–Tricomi equation – concerns transonic flow

Euler transform used to accelerate the convergence of an alternating series and is also frequently applied to the hypergeometric series

[edit]Euler—formulas

Euler’s formula e ix = cos x + i sin x in complex analysis.

Euler’s formula for planar graphs or polyhedra: v − e + f = 2

Euler’s formula for the critical load of a column:

Euler’s continued fraction formula

Euler product formula – for the Riemann zeta function.

Euler–Maclaurin formula (Euler’s summation formula) – relation between integrals and sums

Euler–Rodrigues formulas – concerns Euler–Rodrigues parameters and 3D rotation matrices

[edit]Euler—functions

The Euler function, a modular form that is a prototypical q-series.

Euler’s homogeneous function theorem

Euler’s totient function (or Euler phi (φ) function) in number theory, counting the number of coprime integers less than an integer.

Euler hypergeometric integral

[edit]Euler—identities

Euler’s identity e  + 1 = 0.

Euler’s four-square identity, which shows that the product of two sums of four squares can itself be expressed as the sum of four squares.

Euler’s identity may also refer to the pentagonal number theorem.

[edit]Euler—numbers

Euler’s numbere ≈ 2.71828, the base of the natural logarithm, also known as Napier’s constant.

Euler’s idoneal numbers

Euler numbers are an integer sequence.

Eulerian numbers are another integer sequence.

Euler number (physics), the cavitation number in fluid dynamics.

Euler number (topology) – now, Euler characteristic

Lucky numbers of Euler

Euler–Mascheroni constant

Eulerian integers are the numbers of form a+bω where ω is a complex cube root of 1.

[edit]Euler—theorems

Euler’s homogeneous function theorem, a theorem about homogeneous polynomials.

Euler’s infinite tetration theorem

Euler’s rotation theorem

Euler’s theorem (differential geometry) on the existence of the principal curvatures of a surface and orthogonality of the associated principal directions.

Euler’s theorem in geometry, relating the circumcircle and incircle of a triangle.

Euclid–Euler theorem

Euler–Fermat theorem, that aφ(m) ≡ 1 (mod m) whenever a is coprime to m, and φ is the totient function.

Euler’s theorem equating the number of partitions with odd parts and the number of partitions with distinct parts. See Glaisher’s theorem.

Euler’s adding-up theorem in economics

[edit]Euler—laws

Euler’s first law, the linear momentum of a body is equal to the product of the mass of the body and the velocity of its center of mass.

Euler’s second law, the sum of the external moments about a point is equal to the rate of change of angular momentum about that point.

[edit]Other things named after Euler

2002 Euler (a minor planet)

AMS Euler typeface

Euler (software)

Euler acceleration or force

Euler Book Prize

Euler Medal, a prize for research in combinatorics

Euler programming language

Euler–Fokker genus

Project Euler

Joseph Louis Lagrange http://en.wikipedia.org/wiki/Joseph_Louis_Lagrange

See list
Analytical mechanics
Celestial mechanics
Mathematical analysis
Number theory

Joseph Fourier http://en.wikipedia.org/wiki/Joseph_Fourier

Fourier series
Fourier transform
Fourier’s law of conduction

Johann Peter Gustav Lejeune Dirichlet http://en.wikipedia.org/wiki/Dirichlet

See full list

Claude Louis Navier http://en.wikipedia.org/wiki/Claude-Louis_Navier

Navier–Stokes equations

Muelheim ad Ruhr, 10.07.2013

vanAdam

Mau Kuliah Bachelor di Jerman…?

Alhamdulillah sampai saat ini saya masih menerima beberapa email tiap harinya. Pertanyaan tentang kuliah ke Jerman masih menjadi modus kalau dalam statistik. Yang paling fenomenal buat saya tentu saja artikel “Kuliah kedokteran di Jerman”. Dipublikasikan enam bulan yang lalu. Hanya dalam rentang waktu tersebut, artikel ini telah dibaca hampir 4000 kali. Saya juga tidak menyangka bahwa artikel dan informasi ini begitu dicari banyak orang. Ini kan cuma cerita iseng-iseng menjelang tidur malam karena seringkali insomnia.

