ACT for Indonesia oleh PPI Duisburg-Essen, Jerman 2012

ACT for Indonesia, Duisburg 2012

Kalau bicara tentang Indonesia, beberapa orang asing akan berpendapat bahwa kita itu setara dengan negara-negara berkembang lainnya. Kita boleh setuju atau tidak. Yang jelas hanya anak bangsa yang visioner dan pedulilah yang tahu kita dimana dan kemana arah negara ini dibawa. Dalam kunjungan dan ramah tamah dengan Mendikbud pak  Muhammad Nuh dua minggu yang lalu di Univ Duisburg Essen, kampus Duisburg. Beliau memaparkan bahwa Indonesia saat ini berada di jalur yang sangat tepat untuk maju dan berkembang. Indonesia saat ini berada di titik dimana jumlah penduduk usia kerja aktif memiliki rasio yang sangat besar dibanding dengan jumlah penduduk usia pensiunan. Lihat data bps http://sp2010.bps.go.id/ .

Artinya kita memiliki modal yaitu SDM yang sangat potensial untuk meningkatkan perekonomian kita. Dengan jumlah sekitar 150 juta tenaga kerja potensial, ini berarti dua kali lipat jumlah penduduk Jerman yang cuma 80 juta jiwa. Kalau jumlah ini difasilitasi dengan baik, maka seharusnya kita sudah bisa berlari mengejar Jerman dan negara G-20 (http://www.g20.org/index.php/en)  lainnya. Kita boleh bangga karena Indonesia dipandang sebagai negara potensial dengan masuk G-20. Tapi ingat, sebuah perusahaan tanpa inovasi akan mati ditelan zaman. Seperti Nokia yang dikalahkan Samsung dan Apple. Begitu juga Indonesia, disaat negara lain berlari marathon ke ujung dunia, kita seharusnya juga berlari tapi dengan cara sprinter.

Tapi ada juga efek buruknya memiliki SDM sebanyak ini. Jika SDM berusi dini 10-20 tahun ini tidak diberi pendidikan yang layak, maka dikhawatirkan nantinya malah akan menjadi masalah sosial 10 tahun mendatang. Karena kurang pendidikan dan keterampilan apalagi kreatifitas, malah akan menjadi beban negara nantinya. Pendidikan bukan hanya faktor utama untuk lepas dari kemiskinan, tapi juga untuk lepas dari kebodohan dan dibodohi.

Pakaian adat yang ditampilkan di acara ACT for Indonesia

Setelah lumayan bosan dengan berita negatif yang setiap hari menghiasi surat kabar dan media di Indonesia dan pendidikan yang sering diabaikan. Dari pada tenggelam bersama sama menuju kehancuran tanpa perbuatan kenapa tidak mencari perahu kecil untuk menyelematkan beberapa bibit bangsa yang mungkin nantinya bisa mengangkat kembali batang batang bagus yang sudah tenggelam. Bung Hatta pernah berkata ” Hanya ada satu negara yang pantas menjadi negaraku. Ia yang  tumbuh dengan perbuatan dan perbuatan itu adalah perbuatanku” . Atas dasar inilah kami pelajar Indonesia di Duisburg-Essen dan sekitarnya PPI Duisburg – Essen (PPI DuE) mengadakan acara ACT for Indonesia (Awareness, Care, Togetherness for Indonesia). Kami sadar, peduli dan bersama sama dengan elemen terkait ingin mencerdaskan anak bangsa. Meskipun acaranya tidak terlalu besar, tapi InsyaAllah dan mudah2an bermanfaat bagi mereka.

Tamu yang sedang menikmati kuliner nusantara

ACT for Indonesia ini mengambil tempat di Internasionales Zentrum der VHS Duisburg pada tanggal 16 Juni 2012 kemaren. Syukur Alhamdulillah gedung kami dapatkan dengan gratis, terjadi atas hubungan yang terjalin baik dan lobi beberapa keluarga Indonesia di Duisburg dengan pemerintah Duisburg. ACT for Indonesia ini merupakan acara besar kedua PPI DuE setelah Pray for Indonesia tahun 2010.

