Anak Pantai

Ini merupakan tulisan saya yang pertama kali di publikasikan di sebuah jaringan sosial. Memang ternyata sangat sulit untuk menuangkan sebuah cerita atau pun pikiran, bahkan untuk cerita sangat sederhana seperti ini.

13 Mei 2009 tepat ulang tahun Fakultas Teknik Universitas Andalas ke 24 sejak di lahirkan pada tangal 24 mei 1985 dulu. Ibarat manusia umur 24 tahun adalah umur yang sudah dapat dianggap dewasa yang berarti identik dengan kemandirian, kemapanan, ketangguhan dan kebijaksanaan. Apakah Fakultas Teknik sudah mencapai ciri-ciri tersebut?. Hari ini juga untuk pertama kali saya memakai batik yang sudah sejak Agustus tahun lalu saya beli di Depok bersama Andi Manuang.ha..ha..ha… Rencananya dulu beli batik buat acara wisudaan teman-teman yang belum lulus kuliah, tapi ya…takut dianggap ketuaan…maklum, masih pengen kelihatan muda. Kayak lagunya Alphaville – Forever young. Tapi saya pikir, kapan ya..moment buat memakai baju batik ini???. Akhirnya pas ULTAH Fakultas Teknik. Menurut saya 24 tahun merupakan umur yang cukup matang untuk memulai sebuah keluargabetul ga??. Hal itu didasarkan semakin banyaknya teman-teman yang udah pada mulai berganti status di Facebook menjadi Married…ha..ha..ha…ngawur…
24 tahun???saya berharap sebelum umur 24, saya telah menginjakan kaki di negeri impian saya ( berarti masih sisa 6 bulan lagi untuk sebuah big dream). Negeri yang melahirkan banyak ilmuwan2 dunia seperti Einstein, Otto, Aspirin, Daimler and many more..bahkan salah satu orang jenius indonesia yang juga sempat menjabat sebagai orang No.1 di Indonesia juga menuntut ilmu disana. Betul2 sebuah mimpi yang tidak pernah terpikir akan sejauh ini saya melangkah. Seorang anak desa yang tumbuh dengan tiap hari bermain pasir bersama teman-teman di tepi pantai.he3x..sorry jadi ingat masa kecil coy..
Dies Natalis Fakultas Teknik ini dihadiri oleh Rektor universitas Andalas, anggota senat Fakultas Teknik, dosen-dosen Fakultas, mahasiswa Teknik dan juga para undangan dari fakultas lain. Di Auditorium juga diadakan Expo teknik yang diwakili oleh masing2 jurusan dan beberapa UKM di lingkungan Fakultas Teknik. Masing-masing peserta begitu bersemangat menunjukan keunggulan masing-masing. Teknik Mesin dengan sepeda hybridnya yang dimotori oleh Dendi Beceng dkk dibawah bimbingan Dr. Adjar Pratoto. Yang rencananya juga akan diikutkan PIMNAS 2009 di Univ Brawijaya (kalo ga salah), dan juga banyak lagi hasil cipta kreasi anak Mesin dari masing2 Lab yang juga sempat ikut dipamerkan. Tak lupa juga anak-anak jurusan lain seperti Elektro, Sipil, Industri, Lingkungan yang juga memamerkan hasil kreasi mereka, tapi tidak sempat saya perhatikan lebih jauh karena waktu acara selesai saya keburu pergi ke Rektorat untuk mengurus beberapa hal.

Acara pertamanya yaitu penyambutan anggota senat fakultas yang didampingi Rektor Unand Prof. Dr. Musliar Kasim. Beberapa saat setelah pemimpin-pemimpin tersebut duduk, audience diminta berdiri menyayikan lagu Indonesis Raya dan mengheningkan cipta. Saya jadi heran kenapa saat menyayikan lagu kebangsaan Indonesia masih ada juga yang tidak mau mengeluarkan suara bahkan beberapa mahasiswa asik bercengkrama dibarisan belakang sehingga suasananya sedikit ^&%*&%*$&^….apakah Nasionalisme mereka sudah berkurang atau ironisnya sudah tidak ada lagi?. Padahal mahasiswa asing Universitas Utara Malaysia yang secara kebetulan sedang studi banding diundang pada saat itu. Jujur…saya malu..bagaimana kalau mereka beranggapan kita tidak peduli lagi terhadap bagsa dan negara kita?. Bahkan untuk menyayikan lagu kebangsaan saja kita tidak mau, atau bahkan ada yang tidak hapal. Saya rasa mungkin itu salah satu hal sehingga negara asing dengan mudah mengacak-acak teritorial negara kita. Saya sedikit gusar dengan keadaan ini, padahal mereka adalah “produk” yang akan dihasilkan untuk 5 tahun mendatang. Seharusnya setiap lagu Indonesia Raya berkumandang bulu kuduk spontan berdiri. Atau seperti menonton pertandingan bulu tangkis dan sepak bola yang membuat degup jantung berdetak lebih kencang?. Apakah ini tanda sebuah rasa nasionalisme telah ada di bagian diri seseorang?. Saya tidak bisa menjawab secara pasti, karena pendapat masing2 orang berbeda.