Saya juga mohon maaf apabila beberapa email telat saya balas atau harus menunggu satu minggu sebelum dapat jawaban. Tapi InsyaAllah kalau saya ada waktu saya balas segera dan pasti saya balas kalau pertanyaan dapat dimengerti dengan jelas. Bukannya apa-apa, di Jerman harus melakukannya sendiri, memasak, mencuci, belanja makanan dan lauk pauk, mengurus surat ini itu dan tentunya tugas utama belajar dan juga bekerja supaya masih bisa hidup di Jerman. Jadi harus pintar membagi waktu supaya semuanya terselesaikan dengan baik dan harus memilih mana yang menjadi prioritas utama.

Sebelum masuk ke isi inti artikel ini. Beberapa link yang harus dikuasai sebelum sampai di Jerman adalah sebagai berikut:

1. Studienkolleg di Jerman (english and deutsch)

2. Studienkolleg di Indonesia

3. Semua info tentang bagaimana menjadi student di Jerman

4. Goethe Institute (tempat kursus bahasa Jerman)

5. Anda mau jadi Insyinyur Made in Germany…? Download, print di kertas dan baca ini…Engineer in Germany

6. Karier, Pendidikan dan Lifestyle dan Fashion di kalangan anak muda Jerman

7. Perkenalan tentang Jerman lewat video

8. Landskap Penelitian terbaru Jerman

9. Germany “Land of Ideas”

Dari semua pertanyaan yang masuk tentu saja dari mereka yang ingin melanjutkan Bachelor di Jerman, apakah di bidang Kedokteran , Engineering atau Bisnis. Umumnya masih duduk di SMA dan tentu saja pastinya masih bingung sana sini dan tidak tahu harus mulai dari mana. Tak jarang orang tua anak langsung yang menanyakan informasi ini kepada saya. Jangankan anak SMA, bahkan tamatan Teknik Informasi saja pernah masih bingung dan meminta informasi dari nol lagi😉. Saya maklum sifat beberapa anak Indonesia yang maunya disuapi setelah saya kupaskan kulit pisang untuk mereka. Yang sedang membaca artikel ini tentunya bukan termasuk kedalam bagian tersebut dan saya anggap sudah pintar menemukan informasi. Kalau tidak, tidak mungkin anda sampai di tulisan yang belum popular ini. Tantangan di era digital media saat ini bukan lagi menemukan informasi, tapi memilih informasi mana yang benar dan mana yang salah.

Saya bukanlah orang yang menyelesaikan Bachelor di Jerman, hanya melanjutkan Master di Jerman dan Bachelor saya selesaikan di Indonesia. Kalaupun ada beberapa informasi yang sedikit salah atau menyimpang tentang kuliah Bachelor di Jerman, tolong di perbaiki dengan memberikan alasan dan solusinya. Tulisan ini saya buat atas interview dari beberapa teman, mereka yang Bachelor di Jerman, Bachelor di Indonesia dan telah bekerja di Indonesia kemudian melanjutkan Master di Jerman.

###  Mengapa memilih kuliah Bachelor di Jerman?………

Saya yakin anak-anak yang masih duduk di SMA belum semuanya paham MENGAPA….Mungkin hanya melihat bahwa kuliah di luar negri itu keren, cool, hebat, main salju dan bisa menikmati sisa keindahan masa lalu Eropa. Padahal yang seramnya belum kebayang sama sekali.

Sekarang kita berpikir secara logis, jernih dan pakai logika. Pertanyaanya :

  1. Mungkinkan kuliah di Jerman dengan biaya sendiri mulai dari Bachelor tanpa support dari orang tua?.
  2. Mungkinkah bertahan hidup di  Jerman dengan hanya mengandalkan uang jaminan awal yang sebesar 8000 euro, kemudian menyelesaikan Studienkolleg dari sumber dana diatas dan mendapat 8000 euro lagi untuk hidup setahun berikutnya untuk kuliah di Uni/FH dan kemudian berjuang sendiri sampai tamat kuliah?.

Jawabannya Mungkin…

Kalau anda tipe pekerja keras, tahan banting, tidak manja, pintar bagi waktu dan melek informasi. Kalau masih ada sifat-sifat jelek seperti lawan sifat yang  saya sebutkan di atas, mungkin dan lambat laun akan mengalami beberapa masalah kemudian hari di Jerman.  Sifat-sifat baik tersebut bisa saja muncul dengan sendirinya setelah di Jerman karena sudah mengalami yang namanya keterpaksaan,  tapi memang butuh waktu. Ga tau apakah butuh waktu lama atau cepat tergantung diri masing-masing. Mungkin bisa setahun, dua tahun atau tiga tahun baru muncul semangat seperti itu.

