Efisiensi Energi

          Cahaya lampu di tiap-tiap  benua saat malam (sumber)

Setelah membaca beberapa artikel di website PPI Swedia kemaren malam ada beberapa hal yang mengganjal tentang kemajuan China. Saya kebetulan menemukan topik yang sesuai dengan perkembangan energi di China. Tanpa energi untuk industri,China tidak akan mungkin mengalami kemajuan industri yang begitu pesat. Hampir seluruh  negara di Asia sebenarnya juga masih menggunakan energi fosil seperti India, Indonesia, Vietnam. Tetapi pada bahasan ini akan di fokuskan kepada China. Dalam pembahasan ini terdapat pengecualian terhadap Jepang yang lebih dahulu menjadi negara maju, tertinggi kedua di dunia dalam soal GDP dan rangking kedua juga dalam soal hak paten. Jepang adalah negara yang paling hemat dalam pemanfaatan energi atau effisiensi energi, mereka peringkat tertinggi dari seluruh negara di dunia, menggunakan  hanya setengah energi per unit produksi di banding Uni Eropa atau US dan hanya 1/8 dari konsumsi China.

Dalam beberapa dekade, konsumsi minyak China akan meningkat dua kali lipat dan jumlah mobil akan tumbuh tujuh kali lipat. Saat ini, 68% energy China berasal dari Batu bara. Jika hal ini dibiarkan dan mengikuti tren yang telah ada, maka dalam 25 tahun kedepan jumlah emisi karbon China akan sama besar dengan emisi yang dihasilkan negara industri di seluruh dunia.

Di China, konsumsi energi untuk memproduksi $1 GDP sekitar 1.0 sampai 2.5 ton batu bara, sementara itu di Amerika, $1 GDP di gerakan oleh 0,4 ton batu bara. Dengan kata lain, China menggunakan 250-600% lebih banyak energi per unit produksi dari Amerika. Pemerintah China tahu tentang jelek dan rendahnya efisiensi penggunaan energi mereka dan bertujuan untuk mengurangi konsumsi energy batubara menjadi 20%  dalam lima tahun mendatang. Tetapi mereka tampaknya akan kesulitan memenuhi target ini mengingat target dan belum adanya pengganti sumber energi yang cocok dan besar seperti batu bara.

China berargumen bahwa negara-negara Industri yang telah menyebabkan kerusakan di planet Bumi dan oleh karena itu mereka seharusnya yang pertama kali membayar atas konsekuensi ini. China juga berargumen bahwa kuota emisi internasional  untuk negara seharsunya di set berdasarkan “perkapita” bukan “total emisi CO2”. Kemudian pada tahun 2008 China juga ingin meningkatkan penggunaan Renewable Energy menjadi 10% sebelum tahun 2010. Walaupun pada masa itu tujuan ini lebih rendah dari target yang di tetapkan negara EU (22%), namun lebih tinggi dari target US. Pada tahun itu juga China mengusulkan bahwa negara-negar Industri harus mengembangkan energy teknologi yang non polusi dan  menginvestasikan 0,5% dari GDP mereka masing-masing untuk melakukan hal tersebut. Kemudian US menolak menolak proposal tersebut.

Permintaan minyak China diprediksi akan double sebelum tahun 2020. Junlah mobil di jalanan China meningkat tujuh kali lipat dari tahun 1990 dan meraka juga akan memiliki 300 juta mobil pada tahun 2030.

Tahun lalu China menambah 96 GW Power Plant batu bara tanpa pembersihan emisi CO2 terhadap Power Plant terpasang. Saat ini China membangun hampir 2 unit Power Plant Fossil setiap minggu. Di tahun 2006, China menambah 114 GW Power Plant fossil. Tahun lalu mereka membakar hampir 2.7 Milliar ton batu bara. JUmlah ini adalah 75% dari yang di projekkan pada tahun 2020. Sejak tahun 1990, emisi Amerika meningkat sampai 18% , sedangkan China mencapai 77%.  Dalam hal ini perkembangan ekonomi China juga tiga kali dari “carbon intensive” seperti Amerika.

China dan beberapa negara indusrti yang lain, efisiensi energy industri seharsunya lebih ditingkatkan. Sebagai contoh: Bangunan di China membutuhkan energy dua kali lebih banyak di banding bangunan di Eropa dan Amerika dengan iklim yang sama. Kemudian efisiensi Power Plant China juga 40% di bawah efisiensi Power Plant kombinasi di Amerika. Industri steel mereka membutuhkan 20%, Semen 45%, Ethylene 60% lebih banyak energi dibanding rata-rata penggunaan Internasional. Maka dari itu “seni optimisasi energi” dan “teknik konservasi energi” dapat memiliki perbedaan yang besar dalam aplikasinya.

sumber :

http://science.howstuffworks.com/environmental/energy/question481.htm

http://nextbigfuture.com/2011/03/almost-7-billion-people-in-world-and.html

Liptak, Bela. 2008. Post Oil Energy Technology: The world first solar-Hydrogen demonstration Power Plant. CRC Press. Florida

28.08.2011 Muelheim ad Ruhr, Germany

Salam dari kedamaian lembah Sungai Ruhr

Bayu van Adam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s