“I wish you were her”

Dalam berkirim SMS (Short Message Service) dengan menggunakan “Bahasa Indonesia awal abad milenium”  sering kali kita menggunakan singkatan-singkatan aneh yang entah dari mana datangnya. Tetapi dalam kenyataanya tetap saja komunikasi seperti ini berlangsung dengan lancar dan dimengerti satu sama lain, bahkan tak jarang dalam Chatting di Jejaring sosial atau segala sesuatu yang diketik menggunakan singkatan-singkatan yang bisa disebut “bahasa gaul” untuk orang pada zamannya.

Saya beruntung pernah merasakan dan masih memiliki handphone touchscreen second hand  ciptaan Om Steve Job dan rekan-rekannya di Apple Inc, yang pada waktu itu saya mendapat kiriman dari Ebay di Muenchen – Jerman. Salah satu yang menjadi masalah dalam pengunaan handphone ini adalah susahnya ketika menulis SMS secara cepat dan tepat, tidak seperti handphone Sony Ericsson saya sebelumnya, dengan memejamkan mata pun sudah bisa menulis SMS dengan benar tanpa kesalahan. Kalau berbicara Idiom  “practice makes perfect”, maka Idiom ini tidak berlaku sama sekali pada Iphone, sudah berulang kali saya mencoba mengetik SMS dengan menutup mata, tetapi tetap saja kadar kesalahan saya diatas 50% jika dihitung dari total huruf yang tertera di layar handphone, membuka matapun kadang masih terdapat kesalahan menulis message apalagi menutup mata😉.

Hidup di negara Eropa barat ini, kadang saya harus menggunakan 4 bahasa untuk berkomunikasi yaitu bahasa Jerman, Inggris, Indonesia dan Minang, keempat bahasa ini dipakai di tempat dan situasi yang berbeda tetapi saya lebih sering menggunakan bahasa Inggris karen tetangga saya kebetulan masih adik sepupu tantenya Shah Rukh Khan😉. Dalam tiga bulan pertama ketika baru mendarat di Jerman, saya full tiap hari menggunakan bahasa Jerman, karena teman main satu kursus bahasa saya adalah anak Rusia, Turki, Korsel dan Kamerun. Setelah mulai kuliah perlahan-lahan saya mulai menggunakan bahasa Inggris karena teman-teman saya berasal dari Cina, India, Pakistan dan beberapa negara lain, hal ini disebabkan karena kelas kuliah saya adalah kelas Internasional ala Jerman, maksudnya tidak semua pelajaran dalam bahasa Inggris, 50% lagi perkuliahan dalam bahasa Jerman. Ketika saya bermain bola di kota Essen dengan teman-teman akhirnya saya menggunakan Bahasa Jerman lagi. Begitulah pergantian bahasa pergaulan sehari-hari.

Kadang saya sering juga mengirim beberapa pesan pendek atau chatting dengan teman-teman kursus, kuliah atau teman bermain bola, tentu saja dengan penulisan yang jelas dan menurut kaidah bahasa masing-masing. Saya hampir selalu mengoreksi kata demi kata ketika saya menulisnya dalam bahasa jerman, karena grammar dalam bahasa jerman sedikit lebih komplek dibanding dengan bahasa Inggris. Bahasa Jerman memiliki Der, Die, Das (atau The dalam bahasa Inggris), semua benda dikelompokan berdasarkan gender.  Der = maskulin, Das = Normal, Die = feminim. Nah, ini yang selalu menjadi masalah dalam penulisan bahasa Jerman saya , kadang saya tidak tahu apakan benda ini maskulin, feminim atau normal. Kalau soal manusia tentu saya bisa membedakan ini adalah perempuan atau wanita dan Laki-laki atau pria😉. Makanya saya paling anti membuat singkatan-singkatan kata dalam bahasa Jerman, walaupun ada juga bahasa Jerman gaul yang dipakai disini, wong bahasa Normalnya ja susah apalagi bahasa gaulnya. Kalau soal bahasa Inggris saya juga sedikit mengoreksi ketika harus mempublishnya, maklum bukan bahasa Ibu saya, jadi harus hati-hati juga ketika mengeluarkan statement dalam bentuk tulisan, karena jika ada kekurangan satu huruf saja bisa berbeda 180 derajat artinya.