###  Kerugian kuliah Bachelor di Jerman.

Sebenarnya tidak ada kerugian yang terlalu fatal. Kalau rugi ngapain juga kuliah ke Jerman.  Di Jerman jarang sekali beasiswa untuk anak Bachelor, karena uang kuliah sudah hampir gratis dan dibeberapa negara bagian Bundesland hanya perlu membayar 250-750 euro  persemestar (termasuk Semester Tiket untuk transportasi) berarti  hanya perlu memikirkan biaya hidup saja sebesar 500 euro perbulan. Kalaupun ada beasiswa, barangkali dari pemerintah Indonesia sendiri seperti Debt Swap dari Dikti yang memang dikhususkan untuk beasiswa anak Indonesia ke Jerman. Cara itu lebih baik dan tentunya lebih mudah. Di beberapa Univ/FH atau Institusi pendidikan atau Yayasan juga ada beasiswa yang lebih spesifik klik di sini.

Jika ingin kuliah atas biaya sendiri harus benar-benar memperhatikan sumber finansial untuk biaya hidup di Jerman. Jika tetap ingin kuliah di Jerman tanpa full support dari orang tua dan hanya mengandalkan kerja part time begitu terdaftar di Uni/Fh di Jerman siap-siap saja waktu studi akan molor beberapa semester. Jangan takut, di Jerman hal itu sudah biasa ketika waktu studi lebih lama dua semester atau lebih dari yang direncakan.

Prosesnya seperti ini : Sebelum mulai kuliah di Univ/FH kita harus mengikuti Studienkolleg dulu selama dua semester di Jerman, sebagai penyetaraan bagi lulusan SMA  luar Jerman untuk dapat masuk ke tingkat Univ. Karena di Indonesia sampai SMA cuma butuh 12 tahun, sedangkan di Jerman butuh 13 tahun, oleh karena itu anda wajib ikut Studienkolleg.  Studienkolleg butuh waktu setahun, berarti uang yang 8000 euro itu akan habis dalam 15 bulan kalau belanja maksimalnya 500 euro perbulan. Kenyataanya mungkin tidak seperti itu. Itu cuma kalkulasi kasar diatas kertas. Pada saat awal kedatangan akan menghabiskan banyak biaya.

Lalu setelah anda lulus Studienkolleg dan mengirimkan applikasi ke beberapa Univ atau FH yang anda dambakan. Setelah menunggu applikasi diterima oleh Univ/FH. Kemudian baru bisa mulai kuliah dan selama perkuliahan kita juga butuh biaya hidup lagi perbulan 500 euro. Artinya mau ga mau kita harus memiliki uang lagi sebesar nominal tsb. Apakah sumbernya  dari orang tua atau bekerja sendiri di Jerman. Untuk bekerja part time pada awal perkuliahan tidak lah mudah. Alasannya, anda baru saja mulai kuliah, dan belajar dengan bahasa baru otomatis harus beradaptasi dengan lingkungan kampus, teman dan system perkuliahan. Kalau dalam bahasa Indonesia saja masih malu-malu, jangan harap dalam bahasa Jerman mudah mendapatkan pekerjaan. Prioritas di Jerman jika kuliah dengan biaya sendiri itu ada empat  dan masing masing harus bisa membagi waktu yang seimbang antara Belajar, Bekerja, Bersosialisasi dan Istirahat. Jika mendapat full support dari orang tua atau beasiswa hanya ada tiga ; Belajar, Bersosialiasi dan Istirahat.

Untuk kuliah di Jerman tingkat Bachelor tanpa full support financial yang cukup memang agak sulit dan sulit, tapi bukannya tidak mungkin. Tapi anda harus menerima konsekuensinya apakah ga cukup tidur, jarang sosialisasi dengan teman atau berantakan dalam perkuliahan atau sibuk bekerja demi menutupi biaya hidup. Semuanya bagai lingkaran yang saling berkaitan satu sama lain dan tak dapat dipisahkan. Kuliah Bachelor pada tahun pertama tidaklah sulit, hanya pengetahuan dasar seperti halnya di Indonesia. Tahun kedua mulai kepada kuliah spesifik jurusan yang diambil dan ditahun-tahun ini merupakan tahun yang krusial karena kuliah sudah mulai susah. Apalagi bahasa baru, yang biasanya membuat shock dalam istilah-istilah dalam bahasa Jerman yang tidak dimengerti. Celakanya pada tahun ketiga ini keuangan sudah mulai menipis alias harus bekerja minimal 50 jam perbulan agar bisa memenuhi biaya hidup sekalian kuliah juga. Kenyataanya, tak mudah..

