Musim Semi di Jerman – Hiking di Winterberg

Banyak yang bertanya..
aku ini mau jadi apa?..
nggak kuliah, cuma jalan-jalan aja..
tapi kujawab inilah aku apa adanya

tapi jangan kira..
aku gak berbuat apa-apa..
aku berkarya dengan yang ku bisa..
dan yang penting aku bahagia..

Begitulah sepenggal lirik lagu Bebas Merdeka yang dinyanyikan oleh Steven and Coconut Tree. Banyak juga yang bertanya dan mengira kalau kuliah di Jerman banyak senang senang saja. Minggu kemaren tiba di  Brussel, 2 hari berikutnya di Paris dan 3 hari sebelumnya ada di Maastricht. Saya jawab saja “memang kuliah di Jerman manisnya cuma 20 %, yang 80 % itu manis bangeeeet..hehehe“. Eropa itu ada dalam telapak tangan, mau kemana saja di negara sekitar Jerman bisa di lakukan besok subuhnya. Begitulah transportasi di Eropa yang menghubungkan semua lini transportasi secara tersistem.

Suasana kota Zueschen di pagi hari jam 11.00

Saya memang belum memunculkan tulisan tentang “empedu” di Jerman kalau saya belum bisa menemukan “madu” nya Eropa. Biarlah yang pahit saya makan sendiri dulu ya, saya bagi yang  manis-manisnya saja buat rekan-rekan sekalian. Kalau kata orang Minang ” Lamak dek awak katuju dek urang” (Kalau buat saya enak/manis, berarti orang lain juga mau yang manisnya). Kalau yang manisnya saya bagi mudah mudahan yang lain suka.

Reza di depan papan nama kota Zueschen

Percaya atau tidak..? Kalau rencana yang direncanakan jauh-jauh hari bersama orang atau teman-teman yang banyak sering kali tidak akan pernah terwujud. Itulah mengapa hanya butuh maksimal lima orang dalam sebuah start up perusahaan. Lihat saja perusahaan Apple Inc hanya butuh tiga orang, Facebook cuma butuh empat orang dan Google bahkan hanya butuh dua orang untuk membuat rencana menjadi jalan masa depan.

Bayu, Radit, Joe, Rizki, Reza

Setelah gagal beberapa bulan sebelumnya bersama teman teman pergi ke Heidelberg, kota cantik kuno jaman abad pertengahan, cocok untuk pre weeding, cocok untuk bulan madu, cocok untuk bersepeda berduaan di bawah rindangnya pohon-pohon yang mulai menghijau, cocok untuk jalan-jalan sore di tepi sungai Neckar dan cocok untuk bagi yang narsis foto foto. Gagal berangkat karena satu persatu mengundurkan diri ditengah rencana karena ada ini itu.

The Indonesian Face – never stop Exploring…

Baiklah, kali ini kami merencanakan untuk berlibur menikmati udara pegunungan di puncak tertinggi di propinsi North Rhein Westfalen yaitu di Winterberg. Merencanakan hiking dan backpacking di gunung hanya 48 jam sebelum berangkat, lalu mencari barang-barang yang dibutuhkan untuk  menginap semalam seperti sleeping bag dan tenda. Setelah puas karena dua minggu sebelumnya bersepeda dari Duisburg ke Paris sejauh 530 km.

Pemandangan ketika dalam perjalanan

Kami mencari tantangan lain yaitu hiking dan backpacking ke Winterberg, pegunungan dengan puncak 820 meter dpl. Winterberg, kalau musim dingin terkenal sebagai tempat untuk bermain ski, kalau musim panas dan musim semi terkenal sebagai tempat bersepeda gunung, backpacking, hiking dan tempat untuk liburan bagi orang-orang tua Jerman yang menghabiskan masa pensiunnya dengan berkumpul bersama-sama.  Winterberg merupakan tempat favorit bermain ski dan bersepeda gunung bagi daerah sekitar, bahkan orang – orang Belanda juga sering berlibur dan berlatih di sini.  Trek hiking kali ini lumayan enak, hanya 28 km dengan trek mendaki bukit dan menuruni lembah. Berhubung saya pernah mendaki dua gunung di Sumatera Barat yaitu Gunung Merapi dan Gunung Tandikek sewaktu saya kuliah di Padang dulu. Saya pikir kali ini bukanlah masalah yang besar yang hanya 800 mdpl walaupun jaraknya yang lumayan jauh 28 km. Toh, saya sudah pernah menaklukan yang lebih tinggi, mengapa harus khawatir dengan yang lebih kecil.

