Manfaat Banjir

Ketika membaca beberapa bahan kuliah saya Waste Water Treatment malam ini. Saya teringat kepada status Facebook teman akrab saya yang sudah saya anggap seperti saudara sendiri beberapa hari yang lalu. Statusnya tentang banjir kecil yang sedang  melanda rumah kos kami, yang kami tempati ketika kami mulai kuliah di Padang pertengahan tahun 2003. Saat sekarang ini teman dan adik saya memang masih tinggal di rumah tersebut. Sepertinya kos-kosan tersebut telah menjadi warisan turun temurun bagi kami. Dimulai ketika kami mulai mengisi di rumah tersebut di pertengahan tahun 2003, dan sampai sekarang rumah tersebut masih dihuni oleh adik lelaki saya dan teman-temanya juga. Delapan tahun berlalu begitu cepat tanpa pernah tersadari. Saya mungkin termasuk yang setia dengan tempat tinggal, dari awal mulai kuliah sampai menamatkan Sarjana selama 10 semester, kemudian pergi ke Jakarta selama 6 bulan dan balik lagi ke rumah tersebut dan tinggal selama 6 bulan sebelum berangkat ke Bandung. Kalau di total jumlahnya sekitar 6 tahun saya menghabiskan hari0hari dirumah tersebut.

Rumah tersebut tidak seperti rumah kos-kosan modern lain apalagi dibandingkan dengan kos-kosan saya sekarang di Jerman. Tempat berteduh dan belajar saya waktu itu hanya terbuat dari kayu dan tipe semi permanen dan merupakan bekas tempat penyimpan padi sebelumnya. Rumahnya tidak terlalu bagus tetapi syukur kepadaNya telah menghasilkan 10 orang Sarjana dalam rentang tahun 2004-2009. Begitulah kisah singkatnya. Penuh dengan canda tawa dan walaupun hampir setiap malam ada pertengkaran ala lelaki, malah semakin menambah rasa persahabatan.

Yang menarik dari rumah ini adalah pemandangan yang tidak biasa. Tepat di belakang rumah kami ada sungai kecil selebar 3 meter dan diseberang sungai adalah pekuburan orang-orang sekitar. Jadi ketika kami melihat ke jendela, maka dua objek akan kelihatan sekaligus yaitu sungai dan kuburan. Karena posisi jendela memang persis berada di depan sungai dan didepan kuburan. Duduk di dekat jendela baik pagi , sore ataupun malam adalah posisi favorit kami pada masa itu.

Memiliki sungai atau danau sebagai pemandangan di sekitar rumah memang impian saya dari kecil. Kadang sampai sekarang saya membayangkan untuk tinggal beberapa tahun di Swiss atau di Skotlandia yang penuh dengan keindahan alam, danau dan udara yang bersih yang menambah keromantisan ketika musim gugur saat daun-daun mulai jatuh berguguran. Atau mungkin suatu saat memiliki rumah di tepi Danau Singkarak di kampung halaman saya. Satu hal yang membuat detak jantung sedikit berdetak lebih kencang ketika tinggal dirumah ini adalah ketika pada musim penghujan. Seringkali kami harus bergadang malam bukan karena dinginnya hujan atau sedang menikmati mie telur plus kopi susu di warung sebelah, tetapi kami harus memindahkan buku-buku, barang2 elektronik dan beberapa pakaian ketempat yang lebih tinggi. Penyebabnya cuma satu, banjir yang setiap saat dapat menerjang kamar dan dapur kami tercinta. Kamar dan dapur kami memang permukaanya lebih rendah 6 sentimeter dari pada ruang tamu kami, tempat dimana karpet beludru buatan Turki terbentang dan sebuah Televisi kami berada. Banjir seolah menjadi sosok yang akrab bagi kami ketika hujan datang, seperti halnya perasaan penduduk Ibu kota Jakarta. Seringkali kami harus lembur dimalam hari untuk membersihkan sisa-sisa lumpur yang melekat di lantai ataupun dinding-dinding kamar mandi kami. Dari semua bagian  yang terkena lumpur banjir, mungkin hanya kamar mandi kami yang sangat mudah di bersihkan, karena kamar mandi merupakan satu-satunya area yang telah di beri marmer. Banjir dirumah kami seringkali terjadi waktu hampir mendekati tengah malam sekitar jam 21.00 atau setelahnya. Apakah banjir menargetkan kami untuk bekerja malam?..saya juga tidak tahu jawabannya. Kadang ada teman yang menyarankan bahwa kenapa tidak di bersihkan besok pagi saja boss?. Jawabannya sederhana, tentu lebih mudah membersihkan lumpur yang masih basah dari pada menunggu setelah kering. Walaupun sebenarnya sudah mengantuk. Dan pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan wajib, harus di laksanakan sesegera mungkin.

Banjir kadang menjadi sebuah bentuk pertemuan yang tak terduga dan menghasilkan kerja sama yang apik juga diantara kami anak-anak kos. Hampir setiap selesai banjir kami memesan mie rebus di warung sebelah rumah. Peristiwa ini semakin menambah keakraban diantara kami. Memang dalam hal kami berbicara, kadang terdengar kasar bagi orang lain, tetapi kami hampir tidak pernah merasa sakit hati satu sama lain. Keikhlasan dalam bekerja dan membantu memang sangat terasa di dalam rumah ini. Rumah kami memang tidak cantik, tetapi cukuplah bagi kami untuk mencintai dan merawatnya selama 6 tahun tinggal disana.

Banjir memang bukan masalah kami saja sebagai anak kos pada waktu itu. Daerah di sekitar rumah kami juga dibuat repot oleh kunjungannya. Tetapi saya tidak tahu apakah hubungan antar anggota keluarga yang lain menjadi lebih akrab seperti kami setelah di kunjungi banjir?. Banjir ini di sebabkan oleh pembuangan sampah rumah rumah tangga kesungai oleh masyarakat sekitar aliran sungai. Akibatnya pintu air di hilir jadi tertutup dan beberapa saluran tersumbat oleh sampah-sampah dan lebih lagi merusak keindahan sungai. Ketika hujan datang sungai tidak mampu lagi mengalirkan air sesuai  jalurnya oleh karena itulah banjir dirumah kami hadir rutin hampir setiap 4 bulan sekali.

Kalau saja masyarakat memiliki kesadaran akan keindahan dan kebersihan lingkungan mereka terutama dengan tidak membuang sampai kesungai. Tentu tidak akan ada kunjungan banjir setiap 4 bulan sekali ke rumah kami. Kami pada hakikatnya kami juga tidak butuh banjir untuk meningkatkan rasa persahabatan kami.

01.35 Muelheim ad Ruhr 06.07.2011

Sepi, sunyi dengan temperatur 21 Celcius ..

Bayu van Adam

http://about.me/bayuvanadam

About these ads

7 thoughts on “Manfaat Banjir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s