BB alias Badia Batuang

Jika kita mendengar BB pasti tertuju kepada alat komunikasi yang lagi Booming di Indonesia saat ini. Yang rencananya server alat ini mau dipindah dari Canada ke Indonesia biar bisa menghemat tarif layanan.  BB yang ini mengingatkan saya kepada Ramadhan sekitar tahun 1995-1998 dimana setiap malam hampir selalu pulang dalam keadaan gosong di wajah dan tangan.

Badia Batuang, yes, here is that i mean..Mungkin  nama ini terdengar aneh bagi sebagian pembaca Blog ini karena kata ini bukanlah kata dari Bahasa Indonesia, Inggris apalagi kosakata Bahasa Jerman. kata ini adalah kosa kata bahasa Minang Piaman. Badia Batuang adalah permainan anak nagari di beberapa Nagari atau korong di Pariaman di Propinsi Sumetera Barat – Indonesia. Di kota ini saya menghabiskan hampir 20 tahun kehidupan. Saya belum tahu padanan kata ini dalam bahasa Indonesia, karena kosa kata bahasa Indonesia saya yang tidak cukup layak jika di bawa ke depan Konferensi Nasional saat ini.

Badia batuang adalah mainan yang terbuat dari sebatang bambu berdiameter luar sekitar 15 cm, ketebalan sekitar 1-1,5 cm dan memiliki panjang sekitar 4-5 buku bambu (1 buku bambu sekitar 30cm bagi bambu dewasa). Biasanya dipilih bambu yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Badia batuang biasanya dimainkan oleh anak-anak berumur 8-13 tahun. Alat ini mirip seperti meriam jaman penjajahan kolonial Belanda, begitupun bunyinya. Cara mengoperasikannya  adalah dengan memasukan kain-kain robek kedalam bambu yang telah dilubangi berukuran 2×2 cm di bagian bawahnya dan disirami minyak tanah secukupnya sebagai bahan bakarnya.

Badia batuang ini hanya ada pada bulan Ramadhan dan sangat ditunggu oleh anak-anak. Mereka menggunakanya sebagai media untuk membangunkan masyarakat sekitar untuk sahur pada pagi hari ataupun dipakai sebagai mainan setelah sholat tarawih di mesjid. Bagi anak-anak yang bermain Badia batuang ini harus hati-hati. Jika tidak maka api akan menyembur melalui lubang kecil berukuran 2×2 tadi dan bisa membakar alis atau bulu mata. Saya jadi ingat walaupun sering dimarahi tetangga sekitar karena bunyinya yang memekakan telinga seperti bunyi meriam perang di Jalur Gaza tetapi kami masih tak mau berhenti memainkannya.

Sekarang mungkin mainan ini sudah jarang bahkan mungki tidak lagi ditemukan di kota saya. Acara TV atau mainan Play Station, Wii, X-Box lebih menarik buat anak-anak jaman sekarang. Saya tidak berani menggaransi cuma berani menafsir bahwa kalau dilakukan survey dan dijadikan data statistik, 3 dari 10 anak Minang yang berusia 8-13 tahun tidak mengenal istilah Badia Batuang lagi.

11 thoughts on “BB alias Badia Batuang

  1. Ha-ha…Permainan masa kecil ketika menyambut Ramadhan.
    Gimana ya, klo di Jerman dibikin badia2 batuang juga? bisa2 dikirain mau perang ntar ya. hihi… :p

    Btw, blognya nginspirasi banget!!

    • iya, jadi ingat chilhood lagi…wah, kalau disni nyari Batuangnya dimana ya?..di jual di supermarket juga ga ada..apalagi nyari minyak tanah, di jerman ga ada minyak tanah..kompor disini kompor listrik..jadi ga bakalan kotor2an deh dapur..hehehe..
      baru bisa nulis wit..blog wit jauh lebih bagus dan bermutu..lumayan buat latihan2 nulis..

      • Bagus kok. Nulis itu bikin kita senang. Apalagi klo dibaca ntar, pasti bakal senyum2 sendiri mengingat kita memulainya seperti apa.
        Dulu tulisan wit juga amburadul. Yang penting hati lega bisa ngungkapin semua yang dirasa and dipikirkan. Tapi lama-lama kita jd pintar and pengetahuan nulisnya jadi nambah.
        Lanjutkan deh…😀

  2. kalau jua randang iyo indak ado doh..biasonyo babuek sorang disiko..hehehe…
    wah,..mantap…bisa dikirim sofwarenyo via yahoo ka alamat ambo ciek tu bro?..

    trims..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s