Salah satu trek yang lumayan..tapi ga banyak..

Terakhir kali saya ke Winterberg adalah Desember 2009, ketika itu baru tiga hari di Jerman dan langsung diajak ke daerah bermain ski. Setelah hampir 2,5 tahun tidak kesana. Mungkin inilah saatnya kesana, sekalian menemani sahabat saya yang mungkin ini adalah musim panas terakhir dia di Jerman.

Banyak yang bertanya liburan semacam ini butuh biaya yang besar. Saya jawab tidak. Karena Winterberg berlokasi di propinsi NRW. Karena saya memiliki tiket semester dari kampus dan berlaku sebagai tiket transportasi untuk seluruh wilayah propinsi NRW, jadi saya tidak perlu membayar tiket ketika berpergian kemanapun di propinsi ini. Ini salah satu manisnya kuliah di propinsi NRW ;-).

Setelah berjalan 5 km (masih senyum)

Perjalanan dari Duisburg ke Winterberg hanya memakan waktu sekitar empat jam. Kami berangkat pagi jam 8.00 biar ketika sampai di Winterberg sekitar jam 12.00 siang. Makan siang sebentar dan mulai menguji ketahan kaki dan sepatu. Di Daerah sekitar Winterberg banyak memiliki trek hiiking dan sepeda yang telah dibuat oleh pemerintah kota Winterberg. Info yang lengkap silahkan dicek di website masing masing http://www.bikepark-winterberg.de/ dan http://www.winterberg.de/.

Siapa sih yang ga mau punya rumah yang seperti ini..?

Kami berangkat berlima, Saya, Joe “Komboy” , Rizki, Radit “Kopral”  dan Reza”Damut alias Damang Imut”.hehehhe..Formasi tim Touring ke Paris   ditambah dua  orang lagi yaitu Reza dan Radit. Benar ternyata , selama perjalan saya menikmati udara segar yang sangat bersih dari polusi. Itulah sebabnya mengapa harapan hidup rata-rata orang di Jerman termasuk tertinggi di dunia. Karena udara yang mereka hirup tiap harinya bebas dari polusi.  Baru saja saya berjalan sekitar satu kilometer sudah menemukan pemandangan yang sangat menarik khas gaya Eropa abad 19 dengan kuda di depan rumah dan pekarangan yang besar. Selama perjalanan memang sering berhenti bukan karena capek, tetapi karena ingin mengambil foto-foto di tempat spot-spot yang menarik. Perjalanan 28 km selama delapan jam tidak begitu terasa letihnya. Jam 20.00 kami sampai di Camping Site. Setelah mendirikan tenda untuk menginap malam ini baru capek mulai terasa di sekitar kaki  dan telapak kaki. Benar saja, saya hanya memakai sepatu Converse All Star Chucky yang biasanya dipakai buat jalan ke kampus sekarang dipakai untuk naik dan turun pegunungan berbatu. Yaa…namanya juga mahasiswa, satu sepatu dipakai untuk acara yang berbeda beda. Begitu juga teman-teman yang lain.

Orang orang gila Duisburg ( Harry Potter vs Suparman)

Menginap di Camping Site (Camping Platz) hanya dikenakan biaya 5 euro pertenda dan 5 euro per orang. Jadi karena  kami mendirikan dua tenda dan lima orang. Total biaya yang dikeluarkan untuk menginap semalam adalah 35 euro dan berarti 7 euro (84 ribu) per orang. Untuk info tentang Camping site di Winterberg http://www.campingplatz-winterberg.de/ .

