Antara Inggris, Jerman dan Bahasa Kalbu

Pada masa itu saya belum mendapat KTP alias Kartu Tanda Penduduk dan baru duduk di kelas 3 SMA 1 Pariaman  jurusan IPA. Kelas tetangga saya adalah kelas jurusan Bahasa dan Sastra dan banyak diatara mereka sering membaca buku tentang bahasa Jerman di perpustakaan sekolah kami. Mulai dari sinilah saya akhirnya berkenalan dengan buku Kontakte Deutsch untuk kelas 3 SMA. Bukunya tidak bisa dibilang tipis dan memiliki kulit terluar berwarna hijau. Awalnya saya tidak begitu tertarik dengan buku ini, yang menarik cuma gambar-gambar yang ada di dalam buku tersebut. Dan saya rasa hal ini wajar, karna laki-laki umunya lebih tertarik kepada hal visual. Sering saya membolak balik buku ini di pustaka sekolah kami dan saya pun sempat mengetahui beberapa kata dalam bahasa Jerman sejak saat itu. Kata yang saya hafal tentu saja kata yang sedang ada dalam perasaan saat itu. Misalkan jika kita sedang jatuh cinta, saya yakin lagu favorit kita semua yang bertemakan cinta dan paling tidak ada kata-kata romantis di dalam lirik lagu tersebut, begitu juga sebaliknya, misalkan lagi patah hati, tentu saja mood kita akan menuntun dengan sempurna kepada lirik lagu-lagu sendu yang dinyanyikan Nia Daniati🙂. Benar sekali, kalimat pertama yang saya cari waktu itu adalah “Ich liebe dich”  itu artinya apa sih?. Ketika itu itu cukup tau saja walaupun belum tau kepada siapa mau diucapkan😉.hehehe

Waktu pun terus bergulir dengan tidak terasa, buku Kontakte Deutsch mulai perlahan-lahan terlupakan. Yang selalu membekas dalam memori hanyalah kalimat pertama tadi. Sejak saat itu saya tidak pernah lagi bermesraan dengan buku itu, saya meninggalkan dirinya di dalam kesunyian dan kegelapan pustaka sekolah kami. Mungkin saja dia juga rindu belaian dari sebuah tangan yang membalikan halaman demi halaman dari dalam dirinya. Atau dia juga rindu menjadi objek yang selalu dicari-cari walaupun hanya untuk urusan asmara semata.

3 tahun berlalu dan saya tetap belum menjalin kontak dengan si dia atau mungkin tanpa sadar melupakannya dengan perlahan. Saya sekarang telah mendapatkan KTP dan sedikit berbeda di banding 3 tahun yang lalu. Hari itu sangat cerah, mahasiswa duduk-duduk berjejer di sebuah tangga sambil  memperhatikan dengan cermat sebuah lomba dalam bahasa Inggris. Sepintas tidak ada yang aneh hari itu. Detik-detik lomba tersebut menjadi aneh adalah ketika MC memanggil nama seorang mahasiswa untuk berpidato dalam bahasa Inggris di depan penontonn yang hanya bisa menertawai saja. Ya, hari yang sempurna atau sedikit naas untuk mahasiswa bernama Bayu Adam untuk ikut serta dalam lomba pidato bahasa Inggris tingkat Fakultas. Yang jadi permasalahan adalah Bayu Adam tidak pernah mendaftarkan dirinya untuk ikut lomba pidato ini. Ternyata ada seorang teman yang baik hati telah bersedia mendaftarkan dirinya, tanpa meminta imbalan sepeserpun dan tanpa disuruh, dia adalah Rahmat Iman Mainil, mahasiswa S2 Teknik Pembangkit Tenaga di ITB saat ini. Entah bersyukur atau entah kesal yang saya harus di ucapkan pada waktu itu. Muka saya benar-benar merah seperti baru makan beberapa cabe rawit tanpa bakwan. Bukannya saya tidak mau pada waktu itu, permasalahnnya adalah saya yang tidak bisa berbahasa Inggris.