Seperti yang sudah saya paparkan diatas bahwa telat beberapa semester itu sudah biasa di Jerman terutama bagi yang kuliah dengan biaya sendiri.  Bisa jadi standar tiap orang berbeda beda dalam menghadapi masalah  ini. Kuliah bachelor di beberapa Univ/FH di Jerman lebih padat dari pada perkuliahan di Indonesia. Jika memang masalah keuangan menjadi masalah ketika mau ujian, siap-siap pikiran mulai bercabang selama masa ujian. Apalagi kalau memiliki pacar dan sedang LDRan, siap-siap saja pikiran bercabang tiga..hehehe.

Dalam opini saya dan bisa saja sangat berbeda dengan yang lain. Bagi yang ingin kuliah Bachelor di Jerman tapi modal pas-pasan dalam artian orang tua tidak mampu membiayai full sampai selesai  program Bachelor (biasanya 7 semester) sebaiknya berpikir dua kali dan masak-masak dulu. Bukan mematahkan semangat, tapi bukankah menyingkat masa perkuliahan lebih bagus dan tidak membuang umur hanya demi selembar ijazah Bachelor.

Saran saya, ambil dulu kuliah Bachelor di Indonesia, kalau pintar dan memiliki performance dan IPK yang bagus, apply beasiswa di Univ tempat kuliah atau apply Summer School ke negara mana saja selama kuliah, biar tahu dan sebagai pemanasan untuk siap terjun ke dunia global nantinya. Lalu kalau masih mempunyai spirit untuk melanjutkan ke tingkat Master baru melanjutkan ke Jerman. Selain mematangkan mental, membangun koneksi, memiliki masa bahagia menjadi mahasiswa dan juga lebih mudah mendapatkan beasiswa untuk tingkat Master jika apply dari Indonesia.

Di Jerman juga ada dua tipe pendidikan tinggi yang dapat dipilih oleh anak  yang mau kuliah Bachelor

1. Universitas

Kuliah di Univ lebih diarahkan untuk menjadi peneliti karena beberapa mata kuliah yang diajarkan sangat detail, menekankan pada teori dan formulasi rumus jika kuliah di bidang eksakta sementara itu anda harus dipaksa berpikir kritis dalam sesi perkuliahan. Beberapa jurusan Engineering di Jerman terkenal sulit dan memang kenyataanya sulit apalagi kalau kuliah dalam bahasa Jerman. Sayangnya tidak banyak jurusan yang diajarkan dalam bahasa Inggris, oleh karena itu bahasa Jerman di Jerman sangat penting. Kerja part time pun harus mengerti bahasa Jerman, artinya kemampuan bahasa Jerman mutlak diperlukan di Jerman. Menurut data BCG (Boston Consulting Group) dan McKinsey pada awal graduation memang lulusan FH lebih cepat mendapat pekerjaan dari pada lulusan Uni, tetapi setelah lima tahun kemudian jarang sekali puncak level managemen diduduki oleh tamatan FH, melainkan tamatan Uni. Beberapa CEO di Jerman adalah tamatan Diplom di Univ dan bahkan PhD di University.

2. Fachochschule

Sebagian besar pendapat di Internet, bahwa kuliah di Fachochschule pada kenyataanya lebih mudah dari pada di Universitas. Di FH lebih ditekankan kepada menjadi praktisi bukan menjadi peneliti atau di bidang manajerial nantinya. Jadi anda akan mendapatkan ilmu praktis yang siap digunakan dalam industri. Jika tamatan FH menyelesaikan Bachelor dan ingin masuk Master di Univ maka beberapa dari mereka harus mengambil beberapa mata kuliah tambahan sebelum mulai kuliah di Univ dan apabila tamatan Master FH ingin mengambil PhD di Jerman maka mereka juga disuruh mengambil beberapa mata kuliah satu semester terlebih dahulu. Di FH, absen menjadi penting karena biasanya mahasiwa tidak terlalu banyak dalam satu mata kuliah. Perbedaan yang paling jelas juga terlihat bahwa di Uni memiliki jaringan penelitian dan kerja sama Internasional dengan Univ di US, Canada, Asia, Amerika selatan dan Timur tengah, sementara di FH jarang sekali ada kerja sama penelitian seperti Uni lakukan. Tamatan Fachhochschule memang lebih dekat kepada perusahaan, jadi tergantung niat kuliah di Jerman apakah mau berkarir sebagai peneliti atau praktisi di Industri. Jika ingin mendapatkan kerja dan berkarir di industri sebagai praktisi maka kuliah di FH atau sebagai peneliti dan nantinya akan menduduki level manajerial atau ahli di suatu bidang maka kuliah di Univ atau TU.