Beberapa negara akan menganggap ilegal jika camping di sembarang tempat. Tidak seperti di Indonesia yang bisa dimana saja. Seperti di Belanda, kita akan dianggap ilegal jika mendirikan tenda selain di Camping Site, dan begitu juga di Perancis dan Belgia.

Trek hiking kesayangan..

Malamnya cuaca memang tidak bersahabat. Hujan deras mengguyur tenda. Untung saya memiliki sleeping bag yang bagus ;-). Malam itu walaupun kita lagi melewati musim semi, tetapi temperatur di Winterberg drop hingga 1 derajat Celcius. Cukup membuat menggigil jika tidak mengenakan jaket juga saat tidur di dalam sleeping bag.

Paginya kita harus check out jam 10.00. Karena hari minggu, dan biasanya orang Jerman tidur sampai siang jika hari minggu. Jadwal bus dan kereta hanya setengah dari frekuensi hari kerja. Benar saja, hari Minggu pagi yang hujan, 1 derajat Celcius dan harus kembali ke pust kota Zuschen, tempat dimana kami harus naik bus untuk kembali ke Winterberg. Bus dari Zuschen baru mulai beroperasi jam 14.30.  Rencananya mau jalan lagi dari Zuschen ke Winterberg yang hanya 8 km, tetapi karena kaki udah mulai pada lecet dan telapak kaki juga sakit karena sepatu tidak cukup lembut buat menahan tekanan dari batu selama perjalanan.

di depan camping site Zueschen

Setelah menunggu hampir 4,5 jam di sekitar kota Zueschen http://www.zueschen.de/ tanpa pasokan makanan lengkap dari pagi karena tidak ada toko dan supermarket yang buka hari Minggu. Kalaupun buka hanya dari jam 8.00 – 10.00.  Kebetulan hari itu ada festival juga di Zueschen. Festival musik dan makan -makan kecil bagi kota berpenduduk 13.000 jiwa itu. Setidaknya kami telah melwati beberapa hal yang sangat sulit diulang walaupun punya banyak waktu sebenarnya.

Bersepeda melintasi empat negara sudah, mendaki dua gunung juga sudah, mendaki puncak di propinsi juga NRW sudah. Kalau ada uang dan waktu rencana berikutnya melintasi Alpen dari Muenchen (Jerman)  menuju Venezia (Italia) by foot… Cuma 500 km, bisa selesai selama sebulan http://www.muenchenvenedig.de/ ..spoiler foto-foto http://www.flickr.com/photos/muenchenvenedig/sets/72157624724321523/with/4948308624/

Ada yang mau ikut….?

Muelheim ad Ruhr, 16.06.2012

Bayu van Adam

About these ads

26 thoughts on “Musim Semi di Jerman – Hiking di Winterberg

  1. Mas kok aku liyatnya kurang serem ya medannya.
    Hahahaha, mungkin karena yang di upload foto-foto yang bagus-bagus.
    Wah seru banget ya bisa berpetualang kaya gitu.

    Emang bener, tinggal di Eropa khususnya di Jerman, 20% seneng 80% sueneng buangetttttttt.
    Kutunggu petualanganmu yang lain mas.

    Viel Spass lah in Deutchland!!

    • Wah..kurang seram ya?…nanti kalau mau yang lebih seram lagi kalau malam ke Winterberg pas musim dingin minus 25 Celcius. Mungkin sedikit lebih ganas..
      Iya yang enaknya cuma 20%, 79% ueenak bangeeetttt…1 % nya ga enak kalau mau ujian..hehheeh
      aamiin….siiip

  2. STOP!
    Simpan ceritamu, bay. Nanti saya bisa ketagihan. Saya menunggu novelnya saja.
    Ayooo…Buruan rilis. Biar makin eksis. hehehe…

    (kebetulan lagi tergila2 sama cerita berbau travelling) :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s