Saat masing-masing anggota senat Fakultas mengambil tempat duduk didepan, saya sempat membayangkan apakah 10 tahun lagi saya akan berada dibarisan itu?. Yang jelas saat ini saya berusaha untuk merangkai jalan ke tempat tersebut. Acara berikutnya yaitu pengumuman segala yang terbaik mulai dari Dosen, mahasiswa, pegawai, gedung dan CS juga mendapat penghargaan. Penghargaan tersebut diberikan untuk meningkatkan kualitas masing2 pihak yang berada diposisi tersebut.

Saat pengumuman Staf pengajar dengan QA (Quality assurance) terbaik jatuh kepada Prof. Mulyadi Bur. Saya tidak shock mendengar itu, karena saya pikir Pak Mul memang complete. Dari poin manapun beliau mendapat nilai perfect (4.00 dari skala 4.00). penilaian ini dilakukan oleh Prof. Zaidir dari Teknik sipil yang juga ketua Bapem (badan Penjamin Mutu) Fakultas Teknik Universitas Andalas. Penilaian ini berdasarkan kelengkapan bahan2 perkuliahan, hubungan sosial, kesiapan perkuliahan serta beberapa hal lain yang saya tidak mengingatnya secara keseluruhan karena saya melihat arsipnya hanya beberapa saat.

Ketika penyampaian pidato ilmiah oleh Dr.Eng. Meifal Rusli yang sejauh saya tahu merupakan Doctor termuda di Fakultas Teknik. Sekali lagi bulu roma saya berdiri, ini bukan nasionalisme lagi. Saya salut dengan perjuangan beliau, di usia 32 tahun beliau sudah mendapatkan titel tertinggi dari sebuah jenjang pendidikan. Hal ini tidak lain karena beliau mendapatkannya dari Tokyo Institute of Technology Jepang yang notabene merupakan Universitas terbaik kedua di Asia setelah Tokyo University. Saya memimpikan apakah saya bisa melampaui prestai beliau atau paling tidak menyamai. Tapi bukan hanya titel saja ilmunya juga harus…ya toh..
Pertanyaan yang sudah sejak lama saya simpan, muncul lagi..kenapa staf pengajar baik, guru atau pun dosen masih jauh dari sebuah kemapanan di negeri ini?? Ya.itulah pertanyaan besar didalam diri yang masih saja terngiang-ngiang. Ironis memang…seorang pendidik yang merupakan penghasil engineer-engineer yang luar biasa seperti kalian digaji hanya 1,7 jutaan . ditambah lagi sikap dan tingkah laku mahasiswa yang memandang seorang dosen dari satu sisi. Yang memberikan label dibenci atau dipuja. apakah ini penghargaan terhadap mereka? Pikir saya…karena saya juga berasal dari keluarga yang notabene kedua orang tua juga berprofesi sebagai pendidik. Ya….walaupun gajinya tidak besar-besar amat kami juga bisa hidup berkecukupan (wah,…kok jadi curhat neh???). iya..memang benar..kami baru bisa beli mobil pas umur bokap nyokap 40an. Itu pun mobil standar guru. Toyota Kijang yang masih menjadi Idola, muat banyak + irit. Tapi saya masih bisa bersyukur ekonomi, padahal banyak anak-anak lain yang masih kekurangan.

Oke kita kembali ke..masalah tadi, mengenai gaji..saya pernah membaca Blog2 anak-anak Indonesia yang kuliah di Australia. Mereka mengambarkan tentang keadaan staf pendidik disana.. jauh….katanya…jauh dari ketidakmapanan maksudnya…kalo tidak salah disana Prof digaji hampir 100 juta/bulan (saya tidak tahu pasti di Universitas apa)Wah…uang yang tidak sedikit jika dibawa ke Indonesia. Bisa menggaji hampir 50 Orang dosen neh…kalo di Indonesia. Pada waktu liburan musim panas mereka liburan keliling Eropa bersama keluarga tercinta. Sungguh sebuah keirian yang hanya bisa didapat tenaga pendidik di Indonesia. Yang pasti dengan uang segunung gitu, efeknya ..beliau bersungguh sungguh melakukan penelitian dan melakukan proses belajar mengajar tanpa perlu risau apakah gaji bulan ini akan habis tanggal 15 setiap bulan.he3x…di Indonesia??boro2 liburanya..tapi hal ini tidak mematahkan semangat saya untuk dapat tampil di depan audience seperti yang saya lihat pagi ini. Karena pekerjaan bukan berdasarkan “salary” tapi karena kecintaan terhadap pekerjaan.