Satu-satunya jalan untuk tidak semakin merasa malu dan menjatuhkan harga diri adalah  lansung ke depan meja, kemudian mengambil topik yang mau dipidatokan, mulai berpidato dan cas cis cus selama 7 menit, selesai. Kemampuan terbaik kita kadang baru keluar sepenuhnya ketika ada hal yang sangat mendesak. Dan saya pun melakukannya seperti langkah diatas. Soal hasil dan juara itu bukan target awal dan bukan tujuan utama pada waktu itu. Setelah semua peserta selesai membacakan pidato, maka diumumkan lah hasil dari perlombaan tersebut. Dan apa yang menjadi perkiraan saya ternyata tidak meleset sedikitpun, saya pun keluar sebagai juara terakhir dari 7 peserta😉. Hadiah spesial yang diberikan Juri kepada saya oleh Dr,Ing Hairul Abral pada waktu itu adalah kue beliau. Beliau mengadiahi saya sekotak kue miliknya karena keberanian saya tampil di depan umum tanpa persiapan sedikitpun dan saya tidak tahu siapa yang mendaftarkan saya untuk ikut lomba ini.

Tiga tahun berlalu setelah lomba tersebut dan saya telah menyelesaikan studi saya di bidang Teknik Mesin. satu yang paling saya ingat, yaitu ketika saat berdiri di depan untuk berpidato. Kadang saya jadi tersenyum sendiri ketika mengingat bahwa saya pernah berada dalam kondisi tersebut dan berkenalan dengan dua bahasa tadi yaitu bahasa Jerman dan Inggris secara kebetulan dan tak diduga. Kemesraan saya dengan kedua bahasa tersebut mulai terjalin lagi ketika saya ingin melanjutkan studi ke eropa pada tahun 2008. Saya sebenarnya tidak memilih  Jerman sebagai tujuan awal kuliah nanti. Tujuan tempat kuliah saya dahulunya adalah Inggris, jawabannya simple saja, ingin bisa lancar bahasa Inggris tanpa harus belajar bahasa baru lagi. Ternyata tujuan dan niat baik saya di kabulkan oleh Tuhan, saya diterima di dua Universitas di Inggris, Univ of Manchester dan Univ of Glamorgan dan satu Univ di Jerman, tempat saya belajar sekarang ini.

Nah..pertanyaan yang mendasar bagi teman-teman dan dosen saya adalah “dengan bahasa Inggris saya yang amburadul dan nyaris hancur kok bisa diterima di dua Univ terekemuka di Inggris? ”😉. Sebagai informasi, saya meminta surat rekomendasi untuk kuliah ke luar negri kepada Pak Hairul Abral, beliau yang menjadi juri pada lomba bahasa Inggris tiga tahun yang lalu. Saya pun tidak percaya bisa diterima di beberpa Univ di Eropa, yang saya percaya adalah jika bekerja keras dan memiliki kemauan, semua bisa di possiblekan. Kadang hal -hal kecil tanpa kita sadari merubah jalan hidup kita, dahulu mungkin sebuah kata “Impossible”untuk kuliah d luar negri, sekarang saya modif “I am possible” untuk lebih dari itu. Saya tidak merubah tatanan huruf, hanya caranya saja yang berbeda. Begitulah pikir saya waktu itu, Saya tidak merubah aktifitas saya pada waktu itu, yang dirubah cuma pembagian waktu untuk masing-masing aktifitas. Saya tetap bermain Play station, main bola sore hari, begadang, nonton TV cuma jatah belajar harus dilebihkan dari biasanya.