Tamu sedang menonton pertunjukan di dalam ruangan

Di acara ini kami memperkenalkan tentang Indonesia melalui kekayaan budaya, kuliner dan pariwisata kepada tamu yang hadir. Harapan kami memang tidak terlalu banyak karena hari itu cuaca di Duisburg juga tidak terlalu jelas dan sering berubah ubah. Hujan dan mendung memayungi atap Duisburg sepanjang hari. Harapan dengan 300 tiket atau tamu yang hadir karena keterbatasan luas ruangan penyelenggaraan itu sudah cukup baik. Tetapi karena begitu gencarnya promosi yang dilakukan oleh seksi publikasi akhirnya kami menerima tamu sampai 485 orang. Sedangkan quota tiket hanya 500 tiket walaupun anak berusia dibawah 12 tahun tidak dibebankan membeli tiket. Jumlah panitia sendiri yang terhimpun dari berbagai kota di daerah North Rhein Westfalen berjumlah 50 orang. Artinya, ruangan tersebut dipenuhi 535 orang. Masing masing tamu membeli tiket masuk seharga 3 euro dan mendapat sekaleng minuman ringan sebagai ucapan Selamat Datang.

Presentasi dari MER C dan Stand EdFI

Di dalam ruangan yang lain telah menunggu kuliner dan minuman khas Indonesia seperti Siomay, Mie Ayam Pangsit, Sate dan Mie Goreng, Putu Ayu, Agar-agar,  Teh Tarik, Asinan buah dll yang siap disantap oleh tamu dengan harga yang  bervariasi. Keuntungan dari hasil penjualan makanan dan tiket di acara ini akan disumbangkan ke Education for Indonesia (EdFI) http://www.educationforindonesia.de/en/home.html dan panti asuhan Grha Asuh Jabal 165 di Bandung (http://www.jabal165.com/). Kedua Institusi ini telah menjalin ikatan dengan PPI DuE dalam soal penyaluran dan transparansi dana hasil acara ini.

Pertunjukan tari Saman dan Angklung

Selama empat jam  acara dari jam 17.00 – 21.00 tamu disuguhi acara kesenian dan budaya Indonesia seperti tari pring, tari saman, tari kipas dan tari yapong dan Angklung. Tim tari saman PPI DuE juga sudah sering mengisi acara acara kesenian tentang Indonesia yang diadakan di propinsi NRW. Presentasi mengenai  sistem pendidikan di Indonesia beserta potensi pelajar Indonesia yang menjadi juara di beberapa ajang dunia Internasional juga ditampilkan dalam bentu poster dan presentasi. Tak lupa juga kami menyajikan beladiri milik Indonesia yaitu Pencak Silat, music performace PPI DuE (band Hujan) yang menjadi juara satu di Temu PPI Eropa di Eindhoven dua bulan yang lalu http://temueropa.ppibelanda.org/?page_id=60 turut menghiasi kegembiraan kami hari itu. Kami juga memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia melalui pakaian adat beberapa propinsi di Indonesia serta pemutaran film mengenai pendidikan di Indonesia dan film tentang kekayaan alam dan budaya Indonesia.

Akhirnya….Tak lupa juga kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan acara ini. Panitia acara yang telah bekerja keras semaksimal mungkin menyiapkan acara ini tanpa kenal lelah, ASTA  Universitaet Duisburg Essen, AAA (International Office)  Universitaet Duisburg Essen, Konjen Republik Indonesia di Frankfurt , IFGI GISI Duesseldorf, Muslim Ruhr dan Kajian Muslimah Ruhr. Dan tak lupa juga kiranya kepada semua tamu yang telah rela hadir dan membagi rezekinya untuk kemajuan pendidikan anak anak Indonesia.

 

Duisburg, 21.06.2012

Bayu van Adam

8 thoughts on “ACT for Indonesia oleh PPI Duisburg-Essen, Jerman 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s