Bahkan ketika saya diterima kerja di salah satu perusahaan kertas terbesar di Indonesia yang berada di Riau dan ketika berada di Jakarta saya juga diterima kerja disalah satu perusahaan asing. Dengan gaji standar Sarjana 2,3 jutaan…saya bahkan tidak tertarik sama sekali…Ironis, Orang tua saya butuh waktu lebih 2 dekade untuk mendapatkan gaji sebesar itu. Saya hanya butuh waktu 3 bulan setelah selesai wisuda..Ya itulah kehidupan..harus berani memutuskan arah.

Ketua Katua (keluarga alumni FT-UA) juga menyampaikan pidato laporan keadaan alumni FTUA yang tersebar diseluruh Indonesia. Beliau mamaparkan tentang keadaan alumni FTUA yang sebagian besar bekerja disektor swasta, BUMN dan PNS. Beliau mengharapkan agar alumni FTUA lulus dengan memiliki skill dan keahlian yang mendukung ntuk mencari pekerjaan dan juga mampu membuka lapangan kerja baru agar basic problem di negara ini bisa teratasi. Mengingat masih sedikitnya alumni yang berkiprah diluar negeri atau mempunyai sebuah perusahaan sendiri. Beliau juga mengaharapkan peningkatan kurikulum di perkuliahan agar mendukung di dunia kerja nantinya. Dari data yang kami miliki alumni fakultas teknik termasuk yang diminati oleh pengguna (user). Menurut penelitian Tempo yang dilakukan di Jabodetabek terhadap perusahaan dan industri yang ada, Universitas Andalas termasuk rangking ke 13 yang paling diminati dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia dan No.1 di luar pulau Jawa.

Di umur yang ke 24 tahun ini Fakultas Teknik memiliki mimpi untuk menjadi sebuah World class Engineering Faculty yang secara rinci dipaparkan oleh Dekan Fakultas Teknik. Hal besar ini dimulai dengan menyekolahkan dosen2 yang masih berkualifikasi S1 dan S2 ke Universitas negara-negara maju. Tahun 2009 ini telah dibuka satu Program Studi S2 yaitu Teknik Sipil an telah mempunyai 32 orang mahasiswa. Tahun 2009 ini direncanakan juga dibuka Prodi S2 Mesin yang proposalnya sedang direview oleh DIKTI. Diharapkan 3 tahun kedepan seluruh Prodi di Fakultas Teknik telah memiliki Program Studi S2. Sehingga masyarakat Sumbar umumnya dapat melanjutkan ke jenjang Magister Teknik. Sesuai Renstra Unand, diharapkan 10% dari total mahasiswa yang berarti 230 mahasiswa di FT-Unand dapat melanjutkan ke jenjang S2 di tahun-tahun mendatang. Hal ini disebabkan masih rendahnya kualifikasi pendidikan di indonesia yang mungkin 5, 7 atau 10 tahun mendatang mensyaratkan pendidikan minimal S2 untuk mendapat pekerjaan dengan gaji yang layak. Saya sering membaca beberapa hasil download di dunia maya mengunakan jaringan kampus yang sekarang internetnya sudah mulai “CEPAT”. Padahal hampir 80% user, ketikan pertamanya FACEBOOK. Oh….gila PESBUK…. maaf! Bukan menyalahkan negara kita, Di Prancis aja semiskin-miskin rakyatnya bisa kuliah sampai jenjang Doktoral kalo mau…tahu ga?? Tuition fee Univ Negeri di Prancis bahkan lebih murah dari pada kuliah di ITB yang hampir 10 jutaan persemester.di Prancis uang kuliahnya cuma
162 Euro buat Licente (sarjananya Prancis )
211 Euro (master)
320 Euro (doktoral)
500 Euro (Engineering School)
Saya tidak menyalahkan negara atas ketidakmampuan mereka untuk mengadakan hal seperti itu. Mungkin suatu generasi Ekonomi Indonesia bisa saja menyusul Jepang, Jerman ato Amerika dalam??bukan dalam hal pornografi atau pembajakan hak cipta…yang selalu jadi juara
Berharap suatu masa berbuat sesuatu untuk KEDJAJAAN BANGSA
Kembali lagi ke perkembangan Fakultas, saat ini kualifikasi tenaga pendidik di lingkungan Fak Teknik meningkat luar biasa. Saat ini Fak Teknik mempunyai dosen sebanyak 155 orang yang terdiri dari
• Kualifikasi Guru Besar 3 Orang (Pak Mulyadi Bur, Pak Gunawarman yang baru saja mematenkan 2 hasil temuannya, Pak Zaidir dari Tek Sipil)
• Kualifikasi S3 32
• Kualifikasi S2 95
• Kualifikasi S1 25