Saya juga kali ini beruntung  bisa mengunjungi beberapa kota besar nan cantik di Jerman dan Belanda. Dan untungnya saya jarang ditemani siapapun ketika pergi-pergi melanglang buana, karena begitulah tabiat buruk saya yang kadang sulit diubah, sehingga membawa saya sampai kesini. Dari perjalanan tersebut jadilah beberapa cerita dan puisi yang saya belum bisa menerbitkannya karena masih belum PD dengan kualitasnya yang masih sekelas penulis amatiran. Karena hobi saya yang keluyuran ke kota lain kadang ketika menulis messaga pun kepada seseorang dalam bahasa Inggris saya juga harus hati-hati seperti contoh berikut “I WISH YOU WERE HERE” , jika saya ketinggalan mengetik satu huruf saja seperti ini “I WISH YOU WERE HER”  maka hasil dari pencarian saya juga berbeda 180 derajat. Jadi, lain kali sebaiknya saya harus benar-benar menulis dengan bahasa yang baku benar sesuai kaidah bahasa masing-masing dan tidak lupa mengecek kembali sebelum mengirimkannya😉.

DE – Muelheim an der Ruhr, at 00.47 – 10.06.2011

Secangkir teh hijau panas plus roti coklat di tengah malam setelah berkunang-kunang main bola kaki 2 jam diwaktu sore.

Salam

Bayu van Adam

16 thoughts on ““I wish you were her”

  1. Haha…tadinya penasaran, judulnya romantis bgt, tapi kok aneh ya, berasa ada huruf yg kurang. Tapi setelah dibaca, maksudnya ini toh.. :p
    Btw, Pengen dong baca puisi and cerita kamu?

    • hahaha…kayaknya baca ceritaku harus sedikit putar otak kali ya..ini maksud ceritanya apa ini?…:-)
      mmm..ntar kalau udah cukup PD aja dirilis puisinya, takut gadis2 berteriak ….bayu..bayu..:-)

  2. iya, bahasa jerman emang susah untuk bedain jenis kelamin cewek, cowok atau normal hehehe…jadi kangen belajar bahasa jerman lagi hehehe… hopefully, I will be there someday🙂 dulu pengen banget bisa sekolah ke jerman tapi eh nyangkutnya malah di prancis… ehm sepertinya harus berguru sama mas adam ni biar bisa sekolah di sana🙂

    • hahaha..aku malah ingin belajar bahasa Prancis neh..ya, Prancis juga setara ama jerman di bidang risetnya..atau ambil PhD aja di jerman…
      nanti aku mau berguru cara dapetin BFG di Grenoble..:-)

  3. yuk tuker2an… aku ajari bahasa perancis, mas adam ajari aku bahasa jerman hehehe… iya mas, ni lagi cari2 info buat lanjut di sana..semoga aja dapat tahun depan hehehe.. sip deh, ntar aku ajarin biar bisa dapat BGF hehehe

  4. susah saya dapati artikel yang asyik dibaca seperti tulisan anda Van Adam , kapan bisa membaca puisinya atau artikel lain, trims seluruh tulisan, atau mohon klo ada artikel ,kiranya sudi e-mail ke saya? Trims sekali lagi dan artikelnya berguna utk anak saya yg mau study di Jerman, see you

    • Terima kasih mas Pieter atas kunjungannya di blog saya.
      Siap mas, nanti kalau launching puisi2 pas lagi kasmaran kayaknya🙂
      subscribe aja email mas Pieter di bagian kiri blog saya. nanti setiap postingan terbaru langsung dikesih info kepada email mas Pieter. Trims

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s