Keberuntungan sebenarnya tidak datang secara tiba-tiba, keberuntungan itu sebenarnya gabungan usaha kecil-kecil kita yang tiba-tiba dikeluarkan secara besar. Saya pun kadang masih tidak percaya bahwa nilai TOFEL saya melejit 163 point dalam 3 bulan, setelah saya seildiki lagi. Dahulu setiap bangun pagi yang saya lihat pertama kali adalah buku TOEFL, siang buku TOEFL lagi, bahkan sampai ke ranjang pun buku TOEFL menemani tidur. Begitulah relationship saya waktu itu, kami begitu mesra setiap saat, buku TOEFL ingin selalu di pegang dan saya pun dengan senang hati melakukanya, kita sama sama saling membutuhkan. Dalam relationship asmara pada dasarnya juga seperti itu, sama-sama saling membutuhkan pada prinsipnya, kalau hall ini terpenuhi maka sebuah kebahagiaan outputnya.

Saya sudah lebih dari 12 tahun belajar bahasa Inggris sejak mulai masuk SMP dan 1, 5 tahun belajar bahasa Jerman. Kadang saya merasa menyesal juga kenapa melalaikan pelajaran bahasa Inggris dahulunya, saya tidak tahu gunanya bahasa Inggris pada waktu itu, apalagi bahasa Jerman yang masih terdengar aneh di telinga beberapa tahun yang lalu. Sekarang saya telah sedikit sadar dan mengetahui kemana arah dan tujuan pemakaian kedua bahasa ini. Semakin saya memahami bahasa maka semakin tahu saya tujuan akhirnya. Saat ini saya telah menguasai 4 bahasa, Inggris, Jerman, Indonesia dan Minang. Mempelajari bahasa Inggris dan Jerman atau bahasa lain memang penting tetapi bahasa satu ini juga sangat penting. Satu bahasa yang sedang  saya pelajari adalah BAHASA KALBU. Karena saya juga telah tahu tujuan akhir pemakaian bahasa ini. Do you?..

00.56 Muelheim ad Ruhr 30.06.2011

Hanya segelas bandrek yang menemani di tengan malam sunyi lembah sungai Ruhr ini.

Bayu van Adam..

10 thoughts on “Antara Inggris, Jerman dan Bahasa Kalbu

  1. very interesting, there is a will, there is a way.
    hello..
    Saya sudah baca semua, dan benar2 menarik, saya masih sma kelas 2, dan sangat ingin sekolah ke luar negeri seperti bang adam,
    Boleh minta alamat e-mail nya bang? banyak hal yang ingin saya tanyakan dan pelajari dari abng.. Thx before🙂

  2. so inspiring, benar2 menarik bng, saya skrng masih bersekolah d SMA 10 Padang kelas 2, dan sangat ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri seperti abang, kalau nggak keberatan, bantu saya ya bang untuk mencapai tujuan saya, saya tentu bisa belajar banyak hal hal baru dari abang. thx before🙂

  3. Pengalaman yang sungguh berharga Bayu. Tanyakanlah pada Bayu rasanya berpidato dalam bahasa inggris di depan dosen dan teman-teman mahasiswa lainnya. Bayu tidak saja belajar ilmu, dia belajar mental dan kebijaksanaan lewat keberanian, kesabaran, membiarkan diri ditempa rasa malu.. Banyak hal yang wak pelajari dari bayu khususnyo motivasi dan kerja keras, sukses bro!!!salut wak samo bayu…🙂

    • hahaha…gara2 ang In, tibo den di Jerman…ane pake Indonesia aja ya balasnya, biar yang lain ga roaming😉..thanks bgt buat testinya,.. I also learned a lot from you, thanks untuk tinggal numpang 2 minggu di Bandung kemaren. kalau ke Eropa kontak den aja .ya…kalau mau PhD, beasiswa DEBT SWAP Indo-Jerman juga masih banyak terbuka lebar. 5000 beasiswa. Bakal melebihi student Indonesia di Jerman saat ini yang ga sampai 5000 orang😉..see you on the top of the success..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s