Hal ini berarti jumlah dosen yang berkualifikasi S2/S3 telah mencapai 87% yang berarti telah sesuai dengan Renstra Unand dan bahkan melebihi standar DIKTI. Bahkan saat ini yang sedang mengikuti pendidikan S2/S3 sebanyak 45 orang yang umumnya berada di LN seperti Inggris, Jerman, Jepang, Australia, New Zealand, Thailand dan Negeri Jiran Malaysia. Tahun ini direncanakan juga akan diberangkatkan 20 dosen lagi LN (mudah-mudahan saya termasuk salah satunya….). dengan demikian tahun 2012 insya Allah jumlah dosen yang kualifikasi Doktor 80% lebih.. sebuah jumlah yang significant untuk menjadikan Fakultas Teknik yang berkualitas dan memiliki reputasi Nasional dan Internasional sesuai dengan visinya sehingga dapat menjadi “World Class Faculty of Engineering”.

Menjadi sebuah World Class Faculty of Engineering tidak cukup hanya semangat melainkan ada 4 faktor yang harus ditingkatkan yaitu tenaga dosen, intake mahasiswa, sarana dan prasarana serta tenaga akademik serta proses pelaksanaan tridharma perguruan tinggi itu sendiri. Dan yang paling penting adalah kemauan mahasiswa itu sendiri untuk maju demi masa depan yang lebih baik.

Untuk membuat sebuah rumah yang cantik yang nyaman untuk dihuni bersama istri tercinta kita harus memulai dengan membeli tanah, pasir, bata dan semen..mulai dengan hal kecil dulu, begitupun untuk menjadi seorang DIRUT harus dimulai dengan jadi karyawan biasa dulu. Kecuali Mbahmu yang punya perusahaan..
Tetap semangat buat kawan-kawan Mesin 03 dimanapun berada, yang sedang berusaha menyelesaikan kuliahnya, yang baru wisuda, yang lagi nyari kerja, yang udah kerja, yang baru di PHK, yang ingin pindah kerja, yang pengen ESDUA atau yang mau berumah tangga. Jangan pernah berhenti bermimpi..orang yang paling miskin adalah orang yang tak mampu lagi bermimpi..

Begitu banyaknya pertanyaan yang sama yang hampir sering kali ditanyakan kepada saya..KAPAN BERANGKAT???? Sebuah pertanyaan yang begitu menyesakan…pertanyaan yang sensitif…tidak mudah untuk mencapai semua ini ketika memutuskan untuk tidak bekerja dulu demi sebuah pilihan hidup dan masih mendapatkan INFUS dari desa setelah menunggu 6 bulan akhirnya saya diterima di dua Univ di Eropa, Manchester Univ dan Duisburg Univ. Akhirnya lebih milih univ di Duisburg karena biaya hidup jauh lebih murah. Walaupun sebenarnya ingin sekali ke Manchester karena ingin nonton “The Theatre of Dream” beraksi. Tapi di Duisburg juga kota Pusat Energi Jerman, dikota itu banyak berada perusahaan energi Jerman seperti RWE, EoN, SIEMENS, ALSTHOM sekalian mimpi untuk kerja disanaAkhirnya saya lebih memilih Jerman, karena jurusan yang diambil Mech Engineering Energy and Environment walawpun harus belajar bahasa baru. Setelah delapan bulan di Padang akhirnya saya telah melalui tahap akhir dalam sebuah beasiswa yaitu wawancara yang diadakan awal Mei kemaren dan hasilnya keluar akhir Mei ini. Jika dinyatakan lulus sebagai salah satu penerima beasiswa maka akhir Juni sudah harus berangkat ke Jerman. Dikarenakan awal Juli sudah harus masuk kelas bahasa sebelum mulai kuliah bulan Oktober 2009. Jika tidak lulus, ya…tidak jadi berangkat tahun ini..mungkin tahu 2010..

Suer!!!tulisan singkat ini dibuat selama 4 jam..begitu sulitnya untuk memulai menulis, bahkan untuk hal2 sekecil ini yang berbahasa Indonesia. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “Jika kita dibawah berarti jalan satu-satunya yaitu naik, naik dan naik..bandingkan jika kita berada di posisi puncak, yang satu-satunya jalan Cuma turun”..

Padang – Indonesia, 20.05.2009

Bayu Adam

4 thoughts on “Anak Pantai

  1. Significantly, this article was in actuality the singular finest with which laudable subject matter. To be sure together with your data and can in fact eagerly enjoy ones future revisions. Stating appreciate it won’t merely all the time be satisfactory, for your fabulous clearness with your producing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s