### Keuntungan kuliah di Jerman

Tak dapat dipungkiri bahwa belajar di bidang Engineering, Ilmu Alam, Matematik applikasi dan Bisnis di Jerman merupakan sebuah pilihan yang sangat tepat. Jerman merupakan salah satu negara maju yang unggul di bidang riset teknologi dan ekonomi.  Research and Development di Jerman dan kemudian menghasilkan paten menduduki peringkat tiga setelah US dan Jepang. Oleh karena itu mereka yang senang menjadi peneliti , Jerman merupakan pilihan yang cocok. Status sebagai student di Jerman merupakan pilihan yang harus diambil banyak orang, tak jarang banyak juga anak-anak muda Jerman yang hanya kuliah asal-asalan di jurusan sosial demi mendapat Semester Tiket dan beberapa kemudahan sebagai student di sini. Beberapa anak Indonesia juga menunda masa tamat mereka meskipun kuliah sudah selesai karena ketika tamat kuliah dan mendapat ijazah dan hilangnya status student membuat biaya  hidup akan jauh meningkat lebih mahal. Jangan bertanya lebih lanjut kenapa, karena jawaban ini akan diketahui setelah sampai di Jerman nantinya.

Kejujuran bukanlah hal langka di Jerman. Pada waktu ujian semester di Univ/FH hampir tidak ada yang berbuat curang, karena bisa berakibat fatal dan hanya membuat malu negara asal student sendiri. Jadi, sebelum ujian harus benar-benar belajar dan ingat luar kepala karena waktu ujian yang relatif sangat singkat dengan banyak soal yang harus dijawab. Oke, pernyataan terakhir mungkin saja berbeda dengan orang lain, karena itu adalah standar saya. Bisa saja anda lebin pintar dari pada saya.

Saya pernah telat datang satu menit ketika naik kereta menuju kota di negara bagian lain. Hasilnya saya terlambat satu jam sampai di kota tujuan. Artinya, satu menit saja terlambat bisa berakibat fatal dengan tujuan akhir. Orang Jerman sangat disiplin dalam bermacam macam hal. Lambat laun akan mempengaruhi diri sendiri apakah cara membuang sampah, cara berkendaraan di jalan dan cara menghargai waktu.

### Jadi dimanakah sebaiknya kuliah Bachelor? di Indonesia atau di Jerman?

Menurut pendapat saya kuliah Bachelor di Indonesia memiliki banyak keuntungan dan manfaatnya. Di Indonesia akan mengalami masa perkuliahan yang mengasyikan,  karena memiliki teman-teman yang satu budaya yang akan mengerti kamu secara baik. Kalau di Jerman sangat individualis, apalagi kalau susah berintegrasi dengan teman-teman karena tidak punya cukup waktu untuk bersosialisasi.

Dengan kursus bahasa selama enam bulan plus Studienkolleg belum menjamin akan mengerti full di sesi perkuliahan. Bukan masalah pintar atau tidaknya, tapi masalah bahasa yang harus benar-benar diperhatikan. Akibatnya harus bekerja dan belajar  lebih keras dari orang Jerman sendiri atau yang telah lancar berbahasa Jerman.

Dalam penguasaan ilmu basic dalam suatu bidang atau mata kuliah, di Indonesia lebih cepat mengerti karena diajarkan dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris di beberapa mata kuliah. Secara kedua bahasa tersebut sangat  familiar dengan kita sejak SD sekalipun. Dalam bahasa Jerman ga tau deh, „Eng-Ing-Eng“  saya dulu katakan waktu ikut pertama kali perkuliahan  bahasa Jerman, karena dalam membaca boleh mengerti, tapi ketika Professor menjelaskan topik di depan kelas itu yang bikin ngantuk karena ga ngerti Prof bilang apa..hehehe

Jika ingin mengabiskan sisa hidup di Jerman atau ingin tinggal lama di Jerman sah sah saja tidak peduli dengan networking yang dibangun di Indonesia. Pada kenyataanya di dunia kerja atau pendidikan membangun relasi yang bagus dan networking itu sangat-sangat penting apalagi di tanah air sendiri.  Boleh saja saya tebak bahwa banyak yang ingin bekerja dan hidup lama di Jerman, tapi setelah sampai di sini anda akan bisa memutuskan dimana seharusnya anda berada dalam 10 atau 15 tahun mendatang setelah menyelesaikan studi di Jerman. Nah, jaringan relasi di dunia kerja atau networking itu dibangun sangat sempurna ketika berada di tingkat Bachelor di Indonesia. Anda bisa ketemu orang-orang hebat di Indonesia yang nantinya mungkin saja anda menggantikan  salah satu dari mereka.  Sebagai orang asing di Jerman tentunya tidak bisa mendapatkan kesempatan seperti itu seperti di tanah air sendiri.

Kenapa kuliah di Jerman bisa molor beberapa semester dan mungkin bisa dibilang lama tamatnya. Pesan saya, jangan samakan tingkat kesulitan Bachelor di Indonesia dengan di  Jerman. Itu dua hal yang sangat berbeda. Di Jerman perkuliahan tidak diwajibkan absen, terserah mau datang atau tidak. Di beberapa FH, absen menjadi faktor yang sangat penting karena jumlah mahasiswa di FH tidak terlalu banyak dan biasanya masuk penilaian. Hanya kesadaran akan ilmu yang membuat orang memiliki passion untuk hadir selalu di kelas. Di beberapa Univ memberlakukan peraturan bahwa gagal tiga kali ujian langsung DO (Drop Out). Jadi harus benar-benar siap untuk melakukan ujian kalau tidak akan terbuang sia-sia tiga peluru yang dikasih. Di Jerman jangan harap ada Semester Pendek di setiap liburan antara semester. Harus menunggu semester berikutnya atau tahun berikutnya untuk mengambil mata kuliah tersebut.

Percaya tidak?….Kalau untuk mencapai Univ/FH di Jerman bisa mancapai tiga semester waktu tunggu sebelum benar-benar mulai kuliah. Dua semester di Studienkolleg dan satu semester biasanya menjadi Wartesemester (semester tunggu) karena tidak tepatnya waktu kirim applikasi dengan mulai semester di Univ/FH di Jerman. Jadi jika anda tamat SMA di Indonesia dan berharap telah menyelesaikan ZD juga di Indonesia. Berarti umur 19,5 baru mulai masuk kuliah Bachelor, sementara kuliah Bachelor di Jerman programnya 7 semester (3,5 tahun). Untuk menyelesaikan Bachelor di Jerman dengan sesuai program, lancar-lancar dan tepat waktu butuh 5 tahun. Hitungan-hitungan tsb cuma diatas kertas, kenyataanya lebih dari itu karena ada beberapa problem yang nantinya ada di tengah perjalanan studi. Jika kuliah di Indonesia dan anda cukup pintar dan cerdas, saya yakin 3,5 tahun bisa menyelesaikan kuliah di Indonesia.  Apalagi memiliki pengalaman Organisasi dan IPK yang bagus, maka bisa dengan gampang mengajukan beasiswa nantinya. „Membuang umur“ merupakan kata yang sebenarnya tidak tepat untuk menggambarkan Bachelor di Jerman, tapi tidak ada kata lain yang padanannya lebih tepat.

So, tulisan ini kembali kepada diri masing-masing. Saya memakai standar dan logika saya. Saya berharap anda lebih segalanya dari pada saya dalam hal kepintaran dan kerajinan, finansial, kekuatan mental, pengalaman dan juga pengetahuan tentang seluk beluk informasi yang ada di Jerman.

Tak ada gunung yang terlalu tinggi untuk didaki, tak ada lautan yang terlalu dalam untuk diselami. Berpikir logis karena yang tahu kemampuan diri adalah diri sendiri. Mengukur bayang-bayang setiggi badan adalah pepatah klasik yang harus anda ingat yang artinya „mempunyai cita-cita tinggi harus sesuai dengan kemampuan kita“

Professor kuliah Continuum Mechanic saya pernah bilang suatu kali di depan kelas.

„No Wonder how good u are in Mathematic, but for  this Lecture you have to attend the class“. 

“Di sini belajar untuk masa depan adalah sebuah tradisi – untuk itulah saya studi Engineering di Jerman” …….WAJIB DOWNLOAD..

 

13.09.2012, Wesseling – Deutschland

Bayu